Ada Apa dengan Tradisi "Ultah"?

>> 

Phuuuh! Lilin berbentuk angka 17 itu menyisakan asap tipis setelah ditiup Si Fulan, sejurus kemudian terdengar gemuruh tepuk tangan tanda bahagia dari keluarga dan teman-temannya. Hari itu Si Fulan genap berusia 17 tahun. Lagi lucu-lucunya, lagi lincah-lincahnya (kelinci kali…). Lagu "Happy Birthday" pun mengalun dengan jenis suara yang caur banget dari hadirin yang ikut menyaksikan pesta ultah Si Fulan.
Terlihat mata Si Fulan berbinar tanda suka. Dengan mengenakan gaun putih kayak Putri Salju, Si Fulan menerima ucapan selamat dan kado dari teman-teman sekelasnya. Pestanya sendiri diadain di sebuah gedung pertemuan yang luasnya setengah lapangan sepakbola standar internasional. Walah, heboh bener ya??
Ultah, bagi Si Fulan memiliki makna yang cukup dalam. Bukan saja karena berhasil menghirup udara sampai usia 17. Tapi sekaligus ingin menunjukkan bahwa dirinya pantas untuk dihargai dan dihormati. Maklum, penampilan dan gaya adalah nomor wahid bagi Si Fulan. Dengan mengadakan pesta ultah, berarti emang doi pantas diperhitungkan. Siapa dulu dong bapaknya, ibunya, kakeknya, neneknya, lho….?

