Adsense IndonesiaAdsense IndonesiaAdsense IndonesiaAdsense IndonesiaAdsense IndonesiaAdsense Indonesia
Showing posts with label Story. Show all posts
Showing posts with label Story. Show all posts

Mlampah - Mlampah ten Negari Sakura

>> 

Aku berkesempatan untuk berlibur ke Jepang –bagiku adalah negara teknologi tercanggih saat ini– selama 10 hari lamanya. Jepang merupakan negara pertama yang ingin aku kunjungi semenjak aku kecil. Dewasa ini kemauan dan impian itu semakin bertambah dan tak terukur. Dan alhasil impianku ini menjadi kenyataan. Aku bisa pergi ke jepang, tanpa biaya sepeser pun dari kantong kresek milikku. Ini sungguh membahagiakan hatiku.

Pada waktu itu hari selasa sore, aku bersiap untuk keberangkatanku dengan penerbangan Garuda Indonesia yang bernomorkan GA331 dari Surabaya ke Tokyo, tepatnya ke bandara Narita. Penerbangan ini menelan uang sebesar 1,596 USD. Hatiku sungguh menggelora bak hujan di pagi hari yang cerah. Suasana sore itu bagaikan pagi buta aku terbangun oleh kemercik air yang membasahi daun-daun pohon dan rerumputan. Ketika berkemaspun pikiranku sudah terbang jauh ke Jepang dan membayangkan aktivitasku disana.

Pesawat Garuda Indonesia
Tak lama kemudian jam 9 malam, pesawat yang ku tumpangi beranjak ke cakrawala. Aku duduk terdiam sambil melihat pemandangan keluar jendela. Terlihat bandara Juanda yang lambat laun pudar dan menghilang ditelan oleh hitamnya malam itu. Ternyata suasana malam itu sangat indah ketika aku baru terbangun dari anganku dan melihat keadaan cakrawala di luar jendela. Suasana malam yang cerah, tanpa mendung yang berarti, rembulan yang bersinar, dan bintang-bintang yang bertaburan di lautan hitam. Aku merasa seolah-olah terbang sendiri seperti superman. Namun aku tergagap karena seorang bidadari pesawat yang cantik jelita datang kepadaku membawakan makanan dan minuman untukku. Sambil makan dan minum aku masih melihat suasana cakrawala melalui jendela.

Tempat duduk di Garuda Indonesia
Tak terasa aku sudah tertidur dengan pulasnya setelah meranjak terbang dari bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Dan akhirnya aku terbangun tepat pukul 5.17 ketika kulihat jam tanganku. Namun aku baru menyadari ketika melihat suasana keluar jendela, ternyata suasana diluar sudah pagi. Matahari pun menengadahkan sinar-sinarnya. Aku terbangun dengan tatapan bidadari pesawat di sampingku dengan membawa coklat panas dan kue. Dalam sisa perjalanan ke bandara Narita, aku menghabiskannya dengan membaca buku sambil mendengarkan music serta sesekali aku menengok keluar untuk melihat-lihat suasana diluar jendela.

Tak terasa perjalanan yang panjang dan menyenangkan telah berakhir dan aku tiba di bandara narita tepat pukul 9 pagi waktu Tokyo, tepat sesuai jadwal yang diberikan padaku. Selanjutnya aku mencari barang-barangku dan aku segera menuju bis limousine yang sudah menungguku beserta penumpang lainnya untuk keluar dari bandara Narita.


Setelah sampai di terminal, aku mencari-cari sebuah taksi yang cocok untuk mengantarku. Tak lama kemudian, salah satu taksi yang berada di terminal menjadi pilihanku. Aku memaskukkan barang-barangku ke dalam bagasi taksi dan sebagian yang penting aku bawa termasuk dompet dan passportku. Aku bilang kepada sopir taksinya untuk mengantarku keliling kota sebentar dan mengantarku ke Tokyo Prince Hotel. Karena aku sudah memesan kamar di hotel tersebut sebelum aku berangkat ke Tokyo. Hotel itu dekat dengan Tokyo Tower dan dari kamar aku bisa memandangi kemolekan serta suasana di sekitar Tokyo Tower. Karena itu aku sengaja memlilih Tokyo Prince Hotel sebagai tempat tinggalku untuk sementara waktu. Biaya yang dikeluarkan untuk memesan kamar Twin Bed and Breakfast selama 3 hari kedepan sebesar 60,000 yen. Sedangkan harga yang harus kubayarkan untuk jasa taksi yang telah megantarku sebesar 22,350 yen.

Tokyo Prince Hotel dan Tokyo Tower
Setelah sesampainya di hotel aku menuju ke restoran untuk santap siang. Baru setelah itu aku beranjak ke lobi untuk check-in kamar hotel yang telah aku pesan sebelumnya. Sambil menunggu proses administrasinya aku melihat-lihat sisi kanan-kiriku. Di lobi ternyata banyak orang-orang bersetelan jas yang sedang duduk-duduk di kursi sambil menunggu client mereka. Hotel ini memang terkenal dan cocok pula untuk menjamu para client dari perusahaan-perusahaan besar yang ada di sana. Tak lama kemudian bengongku pun terselesaikan oleh petugas hotel yang menyerahkan kunci kamar padaku. Dan langsung setelah menerima kunci aku segera menuju ke kamarku. Petugas hotel pun membantu membawakan barang-barangku ke kamar.

Kamar Tokyo Prince Hotel
Di kamar, aku merebahkan badan setelah membuka jendela dan melihat-lihat keadaan sekitar diluar jendela itu. Karena badanku sangat lelah dan butuh istirahat. Walaupun di pesawat aku sudah tidur dan cukup nyaman, namun itu belum cukup bagiku untuk menyegarkan badan ini. Alhasil pun aku tidur beberapa saat agar bangun nanti aku dapat menikmati suasana hotel dan sekitar dengan badan yang segar dan nyaman.

Setelah aku terbangun, aku bersiap-siap untuk mandi serta memesan minuman dan makanan ringan ke pelayanan hotel. Di balkon luar jendela, aku menikmati suasana sore hari kota Tokyo yang segar nan indah dan menyejukkan hati dan pikiran.

Sebelum petang melanda Tokyo, aku segera turun ke lobi dan keluar dari hotel untuk jalan-jalan ke Tokyo Tower. Untuk naik ke Tokyo Tower aku mengeluarkan uang sebesar 1,420 yen, memang mahal karena aku naik sampai ke puncaknya. Kalau tidak naik sampai puncak –naik hanya setengah tingginya– tidak semahal itu, hanya mrngrluarkan uang kira-kira sebesar 800 yen. Dari Tokyo Tower aku dapat melihat pemandangan sekitar Tokyo Tower, keramaian kota Tokyo, indahnya suasana cakrawala Tokyo ketika senja meranjak petang, dan terlihat pula Prince Hotel Tokyo –hotel tempat aku menginap.

Tokyo Tower
Setelah puas jalan-jalan di sekitar Tokyo Tower aku mencari restoran yang berada di sekitar daerah tersebut untuk santap malam. Tak lama aku mencari dan memilih akhirnya aku menemukan tempat yang cocok dan memuaskan seleraku. Kali ini aku mencoba makanan jepang seperti ramen dan sashimi. Ramennya sangat lembut dan enak sekali, sedangkan daging sashiminya sangat lembut sampai-sampai tidak terasa kalau mengunyah dagingnya. Katanya orang jepang makan daging sashimi itu lebih enak lagi dicampur dengan sake, namun aku tidak mencobanya. Karena hanya dengan apa adanya sashimi yang dihidangkan itu saja sudah cukup bagiku untuk merasakan kelezatan dari sashimi asli Jepang.

Setalah santap malam dan puas jalan-jalan sambil membeli jajan, aku kembali ke hotel untuk beristirahat. Karena sudah terlalu banyak makanan yang kumasukkan ke mulutku, aku tertidur pulas sekali malam itu. Sampai jam 5 pagi waktu Tokyo aku terbangunkan oleh sepercik suara angin dari luar jendela. Dan aku bersegera ke jendela untuk melihat gerangan yang terjadi. Ternyata tidak ada apa-apa dengan jendelanya, hanya anginnya terlalu kencang untuk memeluk jendela kaca yang tidak terlalu tebal itu.

Tokyo Disneyland
Paginya aku pergi ke Tokyo Disneyland untuk bermain-main dengan menggunakan kereta dengan biaya sebesar 7,800 yen. Aku bermain seharian di Tokyo Disneyland sampai petang melanda kota Tokyo. Namun sebelum berangkat ke disneyland aku sarapan dulu di hotel, karena itu merupakan paket pelayanan dari kamar yang aku sewa. Di Tokyo Disneyland aku bermain macam-macam sampai aku tak ingat aku bermain apa saja dan mengunjungi apa saja. Yang aku ingat hanya beberapa tempat saja seperti Theatre Orleans, Gadget’s Go Coaster, Space Mountain, dan Tom Sawyer Island Rafts. Yang lainnya sudah dalam kenanganku saja, tak ada dalam pikiranku yang bisa kuingat. Yang jelas pada hari itu aku mengeluarkan uang sebesar 6,200 yen untuk bermain selama seharian di Tokyo Disneyland dan untuk makannya aku menghabiskan uang sebesar 15,290 yen.

