Adsense IndonesiaAdsense IndonesiaAdsense IndonesiaAdsense IndonesiaAdsense IndonesiaAdsense Indonesia
Showing posts with label Supernova. Show all posts
Showing posts with label Supernova. Show all posts

Astrnomy : Hasil lain tentang Supernova

>> 

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel yang berjudul “Bagaimanakah nasib dari Jagad Raya nantinya???” yang tedapat di alamat ini. Maka dari itu, bacalah dulu artikel tersebut dan baru kemudian kamu baca artikel ini. Supaya kamu bisa nyambung bahasannya.

Ada hasil yang lainnya yang diberikan oleh para astronom terdahulu. Mereka menyebvutkan bahwa mereka juga mendeteksi partikel lain yang terdapat pada Supernova. Munculnya sesuatu partikel
yang diberi nama Neutrino bintang di Sanduleak. Neutrino adalah merupakan pertikel elementer yang mempunyai massa nol (0) seperti foton, akan tetapi berspin setengah seperti elektron. Para astronom memperkirakan sekitar 99% dari besar energi yang telah dipancarkan oleh Supernova tipe II berbentuk Neutrino.

Partikel ini tidak berinteraksi dengan pertikel yang lainnya. Neutrino ini dihasilkan oleh proses nuklir inti Matahari yang menembus setengah juta miles dan pertikel ini keluar dari Matahari bagaikan menembus kaca tipis. kemudian pertikel ini mencapai Bumi hanya dalam waktu 8 menit saja dan dapat menembus Bumi tanpa rintangan. Dalam 1 detik saja 500 milyar Neutrino sudah samapi pada 1 inchi persegi dari permukaan bumi. Subhanallah… Dahsyat sekali kecepatan yang digunakan oleh pertikel ini.

Dua detektor Neutrino pada tahun 1987 dari dua negara yang saat itu telah menjadi negara maju sudah membuktikan hal tersebut. Dua detektor itu adalah Kamikande milik dari Jepang dan IMB dari negara Amerika Serikat. Detektor tersebut terdiri dari tangki besar yang berisi air murni dan di sekelilingnya ada detektor cahaya khusus yang sangat ultra sensitif yang disebut sebagai Tabung Multiplier.
Ini proses kinerja dari kedua detektor tersebut :

1 dari 1000 trilyun Neutrino akan menabrak elektron atau proton. Jika Neutrino menabrak elektron maka yang kan terjadi adalah elektrn tersebut akan melompat dengan kelajuan yang sangat tinggi. Dan bila Neutrino tersebut menabrak proton, maka yang terjadi adalah proton berkecepatan tinggi akan diproduksi. Partikel-pertikel extra cepat tersebut akan menghasilkan sebuah cahaya biru yang berbeuntuk kerucut. Yang kemudian disebut-sebut sebagai Radiasi Cherenkov. Dan kemudian pertikel tersebut ditangkap oleh tabung multiplier dan keudian diubah ke dalam bentuk jet singal listrik.

Pada suatu hari terdengar berita akan terjadi Supernova pada tanggal 23 Februari 1987 (SN 1987A) maka, para ilmuwan dari 2 laboratorium tersebut segera menkonsentrasikan penuh segala sesuatu yang perlu disiapkan untuk menyambut kehadiran Supernova SN 1987A itu. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menganalisa data Supernova itu, yakni 2 minggu (14 hari). Dan pada akhirnya kedua 2 laboratorium tersebut mengungkapkan bahwa yang pertama Kamikande (Jepang) mencatat 11 Neutrino tertangkap oleh tabung multipliernya dalam kurun waktu selama kurang dari 15 detik pada pukul 7:35 (Greenwich). Dan dari Amerika Serikat (IMB) mencatat 8 Neutrino yang tertangkap oleh tabung multipliernya pada waktu yang sama persis dengan Jepang.

Dari kurang lebih 10 pangkat 58 Neutrino 100 ribu diantarnya dapat menembus detektor tersebut hanya dalam beberapa detik saja dan hanya 19 Neutrino yang dapat terdeteksi. Neutrino yang menyebabkan kilauan pada tangki adalah Neutrino yang dihasilkan oleh inti bintang ledak.