Sobat muda muslim, Si Fulan dan juga teman remaja lainnya, rasanya udah biasa ngadain pesta ultah. Bahkan mungkin semacam "kewajiban" yang kudu dibayar tunai. Itu sebabnya, kadang ada remaja yang maksain kudu ngadain pesta ultah, meski isi koceknya terbilang cekak abis alias kanker (kantong keriingg). Biar tekor asal kesohor. Begitu kira-kira prinsipnya.
Ngeliat faktanya begitu, nggak salah-salah amat donk kalo kita bilang bahwa pesta ultah udah jadi semacam gaya hidup bagi sebagian besar remaja. Budaya tersebut telah menjadi trademark kehidupan remaja gaul. Pokoknya, remaja yang nggak ngadain pesta ultah, siap dicap sebagai remaja kuper dalam komunitas seperti itu. Sayangnya, ternyata banyak remaja yang tak siap dibilang kuper dan kampungan. Walhasil, banyak banget yang tergoda untuk melangsungkan pesta ultah.
Acaranya bisa beragam memang. Tentu bergantung kepada isi kocek yang punya hajat. Bagi yang cekak atau boleh dibilang mau ngirit, cukup bikin tumpeng dan ngundang teman seperlunya. Berdoa, dan makan-makan.
Selain itu, tradisi yang nggak kalah heboh, yakni suka ada yang jail. Biasanya, kalo kebetulan tahu ada teman yang ulang tahun pada hari tersebut, mereka biasanya bikin kejutan. Apalagi kejutannya kalo bukan ngejailin yang berultah. Misalnya dengan melemparkan telor ke kepalanya, pake telor busuk lagi. Udah gitu, masih ditambah dengan taburan tepung terigu. Jadinya? Kayak mau manggung di Ketoprak Humor-nya Mas Timbul. (udah gak ada yaa acaranya...)
Hmm.. begitulah gaya sebagian teman remaja. Mereka menjadikan hari kelahirannya diperingati dengan amat istimewa. Meski pada praktiknya lebih ke arah hura-hura belaka. Oke deh, terlepas dari itu semua, kamu nyadar nggak sih dengan apa yang telah kamu lakukan dengan menjadikan budaya tersebut sebagai tradisi? Yup, baru kepikiran deh. Nah, pertanyaannya begini, "dari mana asal mulanya budaya ulang tahun itu?" Kamu perlu tahu sobat.
Impor dari Eropa
Dalam catatan di Tabloid NOVA, 679/XIV, 4 Maret 2001, ternyata tradisi perayaan ulang tahun sudah ada di Eropa sejak berabad-abad silam. Orang-orang pada zaman itu percaya, jika seseorang berulang tahun, setan-setan berduyun-duyun mendatanginya. Nah, untuk melindunginya dari gangguan para makhluk jahat tersebut, keluarga dan kerabat pun diundang untuk menemani, sekaligus membacakan doa dan puji-pujian bagi yang berulang tahun. Pemberian kado atau bingkisan juga dipercaya akan menciptakan suasana gembira yang akan membuat para setan berpikir ulang ketika hendak mendatangi orang yang berulang tahun. Hmm.. ini memang warisan zaman kegelapan Eropa.
Sobat muda muslim, berdasarkan catatan tersebut, awalnya perayaan ulang tahun hanya diperuntukkan bagi para raja. Mungkin, karena itulah sampai sekarang di negara-negara Barat masih ada tradisi mengenakan mahkota dari kertas pada orang yang berulang tahun. Namun seiring dengan perubahan zaman, pesta ulang tahun juga dirayakan bagi orang biasa. Bahkan kini siapa saja bisa merayakan ulang tahun. Utamanya bagi yang punya duit.
Kalo begitu, pesta ulang tahun itu bukan berasal dari ajaran Islam? Tepat sekali. Sebab, dalam Islam, tak pernah diajarkan untuk itu. Kalo pun kemudian ada teman remaja yang berargumen bahwa dengan diperingatinya Maulid Nabi, hal itu menjadi dalil kalo ulang tahun boleh juga dalam pandangan Islam. Wah, kamu jangan gegabah dulu dong. Hati-hati lho, jangan sampe apa yang kita lakukan justru dimurkai oleh Allah Swt. Naudzubillahi min dzalik.
Begini, mungkin sekilas ajah kita coba ngejelasin kepada teman remaja yang berdalil demikian karena ini kan juga udah deket dengan hari Maulid Nabi. Kamu tahu nggak sejarahnya perayaan Maulid Nabi? Well, yang pasti Rasulullah SAW. sendiri tak pernah mengajarkan kepada kita melalui hadisnya. Nggak, nggak pernah. Dan jangan salah, Maulid Nabi, itu bukan untuk diperingati, tapi tadzkirah, alias peringatan. Maksudnya? Kalo kamu baca buku tarikh Islam, di situ ada catatan bahwa Sultan Sholahuddin al-Ayubi amat prihatin dengan kondisi umat Islam pada saat itu. Di mana bumi Palestina dirampas oleh Pasukan Salib Eropa. Sultan Sholahuddin menyadari bahwa umat ini lemah dan tidak berani melawan kekuatan Pasukan Salib Eropa yang berhasil menguasai Palestina, lebih karena mereka udah kena penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati). Mereka bisa begitu karena mengabaikan salah satu ajaran Islam, yakni jihad. Bahkan ada diantara mereka yang nggak ngeh dengan perjuangan Rasulullah SAW. dan para sahabatnya.
Nah, untuk menyadarkan kaum muslimin tentang pentingnya perjuangan, Sultan Shalahuddin menggagas ide tersebut, yakni tadzkirah terhadap Nabi, yang kemudian disebut --entah siapa yang memulainya-- sebagai Maulid Nabi. Tujuan intinya mengenalkan kembali perjuangan Rasulullah SAW dalam mengembangkan Islam ke seluruh dunia. Singkat cerita, kaum muslimin saat itu sadar dengan kelemahannya dan mencoba bangkit. Karuan aja, berkobarlah semangat jihad dalam jiwa kaum muslimin, dan bumi Palestina pun kembali ke pangkuan Islam, tentu setelah mereka mempecundangi Pasukan Salib Eropa. Begitulah sobat asal mula ceritanya. Jadi Maulid nabi bukan dalil dbolehkannya pesta ultah. Keliru banget itu.
Yup, kita kembali ke soal pesta ultah ini. Jadi tahu dong sekarang bahwa pesta ultah itu bukan warisan Islam. Tapi warisan asing, alias ajaran di luar Islam. Lalu gimana kalo kita melakukannya? Berdosakah?
Hati-hati! Be Carefully!
Nah, karena tradisi itu adalah tradisi orang-orang Eropa, yang saat itu berkembang ajaran Kristen, maka pesta ultah tentu saja merupakan tradisi kaum non-muslim. Kalo kita melakukannya? Dosa dong.
Rasulullah SAW. bersabda:"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dalam golongan mereka" [HR. Abu Dawud]
Dalam riwayat lain Rasulullah SAW. bersabda:"Kamu telah mengikuti sunnah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk ke dalam lubang biawak, kamu tetap mengikuti mereka.” Kami bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah yang engkau maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani?” Baginda bersabda: “Kalau bukan mereka, siapa lagi?" (HR. Bukhari Muslim).
Waduh, berarti selama ini kita… Tepat, kita melakukan tradisi yang bukan berasal dari Islam. Dan tentu saja haram. Berdosa. Aduh, jangan sampe deh dilakukan lagi. Sadar dong sadar. Bukan kita sok suci nasihatin kamu, tapi ini demi kebaikan kita semua, kaum muslimin di dunia ini.
Oya, mungkin ada pertanyaan begini, "Bolehkah merayakan ulang tahun dalam arti berdoa atau mendoakan agar yang berulang tahun selamat, sehat, takwa, panjang umur, dan seterusnya. Semua itu dilakukan dengan cara dan isi doa yang syar'i, tanpa upacara tiup lilin dan sebagainya seperti cara Barat, lalu dilanjutkan acara makan-makan. Bolehkah?"
Begini sobat, berdoa dan makan-makan adalah halal. Tetapi bila dilakukan pada hari seseorang berulang tahun, maka akan terkena hukum haram ber-tasayabbuh bil kuffar. Jadi di sini akan bertemu hukum haram dan halal. Dalam kondisi seperti ini wajib diutamakan yang haram daripada yang halal sebab kaidah syara' menyebutkan:
"Idza ijtama'a al halaalu wal haraamu, ghalaba al haramu al halaala".
Artinya : "Jika bertemu halal dan haram (pada satu keadaan) maka yang haram mengalahkan yang halal.” (Kitab as-Sulam, Abdul Hamid Hakim)
Dengan demikian, jika merayakan ultah diartikan sebagai "berdoa dan makan-makan", dan dilaksanakan pada hari ultah, hukumnya haram, sesuai kaidah syar'i di atas. Akan tetapi jika dilaksanakan bukan pada hari ultah, maka hukumnya--wallahu a'lam bi ash shawab-- menurut pemahaman kami adalah mubah secara syar'i. Sebab hal itu tidak termasuk tasyabbuh bil kuffar karena yang dilakukan pada faktanya adalah "berdoa plus makan-makan", yang mana keduanya adalah boleh secara syar'i. Lagi pula hal itu dilakukan tidak pada hari ultah sehingga di sini tidak terjadi pertemuan halal dan haram sebagaimana kalau acara tersebut dilaksanakan pada hari ultah. Wallahu a'lam.
Oke deh, kalo kamu udah ngeh soal yang satu ini, maka kamu kudu menghentikan kebiasaan dan mengubah pandangan kamu tentang perayaan ulang tahun. Sebab, udah jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Padahal, kita kudu berpegang hanya kepada Islam. Bukan kepada ajaran yang lain. Allah SWT. Berfirman :
                         
