Adsense IndonesiaAdsense IndonesiaAdsense IndonesiaAdsense IndonesiaAdsense IndonesiaAdsense Indonesia
Showing posts with label Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cinta. Show all posts

V’ DAY (VALENTINE DAY)

>> 

Bentar lagi kan mau tanggal 14 Februari.. Ada apa dengan 14 Februari??? Kalo ini jawabannye betul, yak ntu Valentine’s Day. Kita bahas sampe tuntas tas tas tass… biar kagak remidi. Kayak ulangan aja..
SAVE OUR LOVE ! ! !
“Only You The One that I Love The Most in The Whole World”. Tulisan yang berisi ungkapan rasa cinta model gini gampang kita temuin di bulan Februari. Yupz, bulan Februari jadi istimewa dan penuh cinta lantaran kehadiran Valentine’s Day (VD) yang jatuh pada tanggal 14-nya. Nggak heran kalo jutaan remaja di seluruh dunia tak sabar menantinya. Lantaran VD menjadi hari dimana mereka bebas nunjukkin kasih sayangnya pada pacar alias kekasih gelapnya ( waduh jangan-jangan kalo mojok ditempat yang gelap ya??? Kayak kelalawar aza ). Ya iyalah, soalnya kan kebanyakan mereka belon pada merit alias nikah. Hubungan resmi laki-perempuan kan melalui ikatan pernikahan, bukan pacaran. Betul?

Bagi para bisnismen , VD berarti momen penting untuk mengeruk keuntungan sebanyak mungkin dari penjualan produk dan pernak-pernik Valentine. Lantaran menjelang VD, daya beli masyarakat terutama remaja mendadak dangdut, eh meningkat drastis. Remaja berlomba-lomba berburu kado spesial yang unik dan menarik agar perayaan VD ngasih kesan yang mendalam bagi pasangannya. Ada buket bunga mawar nan cantik, coklat dalam kotak berbentuk hati, perhiasan, CD lagu romantis, permen, kartu Valentine, hingga sepasang sendal jepit!

Padahal nggak semuanya tahu asal-usul VD. Kebanyakan mungkin cuma ikut-ikutan tren aza. Jangan-jangan, VD cuma mitos yang digede-gedein dan dianggap istimewa. Bisa jadi kan?

VD, hari kasih sayang?
The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day. Sebagian memahaminya sebagai Perayaan Lupercalia yang merupakan rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata.

Pada hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur. Sebenernya masih banyak lagi asal usul adanya VD yang berbeda-beda versinya. Jadi bisa jadi kan ? kalo VD cuma akal-akalan doang yang sengaja dibuat untuk nipisin aqidah kita. Apalagi VD cenderung lebih ke arah kebebasan yang kebablasan untuk nunjukkin kasih sayang kepada pasangan yang dicintainya, khususnya kalangan remaja. Bahaya tuh!

Sex on Valentine’s Day
Menjelang hari Valentine, banyak remaja sibuk nyari kado spesial sebagai tanda cinta bagi sang kekasihnya. Di balik kegembiraan anak muda merayakan VD ternyata tersembunyi bahaya besar yang mengintai para aktivis-aktivisnya VD. Mulai dari penularan HIV/AIDS hingga kehamilan tak dikehendaki. Waduh bhisa berabe nihh urusan…!!!

Ini dikemukakan oleh dr Andik Wijaya SMSH, seorang Seksolog dari Surabaya. “Sekarang Valentine’s Day nuansanya cenderung romantis dan erotis,” tutur dr Andik. Ini bukan omong kosong lho..! Salah satu faktor yang mensukseskan erotisme saat perayaan Valentine adalah makanan khas Valentine`s Day berupa coklat. Emang kenapa dengan coklat? Menurut dr Andik, coklat mengandung zat yang disebut Phenyletilamine atau zat yang bisa membangkitkan gairah seksual. Nah lho. Ternyata eh ternyata...

Bagaimana di dalam negeri? dr Andik menuturkan, delapan tahun lalu ia diundang sebuah hotel berbintang di Surabaya menghadiri pesta Valentine‘s. Bonusnya undangan boleh check in sehari bersama pasangannya dengan jaminan tak dicek identitasnya (suami istri atau bukan). (www.beritakesehatan.com, Rabu, 14/02/2001)

Fenomena sex on valentine dikuatkan juga saat menjelang Valentine’s Day tahun 2004, pernah dilakukan survei terhadap remaja pinggiran Kota Bandung seperti Cimahi, Batujajar, Padalarang, dan Lembang. Dibantu Lembaga Telaah Agama dan Masyarakat (eL-TAM) Dengan cara menyebarkan 500 angket ke siswa siswi tingkat SMA di daerah tersebut. Hasilnya? Mengejutkan!
Dari 413 responden yang menjawab angket secara “sah” 26,4% di antaranya mengaku lebih suka merayakan Valentine bersama gebetan atau kekasih dengan jalan-jalan, makan-makan lalu berciuman (melakukan seks). (Lihat, Samsul Ma’arif, “Valentine Day Bukan Budaya Kita, Tapi ...”Pikiran Rakyat, 12 Februari 2005).

Bahkan lembaga sosial Family Health International (FHI) Jabar yang berkedudukan di Kota Bandung, mempublikasikan hasil riset dan surveinya tentang perilaku seks remaja Kota Bandung. Dari penelitian itu disimpulkan bahwa 54% remaja Kota Bandung pernah berhubungan seks! (Kompas, 25 Januari 2006). Bahkan, persentasenya paling tinggi dibandingkan kota-kota besar lain, seperti Jakarta (51%), Medan (52%) dan Surabaya (47%). Wah gimana dengan didaerah kita ini ya ?!?!?