Neutrino dari Supernova SN 1987A tersebut mengisyaratkan akan 2 hal. Yang Pertama, keruntuhan yang terjadi pada Supernova tipe II memang benar. Dan kita bisa memperkirakan temperatur inti saat dipancarkan, yaitu 10 milyar derajat. Sedangkan yang Kedua adalah dikemukakannya pendapat bahwa Neutrino bermassa. Neutrino tersebut bersifat fundamental dari itu sendiri (massanya).
Ini pembuktian dari pernyataan tersebut :

Jika Neutrino tersebut tidak mempunyai massa, maka 19 Neutrino tersebut akan sampai secara bersamaan. Akan tetapi pada kenyataannya hal tersebut tidak terjadi, karena ternyata mereka sampai dengan selang waktu 10 detik. Ini membuktikan kalau Neutrino tersebut bermassa. Tapi tentang selisih waktu tersebut, para fsikawan masih belum bisa menyatukan pendapatnya dan karena massanya atau selisih waktu terbentuknya Neutrino tersebut saat ledakan. Untuk menguji kebenaran dari pendapat kedua, kita harus menunggu Supernova yang terbaru lagi.

Keberadaan dari Neutrino bermassa ini akan sangat mempengaruhi gravitasi Jagad Raya. Para astronom berpendapat bahwa banyak sekali materi tak tampak di angkasa yang dapat mempengaruhi gravitasi Jagad Raya ini. Karena beberapa dari meteri ini tidak memancarkan cahaya, maka materi ini disebut sebagai Materi Gelap (Dark Matter). Neutrino juga termasuk di dalamnya jika memang benar-benar terbukti bahwa Neutrino bermassa.

Bila jumlah Neutrino cukup banyak, maka bisa untuk mempengaruhi gravitasi Jagad Raya. Estimasi saat ini menyebutkan bahwa jumlah materi yang tampak di Jagad Raya ini belum cukup untuk mengerem lalju ekspansi Alam Semesta. Sehingga Alam Semesta akan terus berkembang. Bila Neutrino bermassa dan ada dalam jumlah yang cukup, maka cukup untuk mengerem laju ekspansi Alam Semesta. Sampai suatu ketika, Jagad Raya akan berhenti dan kembali lagi berkontraksi. Dengan ini Neutrino akan menentukan nasib dari akhir Jagad Raya. Sayangnya, dari Supernova SN 1987A belum dapat dipastikan bahwa Neutrino belum cukup efektif terdeteksi.

Perburuan Supernova akan terus dilakukan demi mendapatkan keterangan yang terbaru lagi. Pengamatan teleskop ruang angakasa Hubble menghasilkan hal yang menakjubkan. Salah satunya adalah ditemukannya gugusan radiasi yang membentuk formasi bunga mawar merah. Seperti yang telah dijelaskan dalam Al Qur’an dalam surat Ar Rahmaan di bawah ini :

فَإِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ (٣٧)
Artinya : “Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.”

Banyak rahasia yang tidak bisa kita kuak dan pertanyaan-pertanyaan baru akan terus muncul dan harus dijawab. Supernova tidak hanya membuka rahasia meterial Jagad Raya, tapi juga spirit, ruh, dan kandungan bangunan peradaban.
End.


Kalau ingin men-Donload artikel ini, gak usah Copy-Paste. Di bawah sendiri dari halaman ini ada kotak "Free Download Article & Documents" ,, kamu klik aja link itu. Karena Copy-Paste, sekarang itu sudah nggak jaman.

Next episode...... Next episode......

Astrnomy : Bagaimanakah nasib dari Jagad Raya nantinya???

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel yang berjudul “Beberapa Tipe Supernova” yang tedapat di alamat ini. Maka dari itu, bacalah dulu artikel tersebut dan baru kemudian kamu baca artikel ini. Supaya kamu bisa nyambung bahasannya.

Jika terus begini kejadiannya, apakah yang terjadi dengan Jagad Raya ini??? Akankah Jagad Raya berakhir sampai disini?? Pertandakah bahwa umur Jagad Raya ini sudah tak panjang lagi?? Ataukah ada pertnda yang lainnya??
Kita pasti banyak bertanya mengenai hal ini. Sudah ada berita bahwa Matahari sudah hampir kehabisan gasnya dan umurnya sudah mulai beranjak kehancurannya. Dan bagaimanakah nantinya akhir dari Jgad Raya ini??