"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (QS. Ali Imran [3]: 85)
Terus yang terpenting, kamu juga jangan asal gabres aja, alias main seruduk. Mentang-mentang sesuai hawa nafsu kamu, sesuai selera nafsu kamu, main ikuti aja tradisi itu. Apalagi dengan anggapan biar disebut gaul dan modern. Nggak boleh sayang. Allah Swt. berfirman:
        •         
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya." (QS. al-Isrâ' [17] : 36).
Rasullah SAW. juga bersabda: “Belum sempurna keimanan salah seorang di antara kalian, sebelum hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (al-Quran).” (Hadis ke-41 dalam Hadits al-Arba'in karya Imam Nawawi)
Sobat muda muslim, sekarang tentu kamu jadi paham tentang masalah ultah ini. Udah jelas kan persoalannya? Yupz, boleh dibilang, udah kentara perbedaan antara yang hitam dan yang putih. Nggak abu-abu lagi. Semoga saja kamu bener-bener paham en bisa ngejalaninnya.
Selain itu, apa cukup pantas kita menari di atas penderitaan orang lain. Masih banyak lho, saudara kita yang didera kemiskinan, jangan sampe kita menghamburkan duit. Untuk yang haram lagi. Wahh, celaka dua belas ini mah!
Sobat muda muslim, ternyata kita selama ini terbiasa melakukan aktivitas yang justru bertentangan dengan Islam. Gaswat banget nihh!

Mari jadikan hidup ini lebih hidup. So, hanya dengan mengenal, mencintai, dan mengamalkan Islam dalam kehidupan, kita bisa menikmati hidup ini dengan benar dan baik. Insya Allah. Mulai sekarang, lho. Jangan ditunda-tunda lagi. Jadi, so, ngaji yuk?!!


Next episode...... Next episode......

Legend Story

Kali ini hal –hal yang baru akan saya sajikan untuk anda lihat di website pribadi saya. Kalo nanti bahasannya cuman hal – hal itu saja orang yang berkunjung pasti bosan melihatnya. Jangankan membaca isinya, hanya untuk melihat saja enggan apalagi untuk membacanya. Betul apa kagak??
Kali ini kami akan menyajikan sebuah serita yang nantinya mungkin menjadi pertimbangan untuk plihan – pilihan selanjutnya atau cuman untuk sekedar hiburan garatis alias gratis alias free alias tanpa biaya. (Kebanyakan alias yahh…) Kali ini saya akan cerita tentang seorang yang menjadi sunan di daerah pulau Jawa. Bukan daerah yang selain pulau Jawa. Coba baca cerita saya kali ini dan mungkin akan bersambung. Jadi tolong dibaca dan jangan malas untuk mengunjungi rutin website saya.
Inilah ceritanya…..!!!!

