Mlampah - Mlampah ten Negari Sakura
>>
Pada waktu itu hari selasa sore, aku bersiap untuk keberangkatanku dengan penerbangan Garuda Indonesia yang bernomorkan GA331 dari Surabaya ke Tokyo, tepatnya ke bandara Narita. Penerbangan ini menelan uang sebesar 1,596 USD. Hatiku sungguh menggelora bak hujan di pagi hari yang cerah. Suasana sore itu bagaikan pagi buta aku terbangun oleh kemercik air yang membasahi daun-daun pohon dan rerumputan. Ketika berkemaspun pikiranku sudah terbang jauh ke Jepang dan membayangkan aktivitasku disana.
| Pesawat Garuda Indonesia |
| Tempat duduk di Garuda Indonesia |
Tak terasa perjalanan yang panjang dan menyenangkan telah berakhir dan aku tiba di bandara narita tepat pukul 9 pagi waktu Tokyo, tepat sesuai jadwal yang diberikan padaku. Selanjutnya aku mencari barang-barangku dan aku segera menuju bis limousine yang sudah menungguku beserta penumpang lainnya untuk keluar dari bandara Narita.
Setelah sampai di terminal, aku mencari-cari sebuah taksi yang cocok untuk mengantarku. Tak lama kemudian, salah satu taksi yang berada di terminal menjadi pilihanku. Aku memaskukkan barang-barangku ke dalam bagasi taksi dan sebagian yang penting aku bawa termasuk dompet dan passportku. Aku bilang kepada sopir taksinya untuk mengantarku keliling kota sebentar dan mengantarku ke Tokyo Prince Hotel. Karena aku sudah memesan kamar di hotel tersebut sebelum aku berangkat ke Tokyo. Hotel itu dekat dengan Tokyo Tower dan dari kamar aku bisa memandangi kemolekan serta suasana di sekitar Tokyo Tower. Karena itu aku sengaja memlilih Tokyo Prince Hotel sebagai tempat tinggalku untuk sementara waktu. Biaya yang dikeluarkan untuk memesan kamar Twin Bed and Breakfast selama 3 hari kedepan sebesar 60,000 yen. Sedangkan harga yang harus kubayarkan untuk jasa taksi yang telah megantarku sebesar 22,350 yen.
![]() |
| Tokyo Prince Hotel dan Tokyo Tower |
![]() |
| Kamar Tokyo Prince Hotel |
Setelah aku terbangun, aku bersiap-siap untuk mandi serta memesan minuman dan makanan ringan ke pelayanan hotel. Di balkon luar jendela, aku menikmati suasana sore hari kota Tokyo yang segar nan indah dan menyejukkan hati dan pikiran.
Sebelum petang melanda Tokyo, aku segera turun ke lobi dan keluar dari hotel untuk jalan-jalan ke Tokyo Tower. Untuk naik ke Tokyo Tower aku mengeluarkan uang sebesar 1,420 yen, memang mahal karena aku naik sampai ke puncaknya. Kalau tidak naik sampai puncak –naik hanya setengah tingginya– tidak semahal itu, hanya mrngrluarkan uang kira-kira sebesar 800 yen. Dari Tokyo Tower aku dapat melihat pemandangan sekitar Tokyo Tower, keramaian kota Tokyo, indahnya suasana cakrawala Tokyo ketika senja meranjak petang, dan terlihat pula Prince Hotel Tokyo –hotel tempat aku menginap.
![]() |
| Tokyo Tower |
Setalah santap malam dan puas jalan-jalan sambil membeli jajan, aku kembali ke hotel untuk beristirahat. Karena sudah terlalu banyak makanan yang kumasukkan ke mulutku, aku tertidur pulas sekali malam itu. Sampai jam 5 pagi waktu Tokyo aku terbangunkan oleh sepercik suara angin dari luar jendela. Dan aku bersegera ke jendela untuk melihat gerangan yang terjadi. Ternyata tidak ada apa-apa dengan jendelanya, hanya anginnya terlalu kencang untuk memeluk jendela kaca yang tidak terlalu tebal itu.
![]() |
| Tokyo Disneyland |
Sebenarnya aku ingin ke Tokyo DisneySea, namun karena dalam satu hari tidak boleh ke keduanya maka dari itu aku menggugurkan niatku itu. Setelah puas dan lelah bermain di Tokyo Disneyland, aku menelpon taksi untuk mengantarku ke hotel dengan biaya sebesar 20,150 yen. Dan sesampainya di hotel aku langsung menuju kamar sambil memesan makan malam dan beristirahat sampai pagi menjelang.
Pada hari ketiga di Tokyo, aku pergi ke salah satu perguruan tinggi yang ada di Tokyo untuk melihat proses pembelajaran dan bertanya-tanya tentang beasiswa kesana. Aku pergi kesana menggunakan kereta dengan biaya sebesar 5,210 yen. Terkadang aku juga mengobrol dan bertanya-tanya kepada mahasiswa asli dan asing yang sedang belajar disana.