Sebenarnya aku ingin ke Tokyo DisneySea, namun karena dalam satu hari tidak boleh ke keduanya maka dari itu aku menggugurkan niatku itu. Setelah puas dan lelah bermain di Tokyo Disneyland, aku menelpon taksi untuk mengantarku ke hotel dengan biaya sebesar 20,150 yen. Dan sesampainya di hotel aku langsung menuju kamar sambil memesan makan malam dan beristirahat sampai pagi menjelang.

Pada hari ketiga di Tokyo, aku pergi ke salah satu perguruan tinggi yang ada di Tokyo untuk melihat proses pembelajaran dan bertanya-tanya tentang beasiswa kesana. Aku pergi kesana menggunakan kereta dengan biaya sebesar 5,210 yen. Terkadang aku juga mengobrol dan bertanya-tanya kepada mahasiswa asli dan asing yang sedang belajar disana.

Gunung Fuji
Setelah itu aku mencari taksi untuk menganrtarku ke Fujiyama. Aku mengeluarkan uang sebesar 438 yen untuk ongkos taksi yang telah berjasa mengantarku. Aku bersantai-santai dan makan siang di kaki gunung Fuji selama beberapa saat. Setelah itu aku mencoba mendaki ke puncak namun aku hanya sampai di pos pertama karena kemarin aku tidak persiapan jadi aku terlalu lelah. Dan akhirnya aku pergi ke puncak dengan lift yang telah disediakan. Disana aku melihat pemandangan gunung yang diselimuti oleh kota-kota yang ramai. Sungguh indah sekali yang menciptakan dunia ini, itu yang kukatakan ketika melihat pemandangan itu. Setelah puas berada di gunung Fuji, aku langsung mencari taksi untuk kembali lagi ke hotel.

Begitu sampai di hotel aku langsung memesan makanan untuk santapanku di malam itu. Begitu lemas dan puas menyantap makan malam, aku ke luar jendela sebentar dan langsung tidur. Agar besok paginya aku bisa bangun lebih cepat untuk beres-beres dan check-out.
Shinkansen Nozomi
Setelah aku puas berjalan-jalan di hiruk pikuk kota Tokyo dan segenap bumbunya, paginya aku beralih ke kawasan yang paling tua yaitu Nara. Aku meminta sopir taksi untuk mengantarku ke stasiun Tamachi, Tokyo dengan upah sebesar 3,025 yen. Kemudian sesampainya aku di Tamachi stasiun, aku naik kereta Keihintohoku Line dan membayar 8,510 yen. Setelah itu di Shinagawa, aku berganti kereta ke shinkansen Nozomi No.39 dengan upah 10,180 yen. Di Shin-Osaka aku berganti kereta lagi dengan Nara Line. Dalam perjalanan aku gunakan untuk istirahat sambil mendengarkan musik.

Taman Isuien
Setelah sampai di stasiun, aku mencari taksi untuk mengantarku ke taman Isuien. Karena bukanya sampai jam setengah 5 sore, aku bergegas kesana untuk relaksasi dan melihat pemandangan sore hari di kota tua Nara. Biaya masuk taman Isuien sebesar 650 yen. Aku jalan-jalan sambil melihat suasana sekitar taman dan orang-orang yang sedang berkunjung pada sore itu. orang-orangnya ramah dan menyenangkan sekali jika diajak berbicara.

Setelah beberapa waktu lamanya aku berada di taman Isuien, aku merasa waktunya untuk pergi ke hotel Nara. Karena aku telah memesan kamr Twin untuk menginap malam itu. Aku kembali mencari taksi untuk mengantarku ke hotel Nara dengan biaya 381 yen. Sesampainya di hotel aku menyelesaikan administrasi yang belum terselesaikan. Aku memilih hotel Nara karena dekat dengan tempat-tempat yang ingin aku kunjungi, fasilitasnya bagus, dan akses ke stasiun lebih mudah. Dan ketika aku lelah, aku bisa memesan jasa pemijatan yang disediakan oleh hotel tersebut. Aku telah memesan kamar Twin dengan harga 825.940 rupiah. Stelah aku check-in dan meletakkan barang-barangku, aku mandi dan bersiap untuk jalan-jalan keluar hotel untuk mencari santapan buat makan malam dan melihat atmosfer kota tua Nara.setelah itu aku kembali lagi ke hotel dan beristirahat sampai pagi mejelang.


Kuil Kofukuji
Paginya aku bangun tepat jam 5 dan langsung bersiap untuk beraktivitas di hari itu. sebelum berangkat aku menyantap makan pagiku yang telah disediakan oleh pihak hotel. Tentu saja sekaligus check-out dari hotel. Dan tempat pertama yang aku kunjungi adalah kuil Kofukuji. Karena kuil itu digunakan oleh keluarga Fujiwara, dimana keluarga terkuat selama zaman Nara dan Heian. Biaya yang harus dibayarkan untuk masuk ke Treasure House adalah 500 yen, sedangkan untuk masuk ke Eastern Golden Hall adalah 300 yen. Sedangkan perjalanan kesana dapat ditempuh dengan jalan kaki.

Setelah puas berkekecimpung dengan kuil keluarga Fujiwara, aku beranjak ke Museum Nasional Nara. Museum ini terletak di Nara Park. Dari kuil Kofukuji bisa dicapai dengan jalan kaki. Museum ini menyuguhkan seni dan budaya orang-orang Buddha yang ada di Jepang. dengan uang 500 yen, aku dapat memasuki museum ini beserta kedua sayapnya. Setelah itu aku merasa lapar dan mencari makanan untuk santap siang.

Kuil Kofukuji
Setelah melihat-lihat apa yang ada disana dan makan siang aku beralih lagi ke kuil lainnya, yaitu kuil Todaiji. Disini adalah tempat diadakannya acara upacara perayaan agama Buddha. Kuilnya sangat besar dan indah. Harga yang harus dibayarkan untuk memasuki kuil ini adalah 500 yen.

Setelah puas dengan kuil dan museum di Nara, aku menuju ke stasiun Nara dengan menggunakan taksi. Harga yang harus dibayarkan adalah 584 yen. Setelah itu aku naik kereta Kansai Line(JR West) dengan biaya 450 yen dan dilanjutkan naik bus dengan biaya sebesar 620 yen untuk pergi ke bandara Itami.

Hotel Gracery Sapporo
Setelah sampai di bandara Itami, aku naik pesawat domestik Airline J-AIR2019 dengan biaya 43,500 yen untuk penerbangan ke bandara Shin-Chitose. Setelah sampai di bandara Shin-Chitose, aku naik kereta Airport No.221 dengan biaya 1,040 yen. Setelah itu berjalan sampai di Hotel Gracery Sapporo dan memesan kamar Ranjang Double Kecil yang berharga 1.439.164 rupiah. Begitu aku dapat kuncinya aku segera beranjak ke kamar dan langsung beristirahat. Karena keadaan diluar sangat dingin dan badanku sudah pegal semua.

Esokan harinya, aku bangun jam 5 lebih 18 menit. Aku membuka jendela dan melihat hamparan salju meliuk-liuk di mataku. Aku serasa mimpi berada di Hokkaidou pada musim dingin. Beberapa lama aku terngiang oleh suasana kampungku yang tropis dan tak ada salju sedikitpun. Setelah aku terbangun dari lamunanku, aku segera menuju ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk berkelana di kota Hokkaidou.



Hari pertama di Hokkaidou membuatku sedikit syok karena suhunya yang dingin. Namun itu tidak menjadi halanganku untuk berpetualang. Untuk kunjungan pertama, aku pergi ke Kebun Binatang Asahiyama yang ada di Asahikawa. Jalan kaki terlebih dahulu ke stasiun Sapporo, terus naik kereta Super Kamui No.23 dengan biaya sebesar 2,730 yen san biaya tambahan sebesar 2,460 yen untuk memilih yang ekspres. Selanjutnya transit di stasiun Asahikawa dan pindah kereta Sekihoku Line. Setalah sampai di stasiun Kita-hinode, aku mencari bus no.41 untuk mengantarkan aku ke Kebun Binatang Asahiyama dengan biaya 400 yen.
Beruang Kutub

Beruang Kutub
Penguin
Biaya yang dikeluarkan untuk memasuki Kebun Binatang Asahikawa sebesar 800 yen. Buka mulai dari jam 10.30 pagi sampai 15,30 sore pada waktu musim salju. Banyak sekali binatang-binatang yang hidupnya terawat namun tidak terkukung oleh sarana san prasarana yang telah disediakan. Seperti beruang kutub, ikan, domba, serigala, dan lain sebagainya. Suasana pagi itu sangat dingin tapi binatang-binatang yang ada disana sangat menikmati suasana itu serta dikerumuni oleh banyak orang. Setelah melihat binatang-binatang itu aku men jadi lapar. Kemudian aku berjalan kaki ke Ramen Village di dekatnya Kebun Binatang Asahiyama. Disana aku makan 2 mangkuk ramen yang per mangkuknya seharga 800 yen. Ramennya enak sekali. Kalau bisa aku bawa pulang, pasti penjualnya sekaligus aku bawa pulang ke rumah.