LEGEND OF SUNAN KALIJAGA
Sekitar tahun 1500-an di kerajaan Demak, seorang raja yang bertahta pada saat itu mempunyai seorang anak yang sangat bandel dan sulit untuk diatur. Anak dari raja tersebut bernama Raden Mas Said. Dia waktu itu berumur sekitar 7 tahunan akan tetapi kenakalannya sudah tidak dapat untuk dibela lagi bagi anak yang sebeyanya.
Pada suatu hari, Raden Mas Said pergi dari area istana untuk bermain dengan teman – temannya. Di luar kerajaannya dia melihat – lihat sekelilingnya yang sangat indah, pasar yang ramai oleh penjual dan pembeli yang sedang tawar menawar, lapangan yang dipenuhi oleh anak – anak yang sedang bermain bola dan lain – lainnya. Dia sangat iri dan terkagum akan suasana di luar kerajaan.
Akan tetapi hingga dia sampai di suatu kawasan yang tidak diketahuinya itu yang merupakan daerah pinggiran dari kerajaan Demak. Dia seraya terkejut melihat kondisi rakyatnya yang sedang kelaparan dan sangat memerlukan bantuan dari orang lain. Dia sangat prihatin atas kejadian yang sedang dilihatnya itu dan ingin sekali untuk membantunya.
Pada saat dia sampai di area kerajaan dia langsung ke gudang makanan dengan mengendap – endap tanpa menemui ayahandanya dan meminta izin terlebih dahulu untuk mengambil sebagian makanan dari gudang dan diberikan kepada rakyat yang memerlukan bantuan tadi, akan tetapi dia langsung begitu saja mengambil beberapa kantung makanan untuk diberikan kepada rakyatnya yang terletak di kawasan pinggiran kerajaan Demak tadi. Walaupun itu perbuatan yang didasari niat yang baik akan tetapi perbuatan itu tetap tidak baik karena perbuatan mengambil barang yang miliknya adlah tetap mencuri namanya, walaupun niat yang dilakukan si Raden Mas Said ini benar. Perbuatannya itu tercium oleh penjaga gudang dan disampaikan langsung kepada ayahandanya.
Karena ayahnya adalah raja yang tegas dan sangat mematuhi hukum yang berlaku maka anaknya tetap diberi hukuman yang setimpal dan tidak membeda – bedakannya, walaupun itu anaknya sendiri. Karena perbuatan mencurinya tadi dia dijatuhi hukuman potong tangan. Tangan yang digunakan untukmencuri tadi dipotong jarinya. Akan tetapi para penasehat kerajaan memohonkan ampun untuknya, tapi baginda raja masih bersikeras untuk memotng jari anaknya itu hingga seluruh penghuni istana memohonkan ampun untuk Raden Mas Said yang tidak berdaya dihadapan ayahnya itu. Dan pada akhirnya, sang baginda raja yakni ayahanda Raden Mas Said, meringankan hukuman yang ditanggung oleh anaknya, Raden Mas Said. Dia tidak akan dipotong tangannya akn tetapi dia harus menjalani masa rehabilitasi di sebuah pondok pesantren. Dan dia diasuh oleh seorang guru yang bernama Sunan Muria.
Dibawah asuhan Sunan Muria dia menjadi lebih baik dan menjadi lebih dewasa. Dia sudah bias membaca Al-Qur’an dengan benar dan lancer, bahkan suaranya sangat merdu ketika dia membacanya. Sholat wajibnya sudah mulai rutin dan sudah mengerjakan amalan-amalan sunnah. Ayahandanya pun sangat bangga padanya.
Pada waktu dia bermain – main dilapangan bersama teman – temannya, dia kehilangan teman – temannya dan mencearinya sampai ke hutan. Setelah sampai di hutan dia menolong seorang orang tua yang sedang kesusahan. Dia menolongnya dan diantarnya sampai ke rumahnya. Ternyata orang tua itu tinggal di tengah – tengah hutan. Dan dia mulai merasa nyaman tinggal disan bersama orang itu. Disana dia diajari ilmu beladiri dan kanuragan. Dan Raden Mas Said diangkat menjadi muridnya. Jam demi jam, hari demi hari,siang dan malam pun silih berganti, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun dia belajar ilmu beladiri dan kanuragan serta ilmu tenaga dalam kepada gurunya itu. Beberapa tahun hingga ia telah beranjak dewasa dia sudah menuntut ilmu dari orang yang ditolongnya.
Pada suatu hari ia dipanggil gurunya dan diajak gurunya berbincang – bincang. Tanpa tersadar ia telah merima semua ilmu gurunya, dan sang guru berkata kpada muridnya itu,”Hai muridku,aku sudah tua. Semua ilmuku sudah kamu pelajari semua. Sudah aku turunkan semuanya kepadamu. Dan kini aku telah tua dan hanya menunggu saat – saat yang Maha Kuasa mengambil nyawaku saja. Kau sekarang sudah dewasa dan sudah bias mengatur dirimu sendiri. Sekarang ilmumu sudah menyamaiku nahkan lebih dari apa yang kumiliki. Sekarang kau boleh meniggalkan padepokan ini.” Sambil gurunya memberikan sebuah pakaian yang pantas untuk dipakai muridnya tadi yakni pakaian yang seperti ia kenakan sehari – harinya. Dan Reden Mas Said pun menjawab,”Murid tidak akan seperti ini tanpa ada gur yang membimbingku setiap waktu. Murid sangat berterimakasih atas bimbingan dan yang telah guru ajarkan pada murid yang tidak tahu apa – apa ini, dan sekarang menjadi orang karena guru. Sebenarnya murid tidak ingin meninggalkan padepokan guru ini, akan tetapi masih banyak orang yang lebih membutuhkan murid diluar sana.” “akan tetapi jangan lupakan nasehatku ini, jangan kau gunakan ilmumu yang telah ku ajarkan ataupun yang kamu pelajari sendiri untuk hal – hal yang tidak baik. Dan ingat – ingatlah kata – kataku ini tadi selama kau hidup!”,kata gurunya. “Murid pamit dulu guru dan terima kasih. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..”, ucap Raden Mas Said sambil pergi dari hadapan gurunya. “Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh..”,sahut gurunya.
Kemudian Raden Mas Said pun beranjak meninggalkan gurunya. Dia mulai bingung untuk pergi kemana, karena subenarnya dia tidak punya arah dan tujuan. Sehingga ia berkelana dari desa ke desa dan menolong orang yang membutuhkan bantuannya. Hingga ia sampai di sebuah desa yang letaknya di sebelah pinggiran kerajaan Demak. Ia menemkan sebuah desa yang penduduknya terkena wabah penyakit semua dan banyak yang meninggal karena kelaparan. Ia pun terkejut dan merasa kasihan dengan penduduk yang dilihatnya itu. Dalam pikirannya terbesit untuk membantu par penduduk yang kesusahan itu. Kemudian dia menjadi seorang perampok di sebuah jalan. Akan tetapi dia hanya merampok seorang bangsawan yang mempunyai harta yang banyak saja yang biasa didapatkan dari korupsi uang rakyat. Dia tidak mau merampok orang yang bukan bangsawan. Setiap kali ia selesai merampok ia segera ke desa pinggiran itu dan membagikan semua harta yang dicurinya untuk para pensduduk yang sedang mengalami kesulitan itu. Setiap hari ia datang untuk membagi – bagi harta rampokannya itu, sampai ia disebut sebagai seorang pahlawan yang datang dari langit untuk mereka.