![]() |
| Gunung Fuji |
Begitu sampai di hotel aku langsung memesan makanan untuk santapanku di malam itu. Begitu lemas dan puas menyantap makan malam, aku ke luar jendela sebentar dan langsung tidur. Agar besok paginya aku bisa bangun lebih cepat untuk beres-beres dan check-out.
![]() |
| Shinkansen Nozomi |
![]() |
| Taman Isuien |
Setelah beberapa waktu lamanya aku berada di taman Isuien, aku merasa waktunya untuk pergi ke hotel Nara. Karena aku telah memesan kamr Twin untuk menginap malam itu. Aku kembali mencari taksi untuk mengantarku ke hotel Nara dengan biaya 381 yen. Sesampainya di hotel aku menyelesaikan administrasi yang belum terselesaikan. Aku memilih hotel Nara karena dekat dengan tempat-tempat yang ingin aku kunjungi, fasilitasnya bagus, dan akses ke stasiun lebih mudah. Dan ketika aku lelah, aku bisa memesan jasa pemijatan yang disediakan oleh hotel tersebut. Aku telah memesan kamar Twin dengan harga 825.940 rupiah. Stelah aku check-in dan meletakkan barang-barangku, aku mandi dan bersiap untuk jalan-jalan keluar hotel untuk mencari santapan buat makan malam dan melihat atmosfer kota tua Nara.setelah itu aku kembali lagi ke hotel dan beristirahat sampai pagi mejelang.
![]() |
| Kuil Kofukuji |
Setelah puas berkekecimpung dengan kuil keluarga Fujiwara, aku beranjak ke Museum Nasional Nara. Museum ini terletak di Nara Park. Dari kuil Kofukuji bisa dicapai dengan jalan kaki. Museum ini menyuguhkan seni dan budaya orang-orang Buddha yang ada di Jepang. dengan uang 500 yen, aku dapat memasuki museum ini beserta kedua sayapnya. Setelah itu aku merasa lapar dan mencari makanan untuk santap siang.
![]() |
| Kuil Kofukuji |
Setelah puas dengan kuil dan museum di Nara, aku menuju ke stasiun Nara dengan menggunakan taksi. Harga yang harus dibayarkan adalah 584 yen. Setelah itu aku naik kereta Kansai Line(JR West) dengan biaya 450 yen dan dilanjutkan naik bus dengan biaya sebesar 620 yen untuk pergi ke bandara Itami.
![]() |
| Hotel Gracery Sapporo |
Esokan harinya, aku bangun jam 5 lebih 18 menit. Aku membuka jendela dan melihat hamparan salju meliuk-liuk di mataku. Aku serasa mimpi berada di Hokkaidou pada musim dingin. Beberapa lama aku terngiang oleh suasana kampungku yang tropis dan tak ada salju sedikitpun. Setelah aku terbangun dari lamunanku, aku segera menuju ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk berkelana di kota Hokkaidou.
Hari pertama di Hokkaidou membuatku sedikit syok karena suhunya yang dingin. Namun itu tidak menjadi halanganku untuk berpetualang. Untuk kunjungan pertama, aku pergi ke Kebun Binatang Asahiyama yang ada di Asahikawa. Jalan kaki terlebih dahulu ke stasiun Sapporo, terus naik kereta Super Kamui No.23 dengan biaya sebesar 2,730 yen san biaya tambahan sebesar 2,460 yen untuk memilih yang ekspres. Selanjutnya transit di stasiun Asahikawa dan pindah kereta Sekihoku Line. Setalah sampai di stasiun Kita-hinode, aku mencari bus no.41 untuk mengantarkan aku ke Kebun Binatang Asahiyama dengan biaya 400 yen.
![]() |
| Beruang Kutub |
![]() |
| Beruang Kutub |
![]() |
| Penguin |
Setelah kenyang, aku mencari taksi untuk mengantarku ke stasiun Kita-hinode dan langsung naik kereta Sekihoku Line dengan biaya 1,600 yen. Diteruskan dengan kereta Okhotsk No.6 dengan biaya 1,810 yen dan lagi dengan kereta Karikachi hingga sampai di stasiun Moshiri. Dari stasiun Moshiri ke daerah sungai Ishikari aku naik taksi seharga 836 yen.
Di daerah sungai Ishikari banyak sekali bangunan pahatan yang terbuat dari es. Ternyata indah sekali pahatan es yang tidak mencair oleh sinar matahari. Pantulan dan biasan sinar yang diakibatkan oleh pahatan es yang bening itu menyilaukan sekitarnya. Aku berada di daerah itu lama sekali sampai malam tiba dan tak terasa perutku sudah keroncongan. Sehingga aku melihat-lihat sekitar tempat itu untuk mencari makan malam.