Prihatin juga ya, ternyata gaya hidup permissif alias serba boleh dalam berbuat kian banyak menjerat temen-temen kita. Terutama dalam urusan ekspresi cinta mereka pada pujaan hatinya. Katanya cinta suci, ternyata cuma cinta birahi. Ini gaswat sobat. Kalo tetep dibiarin, gaya hidup sekuler ini bisa menyeret remaja pada kehidupan yang menuhankan hawa nafsu. Kalo itu terjadi, kehidupan kita nggak jauh bedanya dengan marga satwa misalnya segawon. Nggak lah yauw! Amit-amit banget deh.

Hati-hati tertipu...
Sobat, karakter remaja yang doyan having fun gampang dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk menjerat remaja muslim dalam gaya hidup hedonis demi meraih keuntungan yang bombastis. Remaja muslim digiring agar aktif merayakan hari kasih sayang. Padahal jelas-jelas VD adalah budaya Barat yang harus kita hindari bukan malah kita ikuti.

Seperti kebiasaan mengirim kartu Valentine disertai ucapan “Be My Valentine?”. Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org) mengatakan bahwa kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, kalo kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa” dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Langsung aja sebut syirik tuh!!!!!!!!!!

Kamu juga kudu tahu kalo Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!

So, nggak usah minder untuk ngakuin VD yang pastinya bukan budaya Islam. Kalo kita tetep ngotot ikut ngerayain, bisa-bisa kita bakal termasuk golongan orang-orang kafir yang menjadikan VD sebagai salah satu hari besar agamanya. Seperti yang diingatkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk salah seorang dari mereka.” (HR Abu Dawud, Ahmad, dan ath-ThabranĂ®)
Sempurnakan cinta kita

Sobat, VD sebagai simbol ekspresi cinta telah menyeret para aktivisnya keliru memaknai hakikat cinta. Gaya hidup permissif seperti terlihat dalam perayaan VD selalu memandang baik apa yang diinginkan oleh hawa nafsunya dan menjadikannya sebagai jalan hidup. Kondisi ini sama dengan menyekutukan Allah SWT dengan menuhankan hawa nafsu. Seperti disebutkan Allah SWT dalam firman-Nya:

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?, Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). (QS al-Furqaan [25]: 43-44)

Kalo kita nggak mau disamain dengan ayam, kambing, atau sapi seperti ayat di atas, maka berperilakulah layaknya manusia. Allah SWT udah ngasih kita akal agar bisa bedain perilaku yang diridhoin Allah ama yang nggak diridhoin. Jangan mau diperbudak hawa nafsu dan ngikutin perasaan aja. Kita ini lebih mulia dibanding hewan lho,sobat ku.

So, untuk nunjukkin kasih sayang, nggak mesti saat VD. Kapan aja boleh kok. Yang terpenting dan pokok adalah ekspresikan cinta-kasih-sayang sesuai ajaran Islam yang mulia dan masuk akal. Bukan ajaran lain yang justru merendahkan derajat kita. Maka, kalo pengen selamat dunia-akhirat: cintai Islam dan pake aturan Islam dalam keseharian kita. Seperti yang dikatakan oleh seseorang, (www.scenica.co.cc)”Cintailah seseorang karena Allah SWT maka Allah akan meridhoi cintamu kepadanya,insyaallah. Karena cinta pada Allah SWT tidak akan tertandingi oleh cinta terhadap apapun juga.” Biar mantep cintanya, kuatkan dengan ikut pembinaan dan pengkajian Islam. Biar kokoh dan utuh dalam membentuk kerangka berpikir, maka pembinaan itu harus dilakukan intensif dan rutin. Jangan setengah-setengah. Kini, saatnya kita bareng-bareng mengkaji Islam untuk sempurnakan rasa cinta kita dan agar kita tidak salah mencintai.

Next episode...... Next episode......

Jalur Jihad Umat Muslim Untuk Palestina

>> 

Sebagai seorang muslim, kita akan bangga dengan akhir yang membahagiaka, yaitu mati syahid. Itulah yang mereka impikan dan yang kita idam-idamkan selama hidup ini. Mungkin menurut manusia, kita sudah mati syahid, akan tetapi apa yang Allah SWT kehendaki tentu lebih baik daripada yang kita lihat, yang kita dengar, maupun yang kita lrasakan.


Tak ada yang berharga selain iman. Untuk itu marilah kita bantu saudara kita di Palestina. Mereka dengan suah payah mempertahankan tanah mereka, hak mereka, dan amanah mereka dari kekerasan zionis Israel. Sejak beberapa puluh abad dan mungkin sejak beberapa dekade bahkan sejak beberapa zaman yang lalu, kedua bnegara ini saling berebut tempat atau wilayah untuk masing-masing negara.

Kita sebagai umat muslim wajib untuk membantu saudara kita yang sedang kesusahan, sedang dilanda perang untuk mempertahankan hak mereka. Apalagi kita (Bangsa Indonesia) yang mempunyai penduduk mayoritas muslim terbanyak di dunia, sudah sepatutnya kita membantu.

Jangankan mereka yang berperang, jika ada diantara kita saja yang bersedih atau dilanda musibah, kita harus membantu. Apalagi dengan saudara kita yang sedang berperang disana, kita harus membantu semaksimal mungkin yang kitabisa.

Kita batu dengan do'a dan usaha yang real untuk mereka. Sebagai cntoh saja, kita mengadakan aksi penggalangan dana untuk saudara kita di Palestina, kita mengadakan pengajian untuk saudara kita di Palestina, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya yang bisa kita lakukan untuk mereka.