Dan sampai suatu hari pada saat ia akan melakukan aksinya itu, ia menemukan seorang bangsawan yang berjalan sendirian tanpa diikuti oleh pengawal – pengawalnya. Pada saat itu ia ragu untuk merampoknya. Ia ragu bahwa yang dilihatnya itu benar – benar seorang bangsawan atau bukan. Karena dia tampak seperti seorang bangsawan, pakaiannya mewah dan terlihat mengkilau. Akan tetapi dia tidak diikuti oleh pengawal – pengawal yang biasanya mengawal para bangsawan pada umumnya. Akhirnya dia membulatkan niatnya untu tetap merampoknya.
Ternyata seorang bangsawan itu adalah Sunan Bonang yang sedang pergi ke sebuah tempat. Akan tetapi Raden Mas Said tidak mengetahuinya. Pada saat dia merampok Sunan Bonang ia ditanya oleh Sunan Bonang,”Apakah yang kau inginkan anak muda?” “Akuingin kau menyerahkan semua hartamu! Harta yang telah kau curi dari rakyatmu! Sekarang juga!”,jawab Raden Mas Said. Kemudian Sunan Bonang berkata,”Sungguh picik pengetahuanmu anak muda.” Kemudian Sunan Bonang mengankat tongkat yang selalu dibawanya itu dan menyihir buah yang ada di sebuah pohon di dekatnya menjadi b uah emas. Raden Mas Said pun terkejut melihat kejadian yang barusanb terjadi di depan matanya itu. Dan seraya ia langsung bersujud untuk meminta maaf kepada Sunan Bonang dan memintanya untuk diangkat menjadi muridnya.
Karena kebijaksanaan Sunan Bonang, maka Raden Mas Said diangkat menjadi muridnya. Untuk menjadi murid dari Sunan Bonang dia diberi tugas yang pertama yang menentukan apakah ia layak untuk menjadi murid dari Sunan Bonang atau tidak. Kemudian dia diajak ke sebuah sungai yang besar. Disana dia disuruh untuk menunggu tongkatnya Sunan Bonang yang ditancapkan di tepi sungai itu. Sunan Bonang berpesan kepada Raden Mas Said,”Jaga tongkat yang ku tancapkan ini dan jangan kau tinggalkan tempat ini sebelum aku menjemputmu nanti kelak. Aku akan kembali lagi untuk menjemputmu.” Kemudian Sunan Bonang beranjak untuk pergi dari tepi sungai meninggalkan Raden Mas Said bertapa di tepi sungai itu sendirian.
Jam demi jam berlalu, siang dan malam silih berganti, hari demi hari telah dilewati dengan cobaan yang datang dan pergi, bulan demi bulan telah meninggalkan Raden Mas Said yang sedang bertapa. Bertahun – tahun ia bertapa disana hanya menuggu tongkat Sunan Bonang dan menunggu kedatangan Sunan Bonang untuk menjemputnya.
Hingga pada suatu hari Sunan Bonang datang untuk menjemput Raden Mas Said. Tanpa disadari oleh Raden Mas Said, Sunan Bonang sudah berdiri dihadapannya. Kemudian Sunan Bonang membangunkan Raden Mas Said dan membantu membersihkan tubuhnya yang penuh dengan tanah dan lumut. Dan kemudian Sunan Bonang memeluk erat muridnya itu. Seraya berkata,”Sekarang engkau bukan muridku lagi. Engkau sudah tak layak menjadi muridku lagi. Sekarang kau menjadi sama derajatnya daripadaku.” Raden Mas Said tersentak kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Sunan Bonang barusan saja. Dia bertanya kepada Sunan Bonang,”Apa yang guru katakan barusan tadi?”Lalu Sunan Bonang Menjawabnya hanya dengan tersenyum saja. Dan Raden Mas Said menampakkan wajah yang bingung dan kemudian bertanya lagi kepada Sunan boning,”Apa yang guru katakan itu memang benar?” Dengan tersenyum yang bercahaya beliau menjawabnya dengan satu kata,”Insya Allah.” Begitu mendengar kata yang diucapkan oleh Sunan Bonang tadi Raden Mas Said baru percaya apa yang dikatakan oleh gurunya barusan tadi. Kemudian Sunan Bonang berkata,”Kau diangkat menjadi Sunan. Sekarang namamu bukan Raden Mas Said akan tetapi adalah Sunan Kalijaga. Dan sekarang kau adalah saudaraku, bukan lagi muridku.” Raden Mas Said, eh Sunan Kalijaga menjawabnya dengan senyum syukur kepada Allah. Kemudian mereka berdua beranjak pergi dari tempat itu bersama – sama.
Mereka berdua berkumpul dengan para sunan yang lainnya di sebuah masjid. Mereka bermaksud untuk membangun sebuah masjid di kerajaan demak. Mereka ingin membangun masjid yang besar untuk para rakyat di kerajaan demak. Yang akan membangun masjidnya adalah para sunan sendiri beserta warga sekitar lokasi tersebut. Mereka bekerja sama untuk mendirikan sebuah masjid. Masjid tersebut sangat besar dan sekarang menjadi masjid terbesar di kerajaan Demak. Masjid tersebut terdiri dari 8 saka guru yang sangat kokoh. Dan ada empat buah kubus masjid kecil mengelilingi kubus atap utama. Ada sebuah saka guru yang dibuat dari serpihan kayu yang sidah tidak terpakai. Orang yang melakukannya adalah Sunan Maulana Malik Ibrahim. Kesaktian beliau memang diakui oleh sunan – sunan yang lainnya. Selang beberapa hari, masjid yang mereka inginkan telah mempunyai wujud yang sempurna. Setelah beberapa hari bersama, mereka menjadi sebuah keluarga yang besar dan harmonis. Akan tetapi mereka harus berdakwah untuk menyelamatkan umat manusia di muka bumi ini khususnya daerah pulau Jawa.
Akhirnya mereka berpisah untuk berkelana menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Sunan Kalijaga menyebarkan agama Islam di daerah Jawa Timur. Berket jasanyalah di daerah Jawa Timur agama Islam dikenal dan berkembang sangat pesat. Karena di Jawa Timur penduduknya masih kental akan agama Hindu dan Budha, maka cara berdakwah Sunan Kalijaga berbeda dengan yang sunan – sunan lainnya. Beliau memperbolehkan acara selamatan yang seharusnya tidak boleh menjadi boleh, akan tetapi belliau mengubah selamatan yang memakai sesaji untuk setan dan bacaannya banyak yang memuja setan diganti dengan ayat – ayat Al-Qur’an, niatnya pun sudah berbeda ketika mau melakukannya. Sunan Kalijaga juga memakai metode kesenian yang mudah dikenal dan diingat oleh rakyat yang masih awam. Jenis kesenian yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga adalah seni wayang kulit dan seni gamelan yang sampai sekarang masih dikenal di daerah Jawa Timur, walaupun sudah tidak dilestarikan oleh anak cucu beliau khususnya rakyat Jawa Timur pada umumnya sehingga keberadaannya sekarang menjadi langka dan jarang ditemui.