Setelah makan malam dan jalan-jalan sejenak, aku mencari taksi untuk mengantarkan aku ke staiun Moshiri. Kemudian aku naik kereta Nemuro Line seharga 2,100 yen dan dilanjutkan dengan kereta Super Kamui No.36 dengan biaya sebesar 1,810 yen. Sesampainya di stasiun Sapporo, aku menuju hotel dengan jalan kaki. Ketika sampai di kamar dan setelah rehat sejenak, aku memesan jasa pemijatan yang disediakan oleh pihak hotel dengan biaya 238 yen. Dan akhirnya aku tidur pulas sampai jam 5 pagi.
![]() |
| Gedung Runtuh |
![]() |
| Gedung Rusia |
![]() |
| Istana Es |
![]() |
| Dinosaurus |
Paginya aku bangun lebih awal dari biasanya, jam 4 pagi karena sudah tidur dalam perjalanan naik pesawat malam sebelumnya. Hotel yang kutempati saai itu dekat dengan stasiun Nijojo-Mae dan kuil Nijijo. Begitu aku bangun, langsung mandi dan bersiap-siap untuk berkelanan ke Osaka. Tentunya memesan makan pagi lebih awal dari biasanya. Kemudian aku berjalan ke stasiun Nijojo-Mae dan naik kereta Kyoto City Subway-Tozai Line seharga 250 yen diteruskan dengan kereta Kyoto City Subway-Karasuma Line. Selanjutnya di Kyoto naik kereta Tokaido-San-Yo Line seharga 780 yen diteruskan dengan kereta Osaka Loop Line sampai ke stasiun Osakajokoen.
| Kastil Osaka |
![]() |
| Kastil Osaka pada malam hari |
Setelah tiba di stasiun Osakajokoen, aku langsung pergi ke Kastil Osaka yang berada di depan stasiun. Biaya masuknya sebesar 600 yen dan biaya untuk taman Nishinomaru sebesar 200 yen. Aku senang dengan benda-benda bersejarah. Benda tua belum tentu jelek dan harus dibuang, seharusnya benda tua itu dirawat supaya tidak kelihatan jelek. Seperti Kastil Osaka ini, walaupun umurnya sudah tua tapi kondisinya masih bagus dan keadaan sekitarnya pun bersih serta terawat.
| Museum Sejarah Osaka |
![]() |
| Lorong di Museum Sejarah Osaka |
![]() |
| Artefak di Museum Sejarah |
Setelah itu aku pergi ke Museum Sains Osaka yang berada di daerah Nakanoshima. Aku langsung berjalan ke stasiun Tanimachiyonchome terus naik kereta Osaka City Subway-Tanimachi Line seharga 200 yen diteruskan dengan kereta Osaka City Subway-Yotsubashi Line. Setelah sampai di Higobashi aku berjalan ke Museum Sains kira-kira selama 7 menit lamaya.
![]() |
| Museum Sains Osaka |
![]() |
| Planetarim Museum Sains Osaka |
Begitu aku ke lobi, sekaligus aku memesan makanan untuk makan malam. Sesampainya di kamar, aku istirahat sejenak dan menunggu makanan yang ku pesan datang. Begitu makanannya datang, aku langsung melahapnya tiada ampun. Setelah itu aku mandi lalu tidur.
![]() |
| Kinkakuji |
![]() |
| Stepa Buddha di Kinkakuji |
Sesampainya di Kinkaku-ji, aku segera membayar biaya masuk sebesar 400 yen. Kuil ini dulunya adalah vila penyendirian shogun Ashikaga Yoshimitsu yang sering disebut Rokuonji. Dan sesudah kematiannya vila ini menjadi kuil zen. Kinkakuji dibangun oleh cucu dari shogun Ashikaga Yoshimitsu yaitu Ashikaga Yoshimasa yang inspirasinya datang dari Ginkakuji yang berada di kota Kyoto juga. Di tempat inilah aku banyak mempelajari tetang shogun Ashikaga Yoshimitsu.
Setelah lama berkutat dengan Ashikaga Yoshimitsu dan keluarganya, aku pergi ke tempat yang lainnya. Karena aku bosan setiap hari pergi ke tempat wisata, kali ini aku pergi ke Kyoto Institute of Technology. Aku mencari taksi lagi untuk mengantarku kesana dengan biaya 285 yen. Disana aku bertanya-tanya tentang beasiswa belajar disana dan metode belajar-mengajar disana. Aku juga mengobrol dengan beberapa mahasiswa asing yang ada disana tentang responsiv orang jepang terhadap orang asing yang belajar seperti mereka. Karena rasa penasaranku dn sekaligus aku mencicipi makanan disana dan ternyata beda sekali dengan kualitas makanan di Indonesia.