Bila ada yang ingin memebantu saudara kita disana dengan uang atau harta benda yang lain, silahkan transfer uang anda melalui No. Rekening MER-C seperti di bawah ini :




PEMBERITAHUAN REKENING MER-C
Dengan ini kami beritahukan bahwa, MER-C hanya membuat rekening di Bank Syariah Mandiri (BSM) , Bank Central Asia (BCA) dan Bank Negara Indonesia (BNI).
MER-C tidak pernah membuat rekening di Bank lain dan atas nama PRIBADI


Bank Syariah Mandiri (BSM), Cabang Kramat

a.n Medical Emergency Rescue Committee

No. Rek---009.0121.773---amanah Palestina

No. Rek---128.0011.802---amanah Kemanusiaan

No. Rek---128.0011.816---amanah Operasional


No. Rek---128.0011.820--- amanah Afghanistan

No. Rek---128.0011.833---amanah Pembangunan RS Timika, Papua

No. Rek---128.0011.847---amanah Aceh

No. Rek--- 128.0011.851---amanah Iraq


No. Rek---128.0011.864---amanah Keluarga Mujahid



Bank Central Asia (BCA), Cabang Kwitang

a.n Medical Emergency Rescue Committee

No. Rek---686.0099.339---amanah Kemanusiaan

No. Rek---686.014.1114---amanah Pembangunan Rumah Sakit Trauma Center

No. Rek---686.015.3678---amanah Palestina



Bank Negara Indonesia (BNI), Cabang Kramat

a.n Medical Emergency Rescue Committee

No. Rek---0140600983---amanah Pembangunan RS Towara, Galela



MER-C akan menyalurkan donasi Anda sesuai dengan amanahnya.

Kirimkan bukti transfer via fax ke 021-3159256 atau email ke merc@indosat.net.id Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya dengan mencantumkan nama, alamat lengkap dan nomor telepon agar kami dapat mengirimkan bukti tanda terima dana kepada Anda.

Next episode...... Next episode......

Pembunuhan Pertama di Bumi

>> 


Mungkin kita belum mengetahui apa penyebab rusak dan hancurnya lingkungan kita ini. Dari beribu-ribu juta tahun yang lalu telah ada beberapa kehancuran yang ada di bumi. Yang hingga sampai sekarang ini, kejadian inilah yang telah menyebabkan kehancuran dunia saat ini. Apakah sebenarnya kejadian itu??? Kejadian itu adalah pembunuhuan. Bagaimanakah proses terjadinya kejadian itu??? Pembunuhan seperti apakah yang menyebabkan kehancuran sampai sekarang ini??? Ini dia kisahnya...

Sudah mendengar atau membaca kah kamu tentang kisah Nabi Adam A.S??? Masa' sih kita sebagai cucu-cucunya beliau, kita tidak mengetahui kisah beliau??? Sungguh terlalu..!! Kalau kamu udah mendengar atau membaca kisahnya, kamu pasti tahu keempat anaknya. Yuuppzzz, betul banget jawaban kamu. Tak lain and tak bukan adalah Qabil, Iqlima, Habil, dan Lubuda.

Kehancuran itu bermula saat Nabi Adam A.S diperintahkan Allah untuk mengawinkan keempat putera-puterinya itu. Sesuai dengan perintah Allah, maka keempat putera-puterinya dikawinkan. Qabil dikawinkan dengan Lubuda dan Habil dikawinkan dengan Iqlima yang cantik jelita dibandingkan Lubuda. Dan ini mejadi suatu keputusan Nabi Adam A.S sebagai seorang ayah. Akan tetapi Qabil menolak mentah-mentah keputusan ayahnya itu. Dengan ketidaksetujuan Qabil atas keputusan ayahnya, maka Nabi Adam A.S tidak langsung menggunakan kekerasan dan pemaksaan kepada Qabil yang akan mengakibatkan permusuhan dan perpecahan dalam keluarganya. Beliau menyerahkan keputusannya itu kepada Allah SWT.

Kemudian Nabi Adam menyuruh kedua anaknya untuk memberikan qurban persembahan kepada Allah dengan hasil kerja mereka berdua selama ini. Dengan catatan bahwa siapa diantara mereka yang qurban persembahannya diterima oleh Allah, maka dia berhak memilih siapa yang menjadi isterinya. Kedua saudara laki-laki itu menanggapi dengan baik perjanjian itu.

Sesaat kemudian Habil dan Qabil keluar dari gudang penyimpanan mereka dengan membawa qurban persembahannya. Habil keluar dan membawa peliharaanya, sedangkan Qabil keluar dengan membawa sekarung gandum yang dipilih dari hasil cocok tanamnya yang rusak dan busuk. Kemudian kedua persembahan itu dibawa ke puncak bukit dan diletakkan disana. Lallu perrgilah keduanya dari puncak bukit itu dan meyaksikannya dari jauh bersama dengan keluarganya yang hati mereka berdebar-debar, tak terkecuali kedua pemuda itu.

Dan terlihatlah api yang besar turun dari langit sedang menyambar qurban persembahan itu. Ternyata yang disambar api itu adalah persembahan milik Habil, yaitu kambing peliharaannnya yang musnah seketika itu juga. Sedangkan gandum milik Qabil tidak tersentuh sama sekali oleh api itu. Suhanallah... Apa yang terjadi itu merupakan kekuasaan Allah yang sangat nyata. Api yang besar menyambar seekor kambing tanpa menyentuh sedikitpun sekarung gandum.

Semua anggota keluarga Nabi Adam A.S melihat dan menyaksikan apa yang terjadi waktu itu. Maka dengan demikian sudah diketahui bahwa Habil lah yang menang dalam pertarungan tersebut karena qurbannya telah diterima oleh Allah SWT. Maka dialah yang berhak memilih siapakah diantara kedua gadis saudaranya itu yang akan menjadi isterinya kelak.