Di dalam peristiwa ini, Supernova mempunyai 2 peran yang penting dalam Alam Semesta ini. Diantaranya yang Pertama adalah : Supernova dapat dijadikan sebagai alat untuk menentukan dimensi dari Alam Semesta ini. Ini dikarenakan Supernova sangat terang, cahayanya yang terang ini bisa dilihat dari jarak ratusan milyar tahun cahaya. Ini juga memungkinkan estimasi berapa lama Galaxy tersebut bergerak dan juga kita dapat mengetahui usia dari Jagad Raya ini.

Dan peran yang Kedua adalah : Supernova dapat digunakan sebagai agent perubaha dari Jagad Raya. Gelombang kejut yang berasal dari Supernova mempertanggung jawabkan berbagai pola spektakuler di ruang angkasa dalam Jagad Raya ini. Adiasi yang dihasilkan oleh Supernova ini dapat memungkinkan terjadinya mutasi genetik dalam organisme hidup yang ada di dalam Jagad Raya ini. Dan ini menghasilkan meanisme bagi perubahan evolusioner. Bersambung…



Kalau ingin men-Donload artikel ini, gak usah Copy-Paste. Di bawah sendiri dari halaman ini ada kotak "Free Download Article & Documents" ,, kamu klik aja link itu. Karena Copy-Paste, sekarang itu sudah nggak jaman.

Next episode...... Next episode......

Astronomy : Beberapa Tipe Supernova

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel yang berjudul “Dari mana asal Bintang? Bagaimana mereka bisa bersinar? Dan asal Supernova…” yang tedapat di alamat ini. Maka dari itu, bacalah dulu artikel tersebut dan baru kemudian kamu baca artikel ini. Supaya kamu bisa nyambung bahasannya.

Untuk mengetahui tipe Supernova, maka kita
harus mengkaji hasil dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan oleh para astronom. Dan tentunya kita harus mengerti dan memahami apa itu Supernova. Untuk lebih memahami bagaimana tipe dari Supernova itu, ini ada sedikit hasil dari beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh para astronom terdahulu.

Sampai pada akhirnya manusia semakin penasarn akan Supernova. Maka mereka terus melakukan penelitian dan akhirnya penelitian itu membuahkan hasil. Dari hasl tersebut didapatkan bahwa pada 12 Supernova pertama di IC 4182 yang telah ditemui dan selanjutnya diteliti, mereka mempunyai tipe kurva cahaya dan spektranya sama. Dimana gemerlap cahayanya dari cahaya minimun ke maximum memakan waktu kira-kira 2 pekan lamanya. Dan gemerlap tersebut akan turun secara eksponensisal pada waktu selanjutnya. Tipe Supernova ini diberi nama dengan Supernova Type I.

Sedangkan pada Supernova yang ke 13 yang telah ditemui pada tahun 1940 M, kurva cahaya dan spektrumnya berbeda dengan Supernova yang telah ditemui terdahulu. Perbedaannya terletak pada lama waktu gemerlap cahaya yang digunakan. Waktu yang digunakan untuk gemerlap cahaya dari tingkat minimum ke maximum pada Supernova ke-13 ini lebih lama dan waktu yang diperlukan untuk menurun secara eksponensial juga lebih lambat dari Supernova yang terlebih dulu ditemukan. Supernova yang ke-13 tersebut kemudian deisebut sebagai Supernova Type II.

Di kedua tipe tersebut terdapat beberapa perbedaan. Ini dikemukakan oleh para astronom yang telah berkali-kali meakukan penelitian tentang Supernova. Dimankah perbedaan anatara Type I dengan Type II? Diantaranya ini adalah perbedaannya dari Type I dan Type II ;garis emisi yang terdapat pada Supernova Type I lebih lebar dari hidrogen yang ada pada Type II. Dan letak tempat dari keduanya juga berbeda. Dimana letak terjadinya Supernova Type II hanya terjadi di bagian lengan dari Galaxy Spiral, itu terletak diantara gugus massif dan cerah. Sedangkan letak terjadinya Supernova Type I bisa terjadi dimana-mana. Bisa terjadi di bagian pusat, di bagian lengan, ataupun di bagian tepi dari Galaxy Spiral. Bersambung…



Kalau ingin men-Donload artikel ini, gak usah Copy-Paste. Di bawah sendiri dari halaman ini ada kotak "Free Download Article & Documents" ,, kamu klik aja link itu. Karena Copy-Paste, sekarang itu sudah nggak jaman.