Next episode...... Next episode......

Bring ISLAM Back!

>> 

Di sebuah acara bedah buku, seseorang bertanya kepada tutornya. Begini ceritanya si tutor,,

Seorang peserta acara bedah buku “Jangan Jadi Bebek” bertanya kepada saya: “Gimana ngilangin imej bahwa Islam itu radikal, keras, karena beberapa kasus yang ada saat ini? Terus gimana ngeyakinin orang-orang bahwa Negara Islam akan aman bagi pemeluk agama lain?
Hmm… sayangnya pertanyaan ini dia sampaikan di luar forum. Memang bukan tanpa sebab, keterbatasan waktulah yang menjadi alasan sehingga ia tidak bisa bertanya di forum. Andai saja pertanyaan ini ditanyakan di dalam forum, mungkin jawaban saya bisa disimak teman-teman lain.
Sobat muda muslim, tulisan ini awalnya berjudul “Katakan dengan ISLAM”, tapi rasanya kurang gereget. Sambil nyari judul lain, saya aktifkan MP3 di komputer saya dan saya klik folder “Soldier of Allah”. Nah, salah satu judulnya yang membuat saya terinspirasi untuk membuat judul artikel ini adalah lagunya yang berjudul “Bring Islam Back!”. Isinya keren dan juga iramanya cocok buat senam pagi. Kayaknya klop deh judul lagu ini dengan artikel yang akan saya tulis. Jadi, ‘nyontek' aja sekalian judulnya.