Setelah kenyang, aku mencari taksi untuk mengantarku ke stasiun Kita-hinode dan langsung naik kereta Sekihoku Line dengan biaya 1,600 yen. Diteruskan dengan kereta Okhotsk No.6 dengan biaya 1,810 yen dan lagi dengan kereta Karikachi hingga sampai di stasiun Moshiri. Dari stasiun Moshiri ke daerah sungai Ishikari aku naik taksi seharga 836 yen.

Di daerah sungai Ishikari banyak sekali bangunan pahatan yang terbuat dari es. Ternyata indah sekali pahatan es yang tidak mencair oleh sinar matahari. Pantulan dan biasan sinar yang diakibatkan oleh pahatan es yang bening itu menyilaukan sekitarnya. Aku berada di daerah itu lama sekali sampai malam tiba dan tak terasa perutku sudah keroncongan. Sehingga aku melihat-lihat sekitar tempat itu untuk mencari makan malam.

Setelah makan malam dan jalan-jalan sejenak, aku mencari taksi untuk mengantarkan aku ke staiun Moshiri. Kemudian aku naik kereta Nemuro Line seharga 2,100 yen dan dilanjutkan dengan kereta Super Kamui No.36 dengan biaya sebesar 1,810 yen. Sesampainya di stasiun Sapporo, aku menuju hotel dengan jalan kaki. Ketika sampai di kamar dan setelah rehat sejenak, aku memesan jasa pemijatan yang disediakan oleh pihak hotel dengan biaya 238 yen. Dan akhirnya aku tidur pulas sampai jam 5 pagi.

Gedung Runtuh
Gedung Rusia
Istana Es
Di pagi hari itu, aku memulainya dengan membuka jendela kamarku, ternyata aku masih di Hokkaidou. Aku berpikir bahwa yang kemarin aku temui hanya dalam mimpi, tapi ternyata bukan. Hari itu hari terakhirku di Hokkaidou. Sebelum berangkat jalan-jalan, aku check-out dari hotel terlebih dahulu. Aku tidak pergi kemana-mana pada hari itu karena di sekitar Sapporo sendiri ada matsuri yang digelar, yaitu Yuki Matsuri. Yuki Matsuri adalah festival terbesar yang ada di Hokkaidou. Perayaannya diadakan selama satu minggu di daerah Odori, daerah Susukino, dan daerah Tsu Dome. Aku sangat menikmati suasana hari terakhir di Hokkaidou pada waktu itu.

Dinosaurus
Tak terasa sudah hampir larut malam. Aku segera beranjak ke stasiun Sapporo dengan menggunakan jasa taksi sebesar 280 yen. Dan kemudian aku langsung naik kereta Airport No.160 dengan biaya 1,040 yen dan biaya tambahan sebesar 300 yen. Sesampainya di bandara Shin-Chitose aku naik pesawat Airline JAL2016 dengan biaya 43,500 yen untuk terbang ke Osaka. Setelah sampai di bandara Itami, aku naik Osaka-Monorail seharga 420 yen diteruskan dengan Hankyu-Kyoto Line yang harganya 310 yen. Kemudian setelah sampai di Kyoto, aku berganti kereta Kyoto City Subway-Karasuma Line dengan biaya 210 yen dan diteruskan dengan kereta Kyoto City Subway-Tozai Line. Setelah sampai di Nijojo-Mae aku berjalan ke hotel Ana dan memesan kamar Standard Room (Best Flex Rate) yang harganya 16.230 yen. Setelah aku mendapatkan kunci kamarku, aku langsung menuju ke kamar dan memesan makanan untuk makan malam. Setelah itu aku langsung mandi dan istirahat.

Paginya aku bangun lebih awal dari biasanya, jam 4 pagi karena sudah tidur dalam perjalanan naik pesawat malam sebelumnya. Hotel yang kutempati saai itu dekat dengan stasiun Nijojo-Mae dan kuil Nijijo. Begitu aku bangun, langsung mandi dan bersiap-siap untuk berkelanan ke Osaka. Tentunya memesan makan pagi lebih awal dari biasanya. Kemudian aku berjalan ke stasiun Nijojo-Mae dan naik kereta Kyoto City Subway-Tozai Line seharga 250 yen diteruskan dengan kereta Kyoto City Subway-Karasuma Line. Selanjutnya di Kyoto naik kereta Tokaido-San-Yo Line seharga 780 yen diteruskan dengan kereta Osaka Loop Line sampai ke stasiun Osakajokoen.
Kastil Osaka

Kastil Osaka pada malam hari

Setelah tiba di stasiun Osakajokoen, aku langsung pergi ke Kastil Osaka yang berada di depan stasiun. Biaya masuknya sebesar 600 yen dan biaya untuk taman Nishinomaru sebesar 200 yen. Aku senang dengan benda-benda bersejarah. Benda tua belum tentu jelek dan harus dibuang, seharusnya benda tua itu dirawat supaya tidak kelihatan jelek. Seperti Kastil Osaka ini, walaupun umurnya sudah tua tapi kondisinya masih bagus dan keadaan sekitarnya pun bersih serta terawat.


Museum Sejarah Osaka
Lorong di Museum Sejarah Osaka
Selanjutnya aku mencari makan siang karena aku sudah merasa lapar. Setelah itu aku beralih ke Museum Sejarah Osaka yang berada di dekatnya Kastil Osaka. Walaupun dari luarnya kelihatan modern dan tidak terlihat seperti museum sejarah, tapi dalamnya terasa sekali nuansa sejarahnya. Aku seperti berada di zaman Heian, Edo, Nara, dan lain-lain. Di lantai dasar dari museum ini terdapat toko, restoran, dan lobinya juga. Pengunjung yang datang langsung dibawa ke lantai paling atas sendiri, selanjutnya turun dari satu lantai ke satu lantai. Biaya yang dikenakan untuk memasuki museum ini sebesar 600 yen.
Artefak di Museum Sejarah

Setelah itu aku pergi ke Museum Sains Osaka yang berada di daerah Nakanoshima. Aku langsung berjalan ke stasiun Tanimachiyonchome terus naik kereta Osaka City Subway-Tanimachi Line seharga 200 yen diteruskan dengan kereta Osaka City Subway-Yotsubashi Line. Setelah sampai di Higobashi aku berjalan ke Museum Sains kira-kira selama 7 menit lamaya.

Museum Sains Osaka
Museum Sains ini didesain berdasarkan imajinasi dari anak kecil di Jepang. Dan pengunjungnya pun datang dari berbagai belahan penjuru dunia, baiki dari negara-negara eropa, amerika, asia maupun afrika. Di Museum ini ada Planetarium dengan 4 pertunjukan harian dan Imax Dome Theater yang sering disebut Omnimax. Suasana sainsnya sangat terasa ketika aku mulai memasuki pintu depan museum. Aku layaknya seorang profesor yang sedang ke laboratorium untuk sebuah proyek. Semuanya sepadan dengn uang yang harus kubayarkan untuk masuk ke museum ini, yaitu 400 yen belum termasuk ke Omnimax dan Planetariumnya.

Planetarim Museum Sains Osaka
Setelah keliling-keliling, aku kembali lagi ke hotel di Kyoto dengan kereta Keihan-Nakanoshima Line yang berangkat dari stasiun Watanabebahi seharga 460 yen. Kemudian sampai di Sanjo, Kyoto berganti kereta Kyoto City Subway-Tozai Line dengan harga 210 yen. Setelah sampai di stasiun Nijojo-Mae aku berjalan sampai ke hotel.

Begitu aku ke lobi, sekaligus aku memesan makanan untuk makan malam. Sesampainya di kamar, aku istirahat sejenak dan menunggu makanan yang ku pesan datang. Begitu makanannya datang, aku langsung melahapnya tiada ampun. Setelah itu aku mandi lalu tidur.

Kinkakuji
Pagi hari aku bangun sekitar jam 5 dan segera ke kamar mandi untuk mandi terus bersiap-siap untuk berkelana di Kyoto. Kinkaku-ji menjadi tempat pertama yang kupilih karena aku penasaran dengan emas yang menyeliputi kuil tersebut. Oleh karena itu, aku mencari taksi untuk mengantarkan aku kesana. Jika menggunakan kereta api berkali lipat lebih lama daripada dengan taksi. Biaya yang harus dibayarkan untuk membayas taksi sebesar 528 yen.

Stepa Buddha di Kinkakuji

Sesampainya di Kinkaku-ji, aku segera membayar biaya masuk sebesar 400 yen. Kuil ini dulunya adalah vila penyendirian shogun Ashikaga Yoshimitsu yang sering disebut Rokuonji. Dan sesudah kematiannya vila ini menjadi kuil zen. Kinkakuji dibangun oleh cucu dari shogun Ashikaga Yoshimitsu yaitu Ashikaga Yoshimasa yang inspirasinya datang dari Ginkakuji yang berada di kota Kyoto juga. Di tempat inilah aku banyak mempelajari tetang shogun Ashikaga Yoshimitsu.