Putus sudah harapan Qabil untuk memilih calon isterinya. Maka dengan hasil tersebut dia menyerah dan menerima dengan hati kesal dan marah pada habil, dan akan membunuhnya ketika sang ayah sudah tiada. Ternyata niat jahat Qabil ini diberi kesempatan oleh Allah.

Hingga suatu hari, Adam A.S akan melakukan perjalanan. Maka beliau mengamanahkan rumah tangga dan keluarganya kepada Qabil sebagai anak pertama. Beliau berpesan kepada Qabil untuk menjaga baik-baik bu dan saudara-saudaranya selama beliau tidak ada di rumah. Beliau juga berpesan agar kerukunan keluarga dan ketenangan rumah tangga terpelihara baik-baik dan jangan sampai terjadi hal-hal yang dapat mengeruhkan suasana bahkan merusak hubungan kekeluargaan hyang telah beliau bina selama ini. Qabil pun menerima pesan ayahnya ini dengan wajah yang meyakinkan. Dengan mengeluarkan janji-janji untuk menjalankan amanah ayahnya dengan sebaik-baiknya. Lain mulut, lain juga hati. Itulah yang sedang terjadi di dalam diri Qabil.

Setelah beberapa saat kepergian ayahnya, maka Qabil mendatangi Habil di peternakannya dan berkata, “Aku datang kemari kuntuk membunuhmu. Masanya telah tiba untuk aku lenyapkan engkau dari atas bumi ini.” “Apa salahku?”, sahut Habil. “Dengan alasan apaka engkau hendak membunuhku?”, lanjut Habil. Maka Qabil menjawab, “Ialah karena qurbanmu diterima oleh Allah sedangkan qurbanku ditolak yang berarti bahwa engkau akan mengawini adikku Iqlima yang cantik dan molek itu dan aku harus mengawini adikmu yang buruk dan tidak mempunyai gaya yang menarik itu.” “Adakah berdosa aku bahwa Allah telah menerima qurbanku dan menolak qurbanmu? Tidaklah engkau telah bersetuju cara penyelesaian yang diusulkan oleh ayah sebagaimana telah kami laksanakan? Janganlah tergesa-gesa wahai saudaraku, mempertaruhkan hawa nafsu dan ajakan syaitan! Kawallah perasaanmu dan fikirlah masak-masak akan akibat perbuatanmu kelak! Ketauilah bahwa Allah hanya menerima qurban dari orang-orang yang bertaqwa yang menyerahkan dengan tulus ikhlas dari hati yang suci dan niat yang murni. Adakah mungkin sesekali bahwa qurban yang engkau serahkan itu engkau pilihkannya dari gandummu yang telah rusak dan busuk dan engkau berikan secara terpaksa bertentangan dengan kehendak hatimu, sehingga ditolak oleh Allah, berlainan dengan kambing yang aku serahkan sebagai qurban yang sengaja aku pilihkan dari peternakanku yang paling sihat dan kucintai dan kuserahkannya dengan tulus ikhlas disertai permohonan diterimanya oleh Allah. Renungkanlah, wahai saudaraku kata-kataku ini dan buangkanlah niat jahatmu yang telah dibisikkan kepadamu oleh iblis itu, musuh yang telah menyebabkan turunnya ayah dan ibu dari syurga dan ketahuilah bahwa jika engkau teap berkeras kepala hendak membunuhku tidakllah akan aku angkat tanganku untuk membalasu karena aku takut kepada Allah dan tidak akan melakukan sesuatu yang tidak diridhoi-Nya. Aku hanya berserah diri kepada-Nya dan kepada apa yang akan ditakdirkan bagi diriku.”

Nasihat dan kata-kata mutiara Habil itu didengar oleh Qabil namun masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri dan tidak menyentuh lubuk hatinya yang penuh rasa dendam, dengki, dan iri terhadap Habil itu. Hatinya sudah tertutupi oleh iblis, sehingga tidak ada rasa kasih sayang terhadap saudara kandungnya sendiri. Iblis benar-benar sudah menyatu dengan Qabil waktu itu. Qabil tidak diberi kesempatan untuk menoleh ke belakang merenungkan kata-kata saudaranya itu, bila rasa dendam dan dengki itu mulai padam, maka dikipasinya sampai membara lagi.

Ketika Qabil bingung cara apa yang sebaiknya digunakan untuk membunuh Habil, maka iblis menjelma sebagai seekor burung yang dipukul kepalanya dengan batu sampai mati. Contoh yang sangat mudah itu diterapkan oleh Qabil terhadap saudaranya Habil. Dengan dikuasai oleh iblis, Qabil membunuh saudara kandungnya sendiri, sebagai korban keganasan dari iblis.

Kejadian itulah yang menjadi penyebab kehancuran sampai sekarang ini yang kita rasakan. Tanpa disadari atau tidak, kita sudah terpengaruh oleh bujuk rayu iblis yang manis namun menyesatkan. Banyak diantara kita yang tidak sadar melakukan dosa-dosa besar, namun tidak segera bertaubat bahkan senang melakukannya lagi.
Wahai saudaraku, ingatlah Allah jika kita hendak melakukan sesuatu. Berfikirlah apa akibat baik dan buruknya sebelum kamu melakukan sesuatu.

Next episode...... Next episode......

The Little Mermaid

>> 

Once upon a time in the deepest part of the ocean, there lived The King of the sea and his daughter. She was Melody. She was very beautiful girl, she has a sweet voice, and like playing with the other sea animal.

When Melody was 15 years old, she surface of the ocean. On board, there was a ship within a handsome Prince. Suddenly, the ship was sank because there was a storm. Then Melody saved the Prince and brought him to the beach.