Buat kamu yang kebetulan udah kenal grup nasyid asal California ini pasti apal dengan lirik lagu-lagunya yang oke punya dan pemicu semangat. Apalagi digeber dalam irama hip-hop yang asyik punya. Nggak cuma bisa bikin kita geleng-geleng kepala dan menghentakkan kaki, tapi isinya mantap banget. Rasa-rasanya para rapper Islam ini teriak di dekat telinga saya untuk sadar tentang Islam. Sadar tentang kemuliaannya, ngeh tentang hebatnya Islam, jelasin tuntas tentang beragam kesengsaraan tanpa menerapkan Islam sebagai ideologi negara. Mantap Man!
Sobat muda muslim, jawaban saya kepada teman yang bertanya itu sebenarnya singkat saja, tapi di sini saya akan berusaha untuk menampilkan tambahan-tambahannya biar lebih detil. Pertanyaan ini saya kemas dalam beberapa subjudul. Biar kamu bisa merunut masalahnya. Semoga saja memang memudahkan kamu dalam mencernanya. Maklum, banyak kalangan yang kayaknya agak gerah bin alergi kalo udah ngomongin Islam. Jangankan ngomongin, nyinggung aja udah gatel – gatel telinganya. Kesannya berat banget deh pokoknya. Insya Allah ini ringan dan menghibur, sekaligus mudah-mudahan mencerahkan kamu semuanye. Oke?
Umat ini sedang sakit
Saya pernah mendapatkan slogan menarik, unik, dan menggugah dari FIS, partai Islam di al-Jazair saat kampanye di awal tahun 90-an. Bunyinya kira-kira begini, “Umat ini sedang sakit. Penyebab sakitnya karena meninggalkan Islam. Apa obatnya? Kembali kepada Islam. Siapa dokternya? Siapa saja dari kalangan kaum muslimin yang sehat dan mau mendakwahkan Islam”. Semboyan ini tidak saja menggugah, tapi juga menggerakkan siapa saja. Buktinya, partai ini didukung lebih dari 80 persen suara. Sayangnya, demokrasi selalu ingkar janji. Maklum, demokrasi tak akan membiarkan musuhnya membunuh dirinya sendiri. Pemilu itu digagalkan dan hasilnya dibatalkan. Nggak cuma itu, para aktivis FIS dan pendukungnya diburu, dijebloskan ke penjara, dan sebagian dibunuh.
Sobat muda muslim, semboyan ini cocok jika kita mau melek dengan kondisi kaum muslimin saat ini. Ya, kaum muslimin saat ini sedang sakit. Berbagai masalah mendera kita; krisis ekonomi, kedzaliman penguasa, amburadulnya tatanan sosial; kriminalitas, pelacuran, seks bebas, peredaran narkoba dan miras. Nggak cuma itu, masalah hukum dan pendidikan juga bikin nyesek dada kita. Hukum nggak adil, pendidikan yang cuma bisa dinikmati kalangan berduit saja. Jelas, ini adalah kondisi sakitnya masyarakat di bawah belenggu ideologi kapitalisme.
Ketika Islam nggak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maka umat sebenarnya sedang menurun tingkat kesehatannya. Kalo nggak ngeh bahwa dirinya sedang sakit, maka sudah pasti akan tambah parah karena nggak diobati dan agak sulit sembuh. Bukan tidak mungkin lagi jika musuh – musuh Islam menggunakan kesempatan ini dengan sebaik – baiknya. Dan menggerogoti keimanan para mujahid – mujahid yang sedang sakit.
Bagi sebagian umat yang sadar, mulai mencari obatnya. Meski nggak semua obat yang dikonsumsi menyembuhkan total, paling nggak cukup untuk meredam rasa sakit. Ada yang mencoba menawarkan obat perbaikan akhlak, namun belum juga meredam kerusakan. Ini mungkin baru mengurangi jumlah yang sakit saja. Sedikit demi sedikit. Ada umat yang menawarkan obat ekonomi, karena merasa umat ini paling parah penyakitnya di bidang ekonomi. Tapi, tak jua sembuh total. Umat masih terus terpuruk dan bahkan mendekati Stadium IV. Walah, parah banget dong kalo penyakit kanker ya??
Islam yang bagaimana?
Saya setuju dengan semboyan FIS, bahwa Islam adalah solusi dari segala masalah yang ada saat ini. Islam yang bagaimana? Nah, ini pertanyaannya. Setelah dikaji ulang dan diteliti layaknya dokter spesialis yang mendiagnosis penyakit pasien, maka ditemukan bahwa masalah utama yang mendera umat ini adalah karena ditinggalkannya Islam sebagai ideologi negara. Nah, ini bedanya Islam dengan agama lain. Islam nggak cuma ngatur urusan kuburan dan akhirat, tapi Islam juga mengatur kehidupan dunia, lho.
Itu sebabnya, solusi yang insya Allah menurut saya logis dan sesuai syariat adalah dengan menerapkan Islam sebagai ideologi negara. Karena apa? Karena masalah akhlak, masalah ekonomi, masalah kekacauan sosial, pendidikan, hukum, pemerintahan dan sebagainya insya Allah akan beres kalo diterapkan Islam sebagai ideologi negara. Menurut Muhammad Ismail dalam bukunya, Al-Fikr al-Islâmi (hlm. 9–11), yang disebut dengan mabda' (ideologi) adalah akidah/keyakinan yang digali dari proses berpikir, yang kemudian melahirkan sistem atau aturan-aturan ( ‘aqîdah ‘aqliyyah yanbatsiqu ‘anhâ nizhâm ). Menurut definisi ini, sebuah akidah/keyakinan disebut sebagai mabda' (ideologi) jika memiliki dua syarat: (1) bersifat ‘aqliyyah ; (2) memiliki sistem/aturan.
Akidah, dalam hal ini, bisa dimaknai sebagai pemikiran yang bersifat integral (menyeluruh) mengenai alam semesta, manusia, dan kehidupan ini; mengenai keadaan sebelum dan setelah kehidupan dunia; juga mengenai hubungan antara kehidupan dunia dengan kehidupan sebelum dan sesudah dunia.
Sedangkan sistem aturan yang dimaksud mencakup berbagai pemecahan atas berbagai problem kehidupan (baik pribadi, keluarga, masyarakat maupun negara; menyangkut persoalan ibadah, akhlak, sosial, politik, ekonomi, dan budaya); juga mencakup cara untuk menerapkan berbagai pemecahan tersebut serta cara memelihara sekaligus menyebarkan akidah tersebut (an-Nabhani, Nizhâm al-Islâm , hlm. 22).
Oke deh, jadi solusinya memang Islam yang diterapkan sebagai ideologi negara. Itu harga mati lho yang nggak bisa ditawar lagi. Kalo di supermarket kita bisa setuju aja dengan bandrol yang tertera di barang yang akan kita beli. Maka, harus lebih setuju lagi dengan pernyataan Allah di Al-Qur’an yang menyatakan bahwa Islam adalah satu-satunya hukum yang kudu diterapkan. Tull nggak? Tanpa Islam, kehidupan kita akan sengsara seperti sekarang, ketika kita berada dalam naungan kapitalisme. Firman Allah Swt.:
“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al-Maaidah : 50)
Wah, nanti dicap radikal dong?
Sssttt.. sebenarnya apa sih artinya radikal? Jangan-jangan kita nggak tahu artinya? Hehehe.. Terus, jangan-jangan kita dapetin infonya dari media massa. Lalu kita telan mentah-mentah dan kita anggap sebagai kebenaran. Tul nggak?
Begini sobat, kalo di kamus bahasa Indonesia, radikal itu artinya mendasar (sampai kepada hal yang prinsip). Terus istilah radikalisme bisa banyak arti; salah satu artinya adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis.
Hmm... jawaban saya kepada penanya yang saya ceritakan di awal tulisan adalah: “Amerika menurut Anda radikal tidak?” Setelah diminta melihat aksi brutalnya di Afghanistan, Irak, juga di penjara Abu Ghraib dan di kamp penahanan Guantanamo, dan yang terbaru yaitu kelakuannya terhadap rakyat palestina, ternyata teman kita manggut-manggut. Tapi kenapa tak ada cap radikalisme untuk Amrik tuhh? Kenapa pula cap radikal cuma disematkan kepada aktivis Islam, padahal itu pun sebenarnya lebih karena pembelaan seperti di Irak dan Afghanistan? Tapi anehnya, media massa Barat (dan diikuti media lokal di negeri ini) dengan gagah berani menuliskan bahwa “Kelompok radikal Islam berada dalam aksi kekerasan di Irak” Walah, kenapa Amrik pada kesempatan yang sama tidak dituduh sebagai penyebar teror dan radikalisme?
Itu sebabnya, kamu nggak usah kemakan isu bahwa Islam itu penyebar radikalisme. Nggak, itu cuma propaganda media massa yang berdiri di belakang musuh-musuh Islam saja yang ingin membuat buruk citra Islam. Lagian, kalo mo “adil” kan beritanya kudu sama. Artinye, sama-sama disebut bahwa Amrik juga mengobarkan radikalisme untuk ‘reformasi’ di Irak. Iya nggak??
Dijawab seperti ini, teman kita ini bertanya lagi, “Tapi ada kan Pak, gerakan Islam yang dakwahnya dengan kekerasan?” Saya bilang, “Tapi itu tidak sebanyak yang menyampaikan dengan cara yang santun”. Artinya, jika pun ada, mungkin karena tekanan aja. Imam Samudera dkk. yang dituduh nyundut bom di Bali aja beralasan karena Amerika telah menyebarkan teror di mana pun. Mungkin saja, karena keterbatasan wawasan dan saking keselnya, akhirnya mereka memilih jalan itu. Tapi ingat, itu pun masih perlu ditelusuri, jangan-jangan beliau-beliau ini kelompok militan Islam yang dijebak oleh skenario yang sudah disiapkan Amrik untuk mencitrakan bahwa Islam dan kaum muslimin itu menyebarkan radikalisme. Persis strategi “pancing dan jaring” di masa orde baru dulu. Bahaya!! DANGEROUS!!
Sobat muda muslim, dengan melihat kenyataan ini, maka kita perlu bertanya tentang definisi radikalisme atau terorisme seperti yang dilakukan oleh negara-negara Amerika Latin ke PBB: “Sebenarnya, apa sih definisi terorisme? Kok kelihatannya istilah ini selalu disematkan kepada pihak-pihak yang melawan Amerika? Sementara Amerika sendiri dibiarkan melanggar istilah itu?”
Hmm.. jadi inget ucapan Anakin kepada Obi-Wan di film Star Wars Episode III : Revenge of the Sith, “If you not with me, then you my enemy!” yang diyakini mirip banget dengan ancaman Presiden George W. Bush terhadap pihak lain berkait perang melawan terorisme. Kalo gitu, siapa penyebar radikalisme dan terorisme yang sesungguhnya? Kamu pasti tahu jawabannya.
Islam for all
Sobat muda muslim, jawaban saya atas pertanyaan kedua yang dilontarkan teman kita di awal tulisan ini adalah, “Islam untuk semua”. Islam akan aman bagi pemeluk agama lain, asalkan mereka mau hidup diatur oleh Islam. Mau dengan sukarela hidup di bawah naungan Islam. Insya Allah akan dijamin hak-haknya. Ini sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Kalo ada kalangan agama lain yang merasa khawatir, itu mungkin karena mereka dibayangi oleh Perang Salib yang dipicu oleh leluhurnya ketika berperang melawan Islam. Mereka takut kalo Islam memimpin dunia ini, mereka dibinasakan. Itu namanya paranoid, bro.
Oke deh, mendingan sekarang kita kaji Islam, citrakan Islam yang ramah dan santun sekaligus tegas memperjuangkan Islam sebagai ideologi negara. Dan yang paling utama adalah kita harus memperbaiki akhlak kita yang kurang bagus. Bring Islam Back! Siap kan? Jangan takut! Kita di jalan yang benar.