Setelah lama berkutat dengan Ashikaga Yoshimitsu dan keluarganya, aku pergi ke tempat yang lainnya. Karena aku bosan setiap hari pergi ke tempat wisata, kali ini aku pergi ke Kyoto Institute of Technology. Aku mencari taksi lagi untuk mengantarku kesana dengan biaya 285 yen. Disana aku bertanya-tanya tentang beasiswa belajar disana dan metode belajar-mengajar disana. Aku juga mengobrol dengan beberapa mahasiswa asing yang ada disana tentang responsiv orang jepang terhadap orang asing yang belajar seperti mereka. Karena rasa penasaranku dn sekaligus aku mencicipi makanan disana dan ternyata beda sekali dengan kualitas makanan di Indonesia.
Kastil Nijo
Ruangan Dalam
Selanjutnya aku pergi ke Nijojo dengan menggunakan taksi yang seharga 448 yen. Nijojo dibangun pada tahun 1603 sebagai tempat tinggal shogun pertama di jaman Edo, Tokugawa Ieyasu. Cucunya Iemitsu menyempurnakan kastil ini 23 tahun setelah itu. Kastil Nijojo terdapat beberapa bagian seperti Honmaru (lingkaran pertahanan utama), Ninomaru (lingkaran pertahanan sekunder), dan banyak taman yang berada diantara lingkaran Honmaru dan Ninomaru. Lingkaran dan kastil ini dikelilingi oleh dinding Batu. Setelah puas berkelana di kastil Nijojo dan jalan-jalan di kota Kyoto sebentar, aku kembali ke hotel Ana dengan jalan kaki.
Pertemuan Shogun

Setelah sampai hotel aku memesan makan malam terus langsung ke kamar dan mandi. Tak lama setelah aku selesai mandi, makanan yang kupesan telah datang di hadapanku. Akhirnya aku makan di balkon kamarku sambil memandangi suasana kastil Nijojo dan hiruk pikuk malam hari kota Kyoto. Setelah itu aku tidur sampai fajar menjemputku.

Pagi hari jam 5 pagi, aku terbangun oleh suara kicauan burung yang hinggap di balkon kamarku. Terus aku beranjak untuk mandi dan bersiap-siap untuk berpetualang lagi di kota Kyoto. Karena hari ini adalah hari terakhirku, aku menyelesaikan administrasi kamar hotelku dan keluar dari hotel. Kemudian aku beranjak ke stasiun Nijojo-Mae untuk naek kereta Kyoto City Subway-Tozai Line dengan harga 210 yen dan dilanjutkan dengan kereta Keihan Line seharga 150 yen sampai di stasiun Kiyomizu-Gojo. Sesampainya di stasiun Kiyomizu-Gojo aku naik taksi ke Kiyomizudera seharga 560 yen.
Kiyomizudera
Air Terjun Otowa
Begitu sampai di kiyomizudera, aku membayarkan uang sebesar 300 yen untuk dapat masuk ke Kiyomizudera. Kiyomizudera juga sering disebut Wooden Stage karena halaman utamanya. Ketika musim semi, pemandangan di Kiyomizudera sangat memukau. Daun-daun dari pepohonan Momoji dan Sakura menjadi sorotan terindah sepanjang mata melihat. Pada saat itu sembilan bangunan sedang dalam masa renovasi sampai bulan Maret 2013. Dibelakang gedung utama dari Kiyomizudera berdiri sebuah kuil yang di dalamnya terdapat Batu Cinta, yaitu kuil Jishu. Dimana batu itu dipercaya dapat membantu menentukan kecocokan sepasang kekasih. Namun aku tidak percaya akan hal itu, jadi aku kesana untuk melihat dan mengaguminya saja. Di gedung utama Kiyomizudera terdapat air terjun Otowa yang airnya dapat diminum oleh pengunjung. Disekeliling pintu masuk dan diluar area Kiyomizudera terdapat kuil Buddha juga. Setelah puas di Kiyomizudera aku beralih lagi ke tempat terakhir yang aku kunjungi di Kyoto, yaitu kuil Yasaka. Sebelum ke kuil Yasaka aku mencari tempat untuk santap siang terlebih dahulu. Lalu aku pergi ke kuil Yasaka dengan jalan kaki.

Kuil Yasaka
Setelah tiba di kuil Yasaka aku langsung masuk begitu saja ke kuil Yasaka tanpa membayar uang sepeserpun. Kuil Yasaka ini merupakan pusat dari festival-festival yang diadakan di Kyoto. Kuil ini terkenal dengan festival musim panas dan juga sering disebut sebagai kuil Gion, karena perayaan Gion diadakan di kuil ini. Festival Gion adalah festival terbesar tidak hanya di kota Kyoto namun juga di Jepang. oleh karena itu kuil Yasaka ini menjadi sangat familiar dengan masyarakat Jepang. Kuil Yasaka ini didirikan sekitar 1350 tahun yang lalu. Halaman utama dari kuil ini adalah kombinasi dari Honden (ruang dalam) dan Haiden (aula penawaran). Di depannya ada panggung dansa dengan ratusan lampu yang menyala saat malam tiba. Di setiap lampunya tertuliskan nama pebisnis lokal yang memberikan donasi. Begitu selesai dengan kuil Yasaka aku langsung pergi ke stasiun Gion Shijo dengan menggunakan Keihan Line.

Setelah tiba di stasiun Gion Shijo aku naik kereta Keihan Line seharga 400 yen menuju Yodoyabashi. Setelah sampai di Yodoyabashi, aku naik kereta Osaka City Subway-Midosuji Line seharga 200 yen dan dilanjutkan dengan kereta Nankai Line seharga 390 yen sampai bandara Kansai. Sesampainya di bandara Kansai, aku menuju penerbangan ke Indonesia dengan pesawat Garuda Indonesia GA883 seharga 240,950 yen.

Daftar Pustaka
- Hotel Booking
- Hotel Agoda
- Transportasi Jorudan
- Transportasi Garuda Indonesia
- Lokasi dan Tempat Wisata Japan Guide
- Hotel dan Tempat Wisata Japan I Can
- Lokasi Google Maps
- Tempat Wisata Golden Rama
- Tempat Wisata Matias Stella

Next episode...... Next episode......

The Thirsty Crow

>> 

On a hot day, a thirsty crow flew over a field looking for water. For a long time, she could not find any water. She felt very exhausted almost giving up. Suddenly, she saw a water jug below her. She flew straight some water inside the jug.

The crow tried to push her head into the jug. Sadly, she found that the neck of the jug was the narrow. Then she tried to push the jug down fall the water to flow out. But she found that the jug was too heavy.

The crow thought hard for a while. Then looking around her, she saw some pebble. She suddenly had a good idea for that. She started picking up the pebbles one by one, dropping into the jug. As more and more pebbles field the jug, the water level kept rising. Soon it was high enough for the crow to drink. “Its working!”, she said.

Then she drunk the water and fly again in the sky.

Next episode...... Next episode......

Snow White And The Seven Dwarfs

>> 


Once upon time, there lived a little girl named Snow White. She lived with her aunt and uncle because her parents were dead.

One day she heard her uncle and aunt talking about leaving her in the castle because they both wanted to go to America and they didn’t have enough money to take her.

Snow White didn’t want her uncle and aunt to do that. So, she ran away from her house when her uncle and aunt were having breakfast. She ran away to the forest near her house.

Suddenly, she was very tired and hungry. Then she saw the little cottage in center of forest. She knocked the cottage, but no one answered so she entered the cottage and fell asleep in there.

Meanwhile, the seven dwarfs were coming home from they job. They entered they house. When they come inside, they found a beauty girl asleep on the bed.

When they wanted to touch her, suddenly Snow White woke up. When she opened her eyes, she saw the seven dwarfs around her. And then one of the seven dwarfs asked her, ”What’s your name?” “My name is Snow White”, said Snow White. Then the other dwarf said, “If you wish, you can live here with us.” Snow White was very happy when she heard that and she said, “Thank you very much.”

Then Snow White told the seven dwarfs. The whole story Snow White and the seven dwarfs lived happily ever after.

Next episode...... Next episode......

Sunan Kalijaga

>> 

This is a Legend Story from Jawa Tengah, Indonesia. This story tell about a prince of Demak Kingdom.

Once upon a time, there was a kingdom. Demak was that name. It had a king, his name was Raden Sabur Tumenggung Wilatika. He had a son. And his name was Raden Mas Said. He was very naughty.
One day, Raden Mas Said stealed food and money in a cellar of kingdom, to helped people in his country. Then he had a law from his father (King of the kingdom). Then his father found the teacher to teached him. The teacher’s name was Sunan Muria.
In direction of Sunan Muria as make him became different. He became good man and a hero of the other people. Sunan Muria started the lesson with reading a Al Qur’an. Then he teached science and the other.

Day by day, week by week, month by month, and year by year, was late. He was became a different man. He studied a magic from a special person in the jungle, on his country. Now, he was a real hero of the people. Up to move adult, he had done after all.

Until one day, he became a robber of noble in his country. But the result of his deed, not to eat his. But, he gave it to the other people in his country. Until they called him as an angel for their.