Melody was falling in love with him. Then she went to sea bitch and request to helped her. The sea bitch gave a magic drink to Melody. Then Melody drank the water. After Melody drank the water she was changed, she became a perfect girl.

Melody met the prince in the beach and went to the palace. They were became a closed friends. “I’m going to marry the girl who I meet her on the beach and save my live.” said the prince. Melody was broken heart and she looked so sad.

What happen next??? And then, Melody went to the sea bitch request to helped her. The bitch said, “Kill your heartless prince with this (knife)! Then you can get your tail back and come home.” But Melody was loud the prince so much.

Finally, she threw herself into the sea. Then air spirit saved Melody.


Kalau ingin men-Donload artikel ini, nggak usah Copy-Paste. Di bawah sendiri dari halaman ini ada kotak "Free Download Article & Documents"

Next episode...... Next episode......

Poetry : Do'a Ku

>> 

Bismillahirrahmanirrahim. .

Ya Allah, jika aku jatuh cinta
berilah aku kekasih yg akan lebih mendekatkanku pada-Mu
Ya Allah, jika hatiku t'lah terpaut
janganlah Engkau biarkan aku terhanyut oleh rayuan nafsu

Ya Allah, jika aku bahagia dg kasihku
janganlah Engkau tinggalkan aku
sehingga aku menjadi budak nafsu
& menjadi hina di hadap-Mu


Ya Allah, jika cinta tak memihakku
kuatkanlah hatiku
bimbinglah aku utk senantiasa ingat pada-Mu
& mendekatkan diri pada-Mu

Ya Allah, jika aku patah hati
limpahkanlah selalu Cinta dan Kasih-Mu
agar aku tegar, agar aku dapat bersandar pada-Mu
karena sesungguhnya, cinta yg sejati
hanyalah Cinta-Mu

Amiien. .


Next episode...... Next episode......

Poetry : Do'a Ku

Bismillahirrahmanirrahim. .

Ya Allah, jika aku jatuh cinta
berilah aku kekasih yg akan lebih mendekatkanku pada-Mu
Ya Allah, jika hatiku t'lah terpaut
janganlah Engkau biarkan aku terhanyut oleh rayuan nafsu

Ya Allah, jika aku bahagia dg kasihku
janganlah Engkau tinggalkan aku
sehingga aku menjadi budak nafsu
& menjadi hina di hadap-Mu


Ya Allah, jika cinta tak memihakku
kuatkanlah hatiku
bimbinglah aku utk senantiasa ingat pada-Mu
& mendekatkan diri pada-Mu

Ya Allah, jika aku patah hati
limpahkanlah selalu Cinta dan Kasih-Mu
agar aku tegar, agar aku dapat bersandar pada-Mu
karena sesungguhnya, cinta yg sejati
hanyalah Cinta-Mu

Amiien. .


Next episode...... Next episode......

Di Akhir Waktuku

Rintik hujan disenja masaku
Seolah turut mengiringi langkahku pulang
Kuhitung waktu yang telah terlewatkan
Kucari puing-puing cerita yang telah hancur
Terbang terbawa angin, menyusuri tiap sudut ruang hidup
Berharap, ada tempat untuk singgah

Sejenak aku ingin bercerita
Merangkai kisah yang telah lalu
Merangkai kepingan kenangan
Menjadi sebuah untaian cerita hidup
Yang kuharap akan dikenang orang

Hidupku memang tak panjang, tapi aku bahagia
Meski lara selalu terlintas
Seperti duri yang selalu ada pada setangkai mawar

Aku yang selalu mengharapkan bintang
Namun tak pernah dapat aku gapai
Di akhir waktuku, aku hanya inginkan bintang
Meski aku tak pernah dapat menggapainya
Namun aku bahagia,
Bintang t'lah memberiku cahaya
Menerangi gelap di ujung masaku

Dan aku ingin, bintangku juga yang akan menerangi langkahmu
Meski kamu, tak pernah tahu. .


Next episode...... Next episode......

Do’a Terbaik dari Semua Do’a

>> 

Ini tentang do’a yang aku baca dari kutipan Ceramah KH Abdullah Gymnastiar. Mungkin ini bisa membantu kamu untuk lebih memaknai do’a yang kita panjatkan setiap kita sholat.

Sebaik-baik do’a yang harus engkau panjatkan kepada Allah, adalah apa-apa yang Allah perintahkan kepadamu. (Ibnu Athaillah)

Saudaraku, nikmat yang Allah karuniakan kepada kita sebenarnya
jauh lebih besar daripada nikmat yang kita minta. Saat kita meminta rezeki, pada saat bersamaan rezeki yang Allah curahkan jauh lebih melimpah. Saat kita meminta kebaikan, pada saat bersamaan kebaikan yang Allah berikan jauh lebih banyak dari yang kita duga. Hanya saja, keterbatasan ilmu dan ketertutupan mata hati, membuat kita jarang menyadari besarnya karunia tersebut.

Do’a yang kita mohonkan kepada Allah terbagi ke dalam empat tingkat. Tingkat pertama adalah do’a meminta dunia. Inilah do’a dengan tingkatan "terendah". Dalam do’a ini, tidak ada yang kita minta selain dunia, termasuk minta harta berlimpah, minta kedudukan, minta berhasil dalam bisnis atau pekerjaan, minta jodoh, dan sebagainya. Tidak salah kita berdo’a seperti ini, bahkan dianjurkan dan bernilai pahala.

Tingkat kedua adalah do’a minta pahala. Pada tingkatan kedua ini kita meminta agar Allah SWT membalas semua kebaikan kita dengan balasan berlipat. Puncaknya, kita meminta dimasukkan ke dalam syurga dan dijauhkan dari neraka. Do’a tingkatan kedua ini lebih bernuansa akhirat, dan nilainya lebih tinggi dari sekadar meminta dunia.