![]() |
| Kastil Nijo |
![]() |
| Ruangan Dalam |
![]() |
| Pertemuan Shogun |
Setelah sampai hotel aku memesan makan malam terus langsung ke kamar dan mandi. Tak lama setelah aku selesai mandi, makanan yang kupesan telah datang di hadapanku. Akhirnya aku makan di balkon kamarku sambil memandangi suasana kastil Nijojo dan hiruk pikuk malam hari kota Kyoto. Setelah itu aku tidur sampai fajar menjemputku.
Pagi hari jam 5 pagi, aku terbangun oleh suara kicauan burung yang hinggap di balkon kamarku. Terus aku beranjak untuk mandi dan bersiap-siap untuk berpetualang lagi di kota Kyoto. Karena hari ini adalah hari terakhirku, aku menyelesaikan administrasi kamar hotelku dan keluar dari hotel. Kemudian aku beranjak ke stasiun Nijojo-Mae untuk naek kereta Kyoto City Subway-Tozai Line dengan harga 210 yen dan dilanjutkan dengan kereta Keihan Line seharga 150 yen sampai di stasiun Kiyomizu-Gojo. Sesampainya di stasiun Kiyomizu-Gojo aku naik taksi ke Kiyomizudera seharga 560 yen.
![]() |
| Kiyomizudera |
![]() |
| Air Terjun Otowa |


Begitu sampai di kiyomizudera, aku membayarkan uang sebesar 300 yen untuk dapat masuk ke Kiyomizudera. Kiyomizudera juga sering disebut Wooden Stage karena halaman utamanya. Ketika musim semi, pemandangan di Kiyomizudera sangat memukau. Daun-daun dari pepohonan Momoji dan Sakura menjadi sorotan terindah sepanjang mata melihat. Pada saat itu sembilan bangunan sedang dalam masa renovasi sampai bulan Maret 2013. Dibelakang gedung utama dari Kiyomizudera berdiri sebuah kuil yang di dalamnya terdapat Batu Cinta, yaitu kuil Jishu. Dimana batu itu dipercaya dapat membantu menentukan kecocokan sepasang kekasih. Namun aku tidak percaya akan hal itu, jadi aku kesana untuk melihat dan mengaguminya saja. Di gedung utama Kiyomizudera terdapat air terjun Otowa yang airnya dapat diminum oleh pengunjung. Disekeliling pintu masuk dan diluar area Kiyomizudera terdapat kuil Buddha juga. Setelah puas di Kiyomizudera aku beralih lagi ke tempat terakhir yang aku kunjungi di Kyoto, yaitu kuil Yasaka. Sebelum ke kuil Yasaka aku mencari tempat untuk santap siang terlebih dahulu. Lalu aku pergi ke kuil Yasaka dengan jalan kaki.![]() |
| Kuil Yasaka |

Setelah tiba di kuil Yasaka aku langsung masuk begitu saja ke kuil Yasaka tanpa membayar uang sepeserpun. Kuil Yasaka ini merupakan pusat dari festival-festival yang diadakan di Kyoto. Kuil ini terkenal dengan festival musim panas dan juga sering disebut sebagai kuil Gion, karena perayaan Gion diadakan di kuil ini. Festival Gion adalah festival terbesar tidak hanya di kota Kyoto namun juga di Jepang. oleh karena itu kuil Yasaka ini menjadi sangat familiar dengan masyarakat Jepang. Kuil Yasaka ini didirikan sekitar 1350 tahun yang lalu. Halaman utama dari kuil ini adalah kombinasi dari Honden (ruang dalam) dan Haiden (aula penawaran). Di depannya ada panggung dansa dengan ratusan lampu yang menyala saat malam tiba. Di setiap lampunya tertuliskan nama pebisnis lokal yang memberikan donasi. Begitu selesai dengan kuil Yasaka aku langsung pergi ke stasiun Gion Shijo dengan menggunakan Keihan Line.Setelah tiba di stasiun Gion Shijo aku naik kereta Keihan Line seharga 400 yen menuju Yodoyabashi. Setelah sampai di Yodoyabashi, aku naik kereta Osaka City Subway-Midosuji Line seharga 200 yen dan dilanjutkan dengan kereta Nankai Line seharga 390 yen sampai bandara Kansai. Sesampainya di bandara Kansai, aku menuju penerbangan ke Indonesia dengan pesawat Garuda Indonesia GA883 seharga 240,950 yen.
Daftar Pustaka
- Hotel Booking
- Hotel Agoda
- Transportasi Jorudan
- Transportasi Garuda Indonesia
- Lokasi dan Tempat Wisata Japan Guide
- Hotel dan Tempat Wisata Japan I Can
- Lokasi Google Maps
- Tempat Wisata Golden Rama
- Tempat Wisata Matias Stella Next episode...... Next episode......


