One day, he was robbed a noble who walking alone. The noble looked very rich with his cloth. His name was Sunan Bonang. But, Raden Mas Said didn’t knew that was Sunan Kalijaga. When he looking Sunan Bonang, he was very frightened. Because Sunan Bonang pointed out of his divine power in front of him. It make a fruit on the tree was changed to be a gold. With the result that, Raden Mas Said had been bent down in front of him and requested to be his student.
Because Sunan Bonang was a wise man, he permitted him to be his student. But he gave a requisite to Raden Mas Said. That must isolated in a one side of the river and waited for Sunan Bonang came back again to woke him.

A few years later, Raden Mas Said still isolated in that pace. Until one day, Sunan Bonang came back to woke him from his isolated. He raised Raden Mas Said to be a Sunan like him. And then he give a new name for Raden Mas Said. He called him was Sunan Kalijaga.


Kalau ingin men-Donload artikel ini, nggak usah Copy-Paste. Di bawah sendiri dari halaman ini ada kotak "Free Download Article & Documents"

Next episode...... Next episode......

The Little Mermaid

Once upon a time in the deepest part of the ocean, there lived The King of the sea and his daughter. She was Melody. She was very beautiful girl, she has a sweet voice, and like playing with the other sea animal.

When Melody was 15 years old, she surface of the ocean. On board, there was a ship within a handsome Prince. Suddenly, the ship was sank because there was a storm. Then Melody saved the Prince and brought him to the beach.

Melody was falling in love with him. Then she went to sea bitch and request to helped her. The sea bitch gave a magic drink to Melody. Then Melody drank the water. After Melody drank the water she was changed, she became a perfect girl.

Melody met the prince in the beach and went to the palace. They were became a closed friends. “I’m going to marry the girl who I meet her on the beach and save my live.” said the prince. Melody was broken heart and she looked so sad.

What happen next??? And then, Melody went to the sea bitch request to helped her. The bitch said, “Kill your heartless prince with this (knife)! Then you can get your tail back and come home.” But Melody was loud the prince so much.

Finally, she threw herself into the sea. Then air spirit saved Melody.


Kalau ingin men-Donload artikel ini, nggak usah Copy-Paste. Di bawah sendiri dari halaman ini ada kotak "Free Download Article & Documents"

Next episode...... Next episode......

The Golden Bird

>> 

Part Three
Then the king was obliged to keep his word, and away went the young man and the princess; and the fox came and said to him, ’We will have all three, the princess, the horse, and the bird.’ ’Ah!’ said the young man, ’that would be a great thing, but how can you contrive it?’
’If you will only listen,’ said the fox, ’it can be done. When you come to the king, and he asks for the beautiful princess, you must say, “Here she is!” Then he will be very joyful; and you will mount the golden horse that they are to give you, and put out your hand to take leave of them; but shake hands with the princess last. Then lift her quickly on to the horse behind you; clap your spurs to his side, and gallop away as fast as you can.’
All went right: then the fox said, ’When you come to the castle where the bird is, I will stay with the princess at the door, and you will ride in and speak to the king; and when he sees that it is the right horse, he will bring out the bird; but you must sit still, and say that you want to look at it, to see whether it is the true golden bird; and when you get it into your hand, ride away.’
This, too, happened as the fox said; they carried off the bird, the princess mounted again, and they rode on to a great wood. Then the fox came, and said, ’Pray kill me, and cut off my head and my feet.’ But the young man refused to do it: so the fox said, ’I will at any rate give you good counsel: beware of two things; ransom no one from the gallows, and sit down by the side of no river.’ Then away he went. ’Well,’ thought the young man, ’it is no hard matter to keep that advice.’
He rode on with the princess, till at last he came to the village where he had left his two brothers. And there he heard a great noise and uproar; and when he asked what was the matter, the people said, ’Two men are going to be hanged.’ As he came nearer, he saw that the two men were his brothers, who had turned robbers; so he said, ’Cannot they in any way be saved?’ But the people said ’No,’ unless he would bestow all his money upon the rascals and buy their liberty. Then he did not stay to think about the matter, but paid what was asked, and his brothers were given up, and went on with him towards their home.
And as they came to the wood where the fox first met them, it was so cool and pleasant that the two brothers said, ’Let us sit down by the side of the river, and rest a while, to eat and drink.’ So he said, ’Yes,’ and forgot the fox’s counsel, and sat down on the side of the river; and while he suspected nothing, they came behind, and threw him down the bank, and took the princess, the horse, and the bird, and went home to the king their master, and said. ’All this have we won by our labour.’ Then there was great rejoicing made; but the horse would not eat, the bird would not sing, and the princess wept.
The youngest son fell to the bottom of the river’s bed: luckily it was nearly dry, but his bones were almost broken, and the bank was so steep that he could find no way to get out. Then the old fox came once more, and scolded him for not following his advice; otherwise no evil would have befallen him: ’Yet,’ said he, ’I cannot leave you here, so lay hold of my tail and hold fast.’ Then he pulled him out of the river, and said to him, as he got upon the bank, ’Your brothers have set watch to kill you, if they find you in the kingdom.’ So he dressed himself as a poor man, and came secretly to the king’s court, and was scarcely within the doors when the horse began to eat, and the bird to sing, and princess left off weeping. Then he went to the king, and told him all his brothers’ roguery; and they were seized and punished, and he had the princess given to him again; and after the king’s death he was heir to his kingdom.
A long while after, he went to walk one day in the wood, and the old fox met him, and besought him with tears in his eyes to kill him, and cut off his head and feet. And at last he did so, and in a moment the fox was changed into a man, and turned out to be the brother of the princess, who had been lost a great many many years.

Next episode...... Next episode......

The Golden Bird

>> 

Part Two
When they came to the village, the son followed the fox’s counsel, and without looking about him went to the shabby inn and rested there all night at his ease. In the morning came the fox again and met him as he was beginning his journey, and said, ’Go straight forward, till you come to a castle, before which lie a whole troop of soldiers fast asleep and snoring: take no notice of them, but go into the castle and pass on and on till you come to a room, where the golden bird sits in a wooden cage; close by it stands a beautiful golden cage; but do not try to take the bird out of the shabby cage and put it into the handsome one, otherwise you will repent it.’ Then the fox stretched out his tail again, and the young man sat himself down, and away they went over stock and stone till their hair whistled in the wind.

Before the castle gate all was as the fox had said: so the son went in and found the chamber where the golden bird hung in a wooden cage, and below stood the golden cage, and the three golden apples that had been lost were lying close by it. Then thought he to himself, ’It will be a very droll thing to bring away such a fine bird in this shabby cage’; so he opened the door and took hold of it and put it into the golden cage. But the bird set up such a loud scream that all the soldiers awoke, and they took him prisoner and carried him before the king. The next morning the court sat to judge him; and when all was heard, it sentenced him to die, unless he should bring the king the golden horse which could run as swiftly as the wind; and if he did this, he was to have the golden bird given him for his own.

So he set out once more on his journey, sighing, and in great despair, when on a sudden his friend the fox met him, and said, ’You see now what has happened on account of your not listening to my counsel. I will still, however, tell you how to find the golden horse, if you will do as I bid you. You must go straight on till you come to the castle where the horse stands in his stall: by his side will lie the groom fast asleep and snoring: take away the horse quietly, but be sure to put the old leathern saddle upon him, and not the golden one that is close by it.’ Then the son sat down on the fox’s tail, and away they went over stock and stone till their hair whistled in the wind.

All went right, and the groom lay snoring with his hand upon the golden saddle. But when the son looked at the horse, he thought it a great pity to put the leathern saddle upon it. ’I will give him the good one,’ said he; ’I am sure he deserves it.’ As he took up the golden saddle the groom awoke and cried out so loud, that all the guards ran in and took him prisoner, and in the morning he was again brought before the court to be judged, and was sentenced to die. But it was agreed, that, if he could bring thither the beautiful princess, he should live, and have the bird and the horse given him for his own.

Then he went his way very sorrowful; but the old fox came and said, ’Why did not you listen to me? If you had, you would have carried away both the bird and the horse; yet will I once more give you counsel. Go straight on, and in the evening you will arrive at a castle. At twelve o’clock at night the princess goes to the bathing-house: go up to her and give her a kiss, and she will let you lead her away; but take care you do not suffer her to go and take leave of her father and mother.’ Then the fox stretched out his tail, and so away they went over stock and stone till their hair whistled again.

As they came to the castle, all was as the fox had said, and at twelve o’clock the young man met the princes going to the bath and gave her the kiss, and she agreed to run away with him, but begged with many tears that he would let her take leave of her father. At first he refused, but she wept still more and more, and fell at his feet, till at last he consented; but the moment she came to her father’s house the guards awoke and he was taken prisoner again.

Then he was brought before the king, and the king said, ’You shall never have my daughter unless in eight days you dig away the hill that stops the view from my window.’ Now this hill was so big that the whole world could not take it away: and when he had worked for seven days, and had done very little, the fox came and said. ’Lie down and go to sleep; I will work for you.’ And in the morning he awoke and the hill was gone; so he went merrily to the king, and told him that now that it was removed he must give him the princess.


Next episode...... Next episode......