Next episode...... Next episode......

Astronomy : Apa sih Supernova itu???

>> 

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel yang berjudul “Bintang? Berapa banyak? Bisa terhapus?” yang tedapat di alamat ini. Maka dari itu, bacalah dulu artikel tersebut dan baru kemudian kamu baca artikel ini. Supaya kamu bisa nyambung bahasannya.

Apa sih supernova itu??? Yang pasti ini berhubungan dengan ilmu astronomi (perbintangan). Nggak mungkin kan nyangkut masalah makanan kita. He..he… kalau kamu belum tahu, ini sedikit penjelasan yang bias aku kasih ke kamu yang belum tahu.

Kata supernova berasal dari bahasa latin supernovae.
Satu kata tersebut sebenarnya terdiri dari dua kata yaitu: super dan nova, yang masing-masing mempunyai arti yang berbeda.
Nova berarti ledakan dari suatu bintang yang berpendar mencolok selama dalam kurun waktu beberapa minggu.
Sedangkan, super mempunyai arti lebih besar, maka dari itu supernova memiliki arti ledakan dari suatu bintang yang berpendar mencolok selama dalam kurun waktu beberapa bulan lamanya, bahkan sampai tahunan.

Bintang-bintang yang bersinar tentunya mempunyai energy sendiri maupun pancaran dari benda langit lainnya. Nahhh, bintang yang mengalami supernova juga mempunyai energy sendiri. Energy yang dipancarkan supernova sangat besar. Pada tahun 1885 M, supernova telah menjadikan sejarah baru.

Energy yang dipancarkan oleh supernova tersebut bertahan selama dalam kurun waktu 1 bulan. Dan energy tersebut mempunyai persamaan dengan energy yang dipancarkan oleh matahari selama dalam kurun waktu 10 juta (10.000.000) tahun lamanya. Bersambung...

Next episode...... Next episode......

Astronomy : Bintang? Berapa Banyak? Bisa terhapus?

Kalau kita melihat bintang di malam hari, setidaknya ada sembilan ribu (9.000) bintang yang bisa kita lihat di langit malam dengan mata telanjang. Yang menjadi pertanyaan adalah, bisakah bintang-bintang itu terhapus??

Seperti yang telah diberitakan dalam Al Qur’an surat Al Murasalat ayat 81 ini :
فَإِذَا النُّجُومُ طُمِسَتْ (٨)
Artinya : “8. Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan,…”

Dan isyarat apakah yang diperoleh dari bintang yang terhapus itu?? Alam semesta akan kiamat ataukah ada tanda-tanda yang lainnya??? Itulah yang menjadi pertanyaan terbesar sepanjang masa.

Pada abad yang ke 2 sebelum masehi (SM), astronom Hipparchus dari Nicea menyusun sebuah catalog bintang beserta posisinya, yang memuat keterangan lintrang dan bujur dari bintang tersebut. Catalog tersebut memuat sekitar 850 bintang. Dan 4 abad sesudah tersusunnya catalog tersebut yaitu abad ke-2 Masehi (2 M), Claudius Ptolomeus mengadopsi catalog tersebut dan menambahi catalog tersebut dengan bintang yang berjumlah 170 bintang, sehingga bintang yang ada di dalam catalog tersebut totalnya berjumlah 1020 bintang.katalog tersebut menjadi Volume 7 dari Buku Almagest dan menjadi rujukan ilmu astronomi selama 1500 tahun lamanya.

Di dalam Museum Kutapraja Suzhou yang terletak di negeri China, ada peta bintang yang terpahat di sebuah batu sampai dengan tahun 1247 M dan peta yang terpahat di batu tersebut memuat 1500 bintang. Posisi bintang- bintang yang ada dalam peta tersebut sama persis dengan posisi bintang-bintang di dalam peta modern. Ada sebuah bintang yang terletak di sebelah barat laut yang bernama T’ien-kuan, yang sekarang ini sudah tidak ada. Ini menandakan bintang tersebut sudah terhapus dari jagad raya ini. Bersambung...

Next episode...... Next episode......

Related Websites

Vistors

Locations of visitors to this page free counters

Blogger Blog Review at Blogged

Shout Box Comment

  © Roshid Theme by scenica.co.cc 2009

TOP  

skater