Tingkat tertinggi dari do’a adalah meminta rahmat dan ridha Allah. Inilah cita-cita tertinggi yang harus dimiliki seorang Muslim. Tentang hal ini, Imam Ibnu Athaillah dalam kitab Hikam mengungkapkan bahwa "sebaik-baik do’a yang harus engkau panjatkan kepada Allah, adalah apa-apa yang Allah perintahkan kepadamu".

Jadi, do’a terbaik yang harus kita panjatkan kepada Allah adalah do’a minta dikuatkan iman, do’a minta diberi ketaatan pada semua perintah dan larangan, serta istiqamah dalam pengabdian. Rasulullah SAW. mencontohkan sebaik-baik do’a, yaitu: Allahumma inni as'aluka ridhaaka wal jannah wa 'audzubika min sakhaathika wannaar. Artinya, "Ya Allah aku memohon kepada-Mu, ridha-Mu dan syurga; dan aku berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan api neraka".

Saat kita meminta ridha Allah, maka saat itu kita telah meminta hal paling berharga dalam hidup. Sebab, tidak ada gunanya harta, pangkat, jabatan, ketampanan, atau apa pun, bila Allah tidak ridha kepada kita. Bila Allah sudah ridha, maka semuanya akan jadi mudah. Dunia insya Allah akan kita dapatkan, dan akhirat pun akan kita rengkuh. Karena itu, daripada minta kecukupan, lebih baik kita minta tawakal; daripada minta nikmat, lebih baik kita minta syukur; daripada minta terlepas dari musibah, lebih baik minta sabar, dsb. Hal ini bukan berarti kita tidak boleh berdo’a. Silakan berdo’a apapun, selama tidak memohon kemaksiatan. Apa yang diungkapkan lebih menunjukkan skala prioritas.

Saudaraku, mumpung kita masih berada di bulan Ramadhan, berdo’alah sebanyak mungkin kepada Allah. Sebab Allah tidak akan menolak do’a orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Dan sebaik-baik do’a adalah meminta ridha dan kasih sayang Allah. Wallahu a'lam.
( KH Abdullah Gymnastiar )



Kalau ingin men-Donload artikel ini, gak usah Copy-Paste. Di bawah sendiri dari halaman ini ada kotak "Free Download Article & Documents" ,, kamu klik aja link itu. Karena Copy-Paste, sekarang itu sudah nggak jaman.

Next episode...... Next episode......

Saat-Saat Jatuh Cinta

>> 

Pernah jatuh cinta? Bagaimana rasanya? Pasti senang dong ya. Enak aja bawaannya. Hidup berasa nikmat banget. Rasanya nggak mantep kalo nggak cerita kepada teman-teman kalo kita sedang jatuh cinta. Biar teman-teman juga merasakan apa yang sedang kita rasakan. Bila perlu, kita cerita kepada siapa saja tentang orang yang sedang kita cintai meski orang yang kita cintai itu tak tahu bahwa dia sedang kita cintai. Kita begitu percaya diri dan mulai mencari cara untuk mendekatinya.
Sobat muda muslim, kenapa kita merasa senang dan bahagia kalo jatuh cinta? Menurut Robert Sternberg, cinta adalah sebuah kisah, kisah yang ditulis oleh setiap orang. Kisah tersebut merefleksikan kepribadian, minat dan perasaan seseorang terhadap suatu hubungan. Ada kisah tentang perang memperebutkan kekuasaan, misteri, permainan dan sebagainya. Kisah pada setiap orang berasal dari “skenario” yang sudah dikenalnya, apakah dari orangtua, pengalaman, cerita dan sebagainya. Kisah ini biasanya mempengaruhi orang bagaimana ia bersikap dan bertindak dalam sebuah hubungan. (http://e-psikologi.com, pada pembahasan tentang “Cinta”)

Ketika jatuh cinta, kita tiba-tiba merasakan dorongan ingin bertemu dengan orang yang kita cintai. Dorongan itu bahkan sangat kuat menekan kita manakala ada orang yang membicarakan si dia, atau ada orang yang menyebutkan namanya, lebih lucunya ketika membaca tulisan yang kemudian menuliskan sebuah nama yang sama dengan nama orang yang kita cintai. Kita jadi rindu berat ingin bertemu, atau sekadar ingin berkomunikasi dengannya. BTW, ngerasain kayak gini nggak??

Tapi anehnya, seringkali kita juga merasa harus jaim alias jaga imej. Pura-pura jual mahal ketika berkomunikasi atau kebetulan bertemu dengan orang yang kita cintai. Meski rasa ingin mencurahkan perasaan itu begitu kuat menekan. Lucu juga memang. Itu artinya, bahwa jatuh cinta memang unik. Tapi dengan catatan nih, biasanya jika yang jatuh cintanya itu masih malu-malu. Eh, umumnya memang malu-malu kan? Jarang yang agre, gitu deh. Meski ketika jaman sudah berubah kayak sekarang, banyak pula yang agre (baca: agresif) untuk ngungkapin cintanya. Ya, seperti pada reality show, “Katakan Cinta”, “Backstreet”, “Cinlok” de el el.

Sobat muda muslim, ketika jatuh cinta, kita jadi merasa lembut. Baik lisan kita atau saat kita menulis. Kita mulai belajar mengatur pilihan kata saat bicara. Terutama ketika bicara dengan si dia yang telah membuat kita jatuh hati. Itu kita lakukan biasanya untuk mendapat perhatiannya. Untuk memberikan imej bahwa kita baik di hadapannya. Ujungnya, bukan tak mungkin kalo akhirnya kita mendapat simpati darinya. Awalnya memang simpati, siapa tahu lama-kelamaan menumbuhkan empati dan akhirnya jatuh hati. Bukan tak mungkin kan?