The Golden Bird (serial)

>> 

This story is fiction, so if I make bad words, I’m very sorry. . ! ! !
Part One
A certain king had a beautiful garden, and in the garden stood a tree which bore golden apples. These apples were always counted, and about the time when they began to grow ripe it was found that every night one of them was gone. The king became very angry at this, and ordered the gardener to keep watch all night under the tree. The gardener set his eldest son to watch; but about twelve o’clock he fell asleep, and in the morning another of the apples was missing. Then the second son was ordered to watch; and at midnight he too fell asleep, and in the morning another apple was gone.

Then the third son offered to keep watch; but the gardener at first would not let him, for fear some harm should come to him: however, at last he consented, and the young man laid himself under the tree to watch. As the clock struck twelve he heard a rustling noise in the air, and a bird came flying that was of pure gold; and as it was snapping at one of the apples with its beak, the gardener’s son jumped up and shot an arrow at it. But the arrow did the bird no harm; only it dropped a golden feather from its tail, and then flew away. The golden feather was brought to the king in the morning, and all the council was called together. Everyone agreed that it was worth more than all the wealth of the kingdom: but the king said, ’One feather is of no use to me, I must have the whole bird.’

Then the gardener’s eldest son set out and thought to find the golden bird very easily; and when he had gone but a little way, he came to a wood, and by the side of the wood he saw a fox sitting; so he took his bow and made ready to shoot at it.
Then the fox said, ’Do not shoot me, for I will give you good counsel; I know what your business is, and that you want to find the golden bird. You will reach a village in the evening; and when you get there, you will see two inns opposite to each other, one of which is very pleasant and beautiful to look at: go not in there, but rest for the night in the other, though it may appear to you to be very poor and mean.’ But the son thought to himself, ’What can such a beast as this know about the matter?’ So he shot his arrow at the fox; but he missed it, and it set up its tail above its back and ran into the wood. Then he went his way, and in the evening came to the village where the two inns were; and in one of these were people singing, and dancing, and feasting; but the other looked very dirty, and poor. ’I should be very silly,’ said he, ’if I went to that shabby house, and left this charming place’; so he went into the smart house, and ate and drank at his ease, and forgot the bird, and his country too.

Time passed on; and as the eldest son did not come back, and no tidings were heard of him, the second son set out, and the same thing happened to him. He met the fox, who gave him the good advice: but when he came to the two inns, his eldest brother was standing at the window where the merrymaking was, and called to him to come in; and he could not withstand the temptation, but went in, and forgot the golden bird and his country in the same manner.

Time passed on again, and the youngest son too wished to set out into the wide world to seek for the golden bird; but his father would not listen to it for a long while, for he was very fond of his son, and was afraid that some ill luck might happen to him also, and prevent his coming back. However, at last it was agreed he should go, for he would not rest at home; and as he came to the wood, he met the fox, and heard the same good counsel. But he was thankful to the fox, and did not attempt his life as his brothers had done; so the fox said, ’Sit upon my tail, and you will travel faster.’ So he sat down, and the fox began to run, and away they went over stock and stone so quick that their hair whistled in the wind.

Next episode...... Next episode......

Story of The Golden Arm

This story is fiction, so don’t angry with it. Enjoy it !
Here was once a man who travelled the land all over in search of a wife. He saw young and old, rich and poor, pretty and plain, and could not meet with one to his mind. At last he found a woman, young, fair, and rich, who possessed a right arm of solid gold. He married her at once, and thought no man so fortunate as he was. They lived happily together, but, though he wished people to think otherwise, he was fonder of the golden arm than of all his wife’s gifts besides.
At last she died. The husband put on the blackest black, and pulled the longest face at the funeral, but for all that he got up in the middle of the night, dug up the body, and cut off the golden arm. He hurried home to hide his treasure, and thought no one would know.
The following night he put the golden arm under his pillow, and was just falling asleep, when the ghost of his dead wife glided into the room. Stalking up to the bedside it drew the curtain, and looked at him reproachfully. Pretending not to be afraid, he spoke to the ghost, and said: “What hast thou done with thy cheeks so red?”
“All withered and wasted away,” replied the ghost, in a hollow tone.
“What hast thou done with thy red rosy lips?”
“All withered and wasted away.”
“What hast thou done with thy golden hair?”
“All withered and wasted away.”
“What hast thou done with thy Golden Arm?”
“Thou Hast It!”
the end . . .




Next episode...... Next episode......

Story of Comet

>> 

Pada tahun 1910 dan 1986 penting artinya bagi kehidupan manusia di seantero dunia ini. Karena pada tahun tersebut, komet yang setiap 76 tahun sekali ini memperkenankan dirinya untk mengunjungi daerah sekitar matahari yang hampir menyinggung bumi. Karena jarak lintasannya yang terlalu dekat dengan bumi sehingga kalau saja jarak tersebut lebih dekat sedikit lagi, kemungkinan besar bumi ini sudah punah. Akan tetapi Allah berkehendak lain, kita harus bersyukur karena kekuasaanya tersebut sekarang kita masih bisa berpijak pada bumi. Memang komet tersebut mempunyai periodik kemunculan did sekitar matahari setelah 76 tahun.

Namun amat disayangkan pada tahun 1986 komet ini tidak memberikan keindahan kepada penduduk bumi secara umum atau menyelruh, yang artinya tidak dari semua panduduk bumi dapat melihatnya pada waktu itu. Hanya sebagian orang yang melihat keindahan dari komet tersebut, tidak seperti pada tahun 1910. Pada tahun 1910 tersebut, orang-orang terpesona melihat keindahan komet ini dan ekornya yang panjang nan indah. Mungkin karena ketuaan komet ini, material penyusun komet sudah terlepas di angkasa, sehingga partikel penyusun yang tersisa pada komet ini tinggal sedikit. Bahkan mungkin juga pada 76 tahun kemunculan yang berikutnya, kita tidak akan pernah melihat keindahannya yang menawan itu.
Garis edar komet tidak seperti garis edar planet atau satelit yang lainnya. Ada komet yang mempunya garis peredarannya berbentk elips, namun eksentrisitasnya sangat besar, seperti garis edar yang dimiliki oleh Komet Halley., sehingga komet tersebut hanya dapat terlihat jika ia sedang beredar di sekitar perihelium lalu menghilang selama lebih dari 70 tahun, ketika ia menjauhi periheliumnya.
Kebanyakan dari komet mempunyai garis peredaran yang berbebtuk parabola atau hyperbola. Sehingga seuah komet yang pernah tampak ketika mendekati matahari, maka setelah kitu kita tidak akan melihatnya untuk yng kedua kalinya, dengan kata lain, umur kita yang terlalu pendek tidak akan mencukupi untuk melihat komet tersebut yang kedua kalinya, karena setelah komet tersebut tampak, maka dia aka menempuh lintasannya yang jauh di ruang angkasa.
Secara fisikal komet terdiri dua bagian utama, yaitu kepala komet dan ekor komet. Kepalanya merupakan bagian utama dari komet tersebut. Bagian ini tersusun dari berbagai gumpalan benda padat yang tidak beraturan bentuknya, yang tersebar diantaranya adalah merupakan inti dari kepala komet tersebut. Di sekitar inti komet tersebut terdapat gumpaln-gumpalan yang lebih kecil ukurannya debu-debu dan mungkin itu adalah es. Bagian yang berada di sekitar inti ini dinamakan koma. Bagian penting yang kedua adalah ekor komet, yang sebenarnya merupakan bagian dari kepala komet yang terlepaskan karena adanya gaya dorong yang berasal dari matahari. Matahari mempunya dua tenaga yang dinamakan solar radiation (radiasi matahari) and solar wind (angin matahari), yang kemudian tenaga tersebut yang menyebabkan bagian halus dari kepala komet terhembuskan keluar dari tempatnya.
Kedua tenaga inilah yang menyebabkan ekor komet selalu menjauhi matahari dan selau memanjang ketika komet tersebut mendekati periheliumnya. Karena bagian halus dari kepala komet tersebut selalu berkurang ketika mendekati periheliumnya dan ketika komet tersebut menjauh dari periheliumnya, maka ekor komet itu menjadi lebih kecil dan semakin kecil. Itulah juga yang menyebabkan orang yang melihat Komet Halley (1986) dan Komet Kohoutek (1973) menjadi kecewa karenanya.
Di ruang angkasa banyak sekali komet-komet yang sedang beredar. Adapun komet yang terkenal adalah Komet Halley yang ditemukan oleh seorang yang bernama Edmund Halley (1705), Komet Ikeya Saki (1965), Komet Kohoutek (1973), dan Komet West (1986). Nama-nama yang tertera pada nama komet tersebut merupakan nama penemu dari komet itu sendiri.


Next episode...... Next episode......

Satelite going to moon...