Karakter cinta
Jatuh cinta membuat kita merasa harus menumbuhkan perhatian, merasa harus bertanggung jawab, merasa harus hormat di hadapan orang yang kita cintai, dan merasa harus mengetahui segala seluk-beluk tentang dirinya. Erich From, murid kesayangan Sigmund Freud pernah menyampaikan bahwa dalam cinta itu harus ada empat unsur yang perlu dimiliki, yakni:

Pertama, Care (perhatian). Cinta harus melahirkan perhatian pada objek yang dicintai. Kalau kita mencintai diri sendiri, maka kita akan memperhatikan kesehatan dan kebersihan diri. Kalau kita mencintai orang lain, maka kita akan memperhatikan kesulitan yang dihadapi orang tersebut dan akan berusaha meringankan bebannya. Termasuk jika kita jatuh cinta dengan mencintai lawan jenis kita, maka segala bentuk perhatian akan kita tunjukkin sama si dia. Kita jadi sering menulis namanya, menyebutkan namanya, mungkin diam-diam mengoleksi fotonya. Apalagi dengan berkembangnya teknologi informasi kita bisa mengintip diary online (blog) dirinya (kalo punya sihh..) yang mungkin saja memajang foto dirinya. Diam-diam kita menjadi secret admirer-nya. Minimal itu. Karena tujuan mulianya adalah mendapat perhatiannya sebagai seorang kekasih.

Kedua, Responsibility (tanggung jawab). Cinta harus melahirkan sikap bertanggungjawab terhadap objek yang dicintai. Orangtua yang mencintai anaknya, akan bertanggung jawab akan kesejahteraan material, spiritual dan masa depan anaknya. Suami yang mencintai istrinya, akan bertanggung jawab akan kesejahteraan dan kebahagiaan rumah tangganya. Seorang jejaka atau gadis yang saling jatuh cinta, ia akan berusaha untuk memposisikan bahwa mereka bertanggung jawab terhadap hubungannya. Menjaganya dan merawatnya jangan sampai kebablasan. Mereka yang ngerti ajaran Islam, maka jatuh cinta itu bukan untuk melakukan perbuatan yang dibenci oleh Sang Pemilik Cinta, yakni Allah SWT. Ia akan menjaga pandangannya, perasaan, hatinya, dan juga aktivitasnya agar tak kebablasan. Tapi, cinta bukan lagi tanggung jawab jika sepasang remaja yang dilanda cinta itu mengekspresikannya dengan cara yang membuat mereka dibenci Allah SWT, seperti seks bebas misalnya.

Ketiga, Respect (hormat). Cinta harus melahirkan sikap menerima apa adanya objek yang dicintai, kelebihannya kita syukuri, kekurangannya kita terima dan perbaiki. Tidak bersikap sewenang-wenang dan selalu berikhtiar agar tidak mengecewakannya. Inilah yang disebut respect. Itu sebabnya, seringkali kita mendengar cerita ada orang yang saling jatuh cinta itu meski berbeda etnis, berbeda bahasa, berbeda budaya, bahkan ada yang sampe cinta buta, yakni berbeda agama. Itu karena merasa bahwa cinta akan melahirkan sikap menerima apa adanya. Wah, jika tak ada filter akidah memang akhirnya akan hancur. But, ini kita bicara secara umumnya lho. Bahwa cinta akan melahirkan respect kepada obyek yang kita cintai. Betul nggak?

Keempat, Knowledge (pengetahuan). Cinta harus melahirkan minat untuk memahami seluk beluk objek yang dicintai. Kalau kita mencintai seorang wanita atau pria untuk dijadikan isteri atau suami, maka kita harus berusaha memahami kepribadian, latar belakang keluarga, minat, dan ketaatan beragamanya. Nggak asal jatuh cinta juga. Eh, kalo kita bicara secara umum pun, sebenarnya ketika jatuh cinta kita bakalan nyari tahu dari obyek yang kita cintai. Nah, tentu standar yang diinginkan dalam pencarian itu tergantung kepribadian orang yang bersangkutan. Ada yang merasa agama tak perlu menjadi pertimbangan, tapi ada pula yang merasa bahwa agama harus menjadi pertimbangan saat jatuh cinta. Kepada siapa kita harus mencintai. Begitu kan? But, intinya secara umum, cinta memang akan melahirkan rasa ingin tahu untuk menyelidiki si dia yang kita cintai, yang telah membuat kita jatuh hati dan jatuh cinta kepadanya. Setuju?

Tetap iffah selama jatuh cinta
Menurut Hamka, “Cinta bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangis sedu sedan. Tetapi cinta menghidupkan penghargaan, menguatkan hati dalam perjuangan, menempuh onak dan duri penghidupan.”

Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyah, ada persoalan besar yang harus diperhatikan oleh orang yang cerdas, yaitu bahwa puncak kesempurnaan, kenikmatan, kesenangan, dan kebahagiaan yang ada dalam hati dan ruh tergantung pada dua hal. Pertama, karena kesempurnaan dan keindahan sesuatu yang dicintai, dalam hal ini hanya ada Allah, karenanya hanya Allah yang paling utama dicintai. Kedua, puncak kesempurnaan cinta itu sendiri, artinya derajat cinta itu yang mencapai puncak kesempurnaan dan kesungguhan. (dalam kitab al-Jawabul Kafi Liman Saala’ Anid Dawaaisy-syafi, edisi terjemah. hlm. 255)

Lebih lanjut Ibnu Qayyim menjelaskan, “Semua orang yang berakal sehat menyadari bahwa kenikmatan dan kelezatan yang diperoleh dari sesuatu yang dicintai, bergantung kepada kekuatan dorongan cintanya. Jika dorongan cintanya sangat kuat, kenikmatan yang diperoleh ketika mendapatkan yang dicintainya tersebut lebih sempurna.”
Mungkin kayak kita lagi haus nih, udah gitu di siang hari dengan terik matahari yang menyengat, maka kita akan semakin haus dan semakin ingin mencari air untuk memenuhi rasa haus kita. Nah, begitu dapetin air, maka nikmatnya bener-bener terasa. Tanya kenapa? (Yee.. jadi malah ngikutin iklan?)