Rusia meluncurkan sebuah satelit untuk ditujukan ke Bulan. Mereka menamainya Lunik. (Luna berarti Bulan) Lunik I yang melewati Bulan, karena jaraknya yang tidak cukup dekat untuk dikenali oleh gravitasi bulan, berubah menjadi planet buatan, artinya menjadi benda langit yang mengelilingi matahari. dan diperkirakan pada saat ini, Lunik I masih berada di luar angkasa ,dan masih mengelilingi matahari. Benada mekanik yang dibawa oleh Lunik I mengirimkan beberapa laporan benda langit yang telah dilewatinya/berpapasan dengannya. Laporan ini dipantau dari bumi pada tanggal 2 Januari 1959.
Kemudian Lunik II diluncurkan pada tanggal 14 September 1959 yang dapat mendarat di bulan, akan tetapi dengan pendaratan yang keras. Sehingga peralatan yang ada di dalamnya mengalami kerusakan yang sangat parah. Peristiwa ini dicatat sebagai pendaratan pertama benda buatan manusia di Bulan.

Yang selanjutnya adalah Lunik III yang diluncurkan tanggal 4 Oktober 1959. Kali ini Rusia tidak membuang tenaga dan pikran mereka dengan sia-sia, karena pesawat inilah yang berhasil beredar mengelilingi bulan sekali putaran, sehingga pada saat Lunik III ini berada di belakang bulan, ia berhasil memotret bagian belakang dari bulan. Gambar ini kemudian langsung dikirim ke bumi. Walaupun pesawat ini naas ketika sedang memasuki atmosfera bumi karena terbakar, akan tetapi gambar potret belakang bulan yang pertama kali ini dapat diselamatkan dari kemusnahan.
Pada tanggal 3 Maret 1959, kini giliran ilmuwan-ilmuwan Amerika yang menggelar aksinya,mereka meluncurkan Pioneer IV. Pesawat ini mempunyai nasib yang sama dengan pesawat yang sebelumnya yaitu Lunik I, melewati Bulan dan masuk ke ruang angkasa mengorbit matahari.
Selanjutnya berbagai percobaan dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan Amerika ini untuk mengubah arah satelit (Gemini 3), bergabung dan melepaskan diri dari satelit (Gemini 8, 9, dan 10), keluar dari astelit dan mengarungi ruang angkasa (Gemini 4) serta usaha melakukan perbaikan pesawat di ruang angkasa (Gemini 12) dan tak kalah pentingnya, yaitu pendaratan satelit ke bumi. Karena pada saat memasuki atmosfera bumi, pesawat akan bergesekan dengan atmosfera bumi, sehingga membuat pesawat menjadi berpijar dan menyala. Hal tersebut harus dipperhitungkan, agar tidak membuat sang awak pesawat hangus terbakar seperti Laika si anjing antariksawan.
Langkah yang selanjutnya ditempuh adalah Apollo VII yang membawa para astronot Shirra, Eisek, dan Cuningham pada tanggal 11 Oktober 1968 berhasil mengelilingi bulan dan kembali ke bumi dengan selamat.


Next episode...... Next episode......

Legend Story

>> 

Kali ini hal –hal yang baru akan saya sajikan untuk anda lihat di website pribadi saya. Kalo nanti bahasannya cuman hal – hal itu saja orang yang berkunjung pasti bosan melihatnya. Jangankan membaca isinya, hanya untuk melihat saja enggan apalagi untuk membacanya. Betul apa kagak??
Kali ini kami akan menyajikan sebuah serita yang nantinya mungkin menjadi pertimbangan untuk plihan – pilihan selanjutnya atau cuman untuk sekedar hiburan garatis alias gratis alias free alias tanpa biaya. (Kebanyakan alias yahh…) Kali ini saya akan cerita tentang seorang yang menjadi sunan di daerah pulau Jawa. Bukan daerah yang selain pulau Jawa. Coba baca cerita saya kali ini dan mungkin akan bersambung. Jadi tolong dibaca dan jangan malas untuk mengunjungi rutin website saya.
Inilah ceritanya…..!!!!

LEGEND OF SUNAN KALIJAGA
Sekitar tahun 1500-an di kerajaan Demak, seorang raja yang bertahta pada saat itu mempunyai seorang anak yang sangat bandel dan sulit untuk diatur. Anak dari raja tersebut bernama Raden Mas Said. Dia waktu itu berumur sekitar 7 tahunan akan tetapi kenakalannya sudah tidak dapat untuk dibela lagi bagi anak yang sebeyanya.
Pada suatu hari, Raden Mas Said pergi dari area istana untuk bermain dengan teman – temannya. Di luar kerajaannya dia melihat – lihat sekelilingnya yang sangat indah, pasar yang ramai oleh penjual dan pembeli yang sedang tawar menawar, lapangan yang dipenuhi oleh anak – anak yang sedang bermain bola dan lain – lainnya. Dia sangat iri dan terkagum akan suasana di luar kerajaan.
Akan tetapi hingga dia sampai di suatu kawasan yang tidak diketahuinya itu yang merupakan daerah pinggiran dari kerajaan Demak. Dia seraya terkejut melihat kondisi rakyatnya yang sedang kelaparan dan sangat memerlukan bantuan dari orang lain. Dia sangat prihatin atas kejadian yang sedang dilihatnya itu dan ingin sekali untuk membantunya.
Pada saat dia sampai di area kerajaan dia langsung ke gudang makanan dengan mengendap – endap tanpa menemui ayahandanya dan meminta izin terlebih dahulu untuk mengambil sebagian makanan dari gudang dan diberikan kepada rakyat yang memerlukan bantuan tadi, akan tetapi dia langsung begitu saja mengambil beberapa kantung makanan untuk diberikan kepada rakyatnya yang terletak di kawasan pinggiran kerajaan Demak tadi. Walaupun itu perbuatan yang didasari niat yang baik akan tetapi perbuatan itu tetap tidak baik karena perbuatan mengambil barang yang miliknya adlah tetap mencuri namanya, walaupun niat yang dilakukan si Raden Mas Said ini benar. Perbuatannya itu tercium oleh penjaga gudang dan disampaikan langsung kepada ayahandanya.
Karena ayahnya adalah raja yang tegas dan sangat mematuhi hukum yang berlaku maka anaknya tetap diberi hukuman yang setimpal dan tidak membeda – bedakannya, walaupun itu anaknya sendiri. Karena perbuatan mencurinya tadi dia dijatuhi hukuman potong tangan. Tangan yang digunakan untukmencuri tadi dipotong jarinya. Akan tetapi para penasehat kerajaan memohonkan ampun untuknya, tapi baginda raja masih bersikeras untuk memotng jari anaknya itu hingga seluruh penghuni istana memohonkan ampun untuk Raden Mas Said yang tidak berdaya dihadapan ayahnya itu. Dan pada akhirnya, sang baginda raja yakni ayahanda Raden Mas Said, meringankan hukuman yang ditanggung oleh anaknya, Raden Mas Said. Dia tidak akan dipotong tangannya akn tetapi dia harus menjalani masa rehabilitasi di sebuah pondok pesantren. Dan dia diasuh oleh seorang guru yang bernama Sunan Muria.
Dibawah asuhan Sunan Muria dia menjadi lebih baik dan menjadi lebih dewasa. Dia sudah bias membaca Al-Qur’an dengan benar dan lancer, bahkan suaranya sangat merdu ketika dia membacanya. Sholat wajibnya sudah mulai rutin dan sudah mengerjakan amalan-amalan sunnah. Ayahandanya pun sangat bangga padanya.
Pada waktu dia bermain – main dilapangan bersama teman – temannya, dia kehilangan teman – temannya dan mencearinya sampai ke hutan. Setelah sampai di hutan dia menolong seorang orang tua yang sedang kesusahan. Dia menolongnya dan diantarnya sampai ke rumahnya. Ternyata orang tua itu tinggal di tengah – tengah hutan. Dan dia mulai merasa nyaman tinggal disan bersama orang itu. Disana dia diajari ilmu beladiri dan kanuragan. Dan Raden Mas Said diangkat menjadi muridnya. Jam demi jam, hari demi hari,siang dan malam pun silih berganti, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun dia belajar ilmu beladiri dan kanuragan serta ilmu tenaga dalam kepada gurunya itu. Beberapa tahun hingga ia telah beranjak dewasa dia sudah menuntut ilmu dari orang yang ditolongnya.
Pada suatu hari ia dipanggil gurunya dan diajak gurunya berbincang – bincang. Tanpa tersadar ia telah merima semua ilmu gurunya, dan sang guru berkata kpada muridnya itu,”Hai muridku,aku sudah tua. Semua ilmuku sudah kamu pelajari semua. Sudah aku turunkan semuanya kepadamu. Dan kini aku telah tua dan hanya menunggu saat – saat yang Maha Kuasa mengambil nyawaku saja. Kau sekarang sudah dewasa dan sudah bias mengatur dirimu sendiri. Sekarang ilmumu sudah menyamaiku nahkan lebih dari apa yang kumiliki. Sekarang kau boleh meniggalkan padepokan ini.” Sambil gurunya memberikan sebuah pakaian yang pantas untuk dipakai muridnya tadi yakni pakaian yang seperti ia kenakan sehari – harinya. Dan Reden Mas Said pun menjawab,”Murid tidak akan seperti ini tanpa ada gur yang membimbingku setiap waktu. Murid sangat berterimakasih atas bimbingan dan yang telah guru ajarkan pada murid yang tidak tahu apa – apa ini, dan sekarang menjadi orang karena guru. Sebenarnya murid tidak ingin meninggalkan padepokan guru ini, akan tetapi masih banyak orang yang lebih membutuhkan murid diluar sana.” “akan tetapi jangan lupakan nasehatku ini, jangan kau gunakan ilmumu yang telah ku ajarkan ataupun yang kamu pelajari sendiri untuk hal – hal yang tidak baik. Dan ingat – ingatlah kata – kataku ini tadi selama kau hidup!”,kata gurunya. “Murid pamit dulu guru dan terima kasih. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..”, ucap Raden Mas Said sambil pergi dari hadapan gurunya. “Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh..”,sahut gurunya.
Kemudian Raden Mas Said pun beranjak meninggalkan gurunya. Dia mulai bingung untuk pergi kemana, karena subenarnya dia tidak punya arah dan tujuan. Sehingga ia berkelana dari desa ke desa dan menolong orang yang membutuhkan bantuannya. Hingga ia sampai di sebuah desa yang letaknya di sebelah pinggiran kerajaan Demak. Ia menemkan sebuah desa yang penduduknya terkena wabah penyakit semua dan banyak yang meninggal karena kelaparan. Ia pun terkejut dan merasa kasihan dengan penduduk yang dilihatnya itu. Dalam pikirannya terbesit untuk membantu par penduduk yang kesusahan itu. Kemudian dia menjadi seorang perampok di sebuah jalan. Akan tetapi dia hanya merampok seorang bangsawan yang mempunyai harta yang banyak saja yang biasa didapatkan dari korupsi uang rakyat. Dia tidak mau merampok orang yang bukan bangsawan. Setiap kali ia selesai merampok ia segera ke desa pinggiran itu dan membagikan semua harta yang dicurinya untuk para pensduduk yang sedang mengalami kesulitan itu. Setiap hari ia datang untuk membagi – bagi harta rampokannya itu, sampai ia disebut sebagai seorang pahlawan yang datang dari langit untuk mereka.
Dan sampai suatu hari pada saat ia akan melakukan aksinya itu, ia menemukan seorang bangsawan yang berjalan sendirian tanpa diikuti oleh pengawal – pengawalnya. Pada saat itu ia ragu untuk merampoknya. Ia ragu bahwa yang dilihatnya itu benar – benar seorang bangsawan atau bukan. Karena dia tampak seperti seorang bangsawan, pakaiannya mewah dan terlihat mengkilau. Akan tetapi dia tidak diikuti oleh pengawal – pengawal yang biasanya mengawal para bangsawan pada umumnya. Akhirnya dia membulatkan niatnya untu tetap merampoknya.
Ternyata seorang bangsawan itu adalah Sunan Bonang yang sedang pergi ke sebuah tempat. Akan tetapi Raden Mas Said tidak mengetahuinya. Pada saat dia merampok Sunan Bonang ia ditanya oleh Sunan Bonang,”Apakah yang kau inginkan anak muda?” “Akuingin kau menyerahkan semua hartamu! Harta yang telah kau curi dari rakyatmu! Sekarang juga!”,jawab Raden Mas Said. Kemudian Sunan Bonang berkata,”Sungguh picik pengetahuanmu anak muda.” Kemudian Sunan Bonang mengankat tongkat yang selalu dibawanya itu dan menyihir buah yang ada di sebuah pohon di dekatnya menjadi b uah emas. Raden Mas Said pun terkejut melihat kejadian yang barusanb terjadi di depan matanya itu. Dan seraya ia langsung bersujud untuk meminta maaf kepada Sunan Bonang dan memintanya untuk diangkat menjadi muridnya.
Karena kebijaksanaan Sunan Bonang, maka Raden Mas Said diangkat menjadi muridnya. Untuk menjadi murid dari Sunan Bonang dia diberi tugas yang pertama yang menentukan apakah ia layak untuk menjadi murid dari Sunan Bonang atau tidak. Kemudian dia diajak ke sebuah sungai yang besar. Disana dia disuruh untuk menunggu tongkatnya Sunan Bonang yang ditancapkan di tepi sungai itu. Sunan Bonang berpesan kepada Raden Mas Said,”Jaga tongkat yang ku tancapkan ini dan jangan kau tinggalkan tempat ini sebelum aku menjemputmu nanti kelak. Aku akan kembali lagi untuk menjemputmu.” Kemudian Sunan Bonang beranjak untuk pergi dari tepi sungai meninggalkan Raden Mas Said bertapa di tepi sungai itu sendirian.
Jam demi jam berlalu, siang dan malam silih berganti, hari demi hari telah dilewati dengan cobaan yang datang dan pergi, bulan demi bulan telah meninggalkan Raden Mas Said yang sedang bertapa. Bertahun – tahun ia bertapa disana hanya menuggu tongkat Sunan Bonang dan menunggu kedatangan Sunan Bonang untuk menjemputnya.
Hingga pada suatu hari Sunan Bonang datang untuk menjemput Raden Mas Said. Tanpa disadari oleh Raden Mas Said, Sunan Bonang sudah berdiri dihadapannya. Kemudian Sunan Bonang membangunkan Raden Mas Said dan membantu membersihkan tubuhnya yang penuh dengan tanah dan lumut. Dan kemudian Sunan Bonang memeluk erat muridnya itu. Seraya berkata,”Sekarang engkau bukan muridku lagi. Engkau sudah tak layak menjadi muridku lagi. Sekarang kau menjadi sama derajatnya daripadaku.” Raden Mas Said tersentak kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Sunan Bonang barusan saja. Dia bertanya kepada Sunan Bonang,”Apa yang guru katakan barusan tadi?”Lalu Sunan Bonang Menjawabnya hanya dengan tersenyum saja. Dan Raden Mas Said menampakkan wajah yang bingung dan kemudian bertanya lagi kepada Sunan boning,”Apa yang guru katakan itu memang benar?” Dengan tersenyum yang bercahaya beliau menjawabnya dengan satu kata,”Insya Allah.” Begitu mendengar kata yang diucapkan oleh Sunan Bonang tadi Raden Mas Said baru percaya apa yang dikatakan oleh gurunya barusan tadi. Kemudian Sunan Bonang berkata,”Kau diangkat menjadi Sunan. Sekarang namamu bukan Raden Mas Said akan tetapi adalah Sunan Kalijaga. Dan sekarang kau adalah saudaraku, bukan lagi muridku.” Raden Mas Said, eh Sunan Kalijaga menjawabnya dengan senyum syukur kepada Allah. Kemudian mereka berdua beranjak pergi dari tempat itu bersama – sama.
Mereka berdua berkumpul dengan para sunan yang lainnya di sebuah masjid. Mereka bermaksud untuk membangun sebuah masjid di kerajaan demak. Mereka ingin membangun masjid yang besar untuk para rakyat di kerajaan demak. Yang akan membangun masjidnya adalah para sunan sendiri beserta warga sekitar lokasi tersebut. Mereka bekerja sama untuk mendirikan sebuah masjid. Masjid tersebut sangat besar dan sekarang menjadi masjid terbesar di kerajaan Demak. Masjid tersebut terdiri dari 8 saka guru yang sangat kokoh. Dan ada empat buah kubus masjid kecil mengelilingi kubus atap utama. Ada sebuah saka guru yang dibuat dari serpihan kayu yang sidah tidak terpakai. Orang yang melakukannya adalah Sunan Maulana Malik Ibrahim. Kesaktian beliau memang diakui oleh sunan – sunan yang lainnya. Selang beberapa hari, masjid yang mereka inginkan telah mempunyai wujud yang sempurna. Setelah beberapa hari bersama, mereka menjadi sebuah keluarga yang besar dan harmonis. Akan tetapi mereka harus berdakwah untuk menyelamatkan umat manusia di muka bumi ini khususnya daerah pulau Jawa.
Akhirnya mereka berpisah untuk berkelana menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Sunan Kalijaga menyebarkan agama Islam di daerah Jawa Timur. Berket jasanyalah di daerah Jawa Timur agama Islam dikenal dan berkembang sangat pesat. Karena di Jawa Timur penduduknya masih kental akan agama Hindu dan Budha, maka cara berdakwah Sunan Kalijaga berbeda dengan yang sunan – sunan lainnya. Beliau memperbolehkan acara selamatan yang seharusnya tidak boleh menjadi boleh, akan tetapi belliau mengubah selamatan yang memakai sesaji untuk setan dan bacaannya banyak yang memuja setan diganti dengan ayat – ayat Al-Qur’an, niatnya pun sudah berbeda ketika mau melakukannya. Sunan Kalijaga juga memakai metode kesenian yang mudah dikenal dan diingat oleh rakyat yang masih awam. Jenis kesenian yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga adalah seni wayang kulit dan seni gamelan yang sampai sekarang masih dikenal di daerah Jawa Timur, walaupun sudah tidak dilestarikan oleh anak cucu beliau khususnya rakyat Jawa Timur pada umumnya sehingga keberadaannya sekarang menjadi langka dan jarang ditemui.


Next episode...... Next episode......

Related Websites

Vistors

Locations of visitors to this page free counters

Blogger Blog Review at Blogged

Shout Box Comment

  © Roshid Theme by scenica.co.cc 2009

TOP  

skater