Sobat muda muslim, kita sering mendengar bahwa jatuh cinta dan akhirnya mencintai orang yang kita cintai adalah sebagai anugerah terindah. (Seperti lagunya Fatih-Anyta en Gradasi-Anugrah Yang Terindah.) Mungkin ada benarnya juga. Meski menurut saya itu terlalu didramatisir. Sebab, urusan cinta ini sangat kompleks, sobat. Tidak seperti hitungan matematika yang serba pasti. Tapi yang jelas dan yang paling utama, cinta bagi kita sebagai Muslim, harus sesuai sudut pandang Islam. Bukan yang lain! (Ngikut iklan lagi..)

Guys, setiap perbuatan yang kita lakuin tuh pasti sesuai dengan cara pandang kita terhadap perbuatan tersebut. Lebih luas lagi cara pandang kita tentang hidup. Kalo kita memandang hidup tuh sekadar tumbuh, berkembang, lalu sampai titik tertentu mati (dan nggak ada kehidupan akhirat), maka perbuatan kita pun bakalan ngikutin apa yang kita pahami tentang kehidupan tersebut. Kita bisa bebas berbuat apa saja sesuai keinginan kita, karena kita merasa bahwa hidup cuma di dunia. Kehidupan setelah dunia kita anggap nggak ada. Artinya, kita jadi nggak kenal ada istilah pahala dan dosa.

Sebaliknya, bagi kita yang meyakini bahwa kita berasal dari Allah Swt. yang menciptakan kita semua, maka hidup di dunia juga adalah untuk ibadah kepada-Nya, dan setelah kematian kita akan hidup di alam akhirat sesuai dengan amalan yang kita lakukan di dunia. Kalo banyak amal baik yang kita lakukan, insya Allah balasannya pahala dan di tempatkan di surga. Sebaliknya, kalo lebih banyak atau selama hidup kita maksiat dan nggak sempat bertobat, jelas dosa dan kita ditempatkan di akhirat di tempat yang buruk, yakni neraka. Naudzubillahi min dzalik.

Nah, dengan sudut pandang terhadap kehidupan yang benar, maka ketika berbuat apapun kita akan menyesuaikan dengan cara pandang kita tentang kehidupan yang benar itu. Termasuk ketika kita jatuh cinta. Jangan mentang-mentang jatuh cinta, lalu mengekspresikan cinta seenak hawa nafsu kita. Nggak dong, Brur. Nggak asal seneng ngeliat enak dipandang mata lalu main tubruk. Nggak banget. Tapi intinya sih, kita bakalan berpikir gimana seharusnya menurut aturan Islam. Bukan berpikir sebagaimana adanya kehidupan yang saat ini dilakoni. Tolong dicatet ye.

Ini penting dan perlu. Sebab, kalo yang berpikirnya “sebagaimana adanya kehidupan”, ya akan berpikir bebas nilai. Misalnya ketika manusia itu dianggap berhak melakukan apa saja dalam kehidupan yang ada sekarang, yakni Kapitalisme-Sekularisme, maka tentu akan berbuat apa saja sesukanya (berzina, minum khamr, konsumsi narkoba, judi, pacaran, dsb de el el.). Karena merasa mereka berhak ngelakuin hal tersebut. Nggak terikat aturan yang benar. Bahaya besar, Bro!

Sementara yang berpikirnya “sebagaimana seharusnya”, maka ia akan nyocokkin dengan aturan yang benar. Karena menganggap kehidupan yang ada ini harus sesuai aturan yang benar, gitu lho. Dan Islamlah yang benar. Bukan yang lain! (Kok ngikut iklan lagi yaa??)

Itu sebabnya, ketika jatuh cinta pun kita harus tetap iffah alias menjaga kehormatan dan kesucian diri. Ibnu Abbas berkata bahwa orang yang jatuh cinta tidak akan masuk surga kecuali ia bersabar dan bersikap iffah karena Allah dan menyimpan cintanya karena Allah. Dan, ini tidak akan terjadi kecuali bila ia mampu menahan perasaannya kepada ma’syuq-nya (kepada orang yang dicintainya), mengutamakan cinta kepada Allah, takut kepadaNya, dan ridha dengan-Nya. Orang seperti ini yang paling berhak mendapat derajat yang disebutkan oleh Allah SWT. dalam al-Quran:

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya).” (QS an-Naazi’aat [79]: 40-41)

Kita boleh dan wajar-wajar aja untuk jatuh cinta. Tapi, tetap harus menjaga kehormatan dan kesucian diri. Yakni dengan cara tetap menjadikan Allah dan Rasul-Nya sebagai pemandu hidup kita. Kita melakukan perbuatan atas dasar petunjuk dari Allah lewat Al-Qur’an dan petunjuk dari Rasulullah SAW berupa as-Sunnah. Inilah pedoman hidup kita. Oke?? Haruzz donk..!!


Next episode...... Next episode......

Related Websites

Vistors

Locations of visitors to this page free counters

Blogger Blog Review at Blogged

Shout Box Comment

  © Roshid Theme by scenica.co.cc 2009

TOP  

skater