Next episode...... Next episode......

Ada Apa dengan Tradisi "Ultah" ???

Phuuuh! Lilin berbentuk angka 17 itu menyisakan asap tipis setelah ditiup Si Fulan, sejurus kemudian terdengar gemuruh tepuk tangan tanda bahagia dari keluarga dan teman-temannya. Hari itu Si Fulan genap berusia 17 tahun. Lagi lucu-lucunya, lagi lincah-lincahnya (kelinci kali…). Lagu "Happy Birthday" pun mengalun dengan jenis suara yang caur banget dari hadirin yang ikut menyaksikan pesta ultah Si Fulan.
Terlihat mata Si Fulan berbinar tanda suka. Dengan mengenakan gaun putih kayak Putri Salju, Si Fulan menerima ucapan selamat dan kado dari teman-teman sekelasnya. Pestanya sendiri diadain di sebuah gedung pertemuan yang luasnya setengah lapangan sepakbola standar internasional. Walah, heboh bener ya??

Ultah, bagi Si Fulan memiliki makna yang cukup dalam. Bukan saja karena berhasil menghirup udara sampai usia 17. Tapi sekaligus ingin menunjukkan bahwa dirinya pantas untuk dihargai dan dihormati. Maklum, penampilan dan gaya adalah nomor wahid bagi Si Fulan. Dengan mengadakan pesta ultah, berarti emang doi pantas diperhitungkan. Siapa dulu dong bapaknya, ibunya, kakeknya, neneknya, lho….?
Sobat muda muslim, Si Fulan dan juga teman remaja lainnya, rasanya udah biasa ngadain pesta ultah. Bahkan mungkin semacam "kewajiban" yang kudu dibayar tunai. Itu sebabnya, kadang ada remaja yang maksain kudu ngadain pesta ultah, meski isi koceknya terbilang cekak abis alias kanker (kantong keriingg). Biar tekor asal kesohor. Begitu kira-kira prinsipnya.
Ngeliat faktanya begitu, nggak salah-salah amat donk kalo kita bilang bahwa pesta ultah udah jadi semacam gaya hidup bagi sebagian besar remaja. Budaya tersebut telah menjadi trademark kehidupan remaja gaul. Pokoknya, remaja yang nggak ngadain pesta ultah, siap dicap sebagai remaja kuper dalam komunitas seperti itu. Sayangnya, ternyata banyak remaja yang tak siap dibilang kuper dan kampungan. Walhasil, banyak banget yang tergoda untuk melangsungkan pesta ultah.
Acaranya bisa beragam memang. Tentu bergantung kepada isi kocek yang punya hajat. Bagi yang cekak atau boleh dibilang mau ngirit, cukup bikin tumpeng dan ngundang teman seperlunya. Berdoa, dan makan-makan.
Selain itu, tradisi yang nggak kalah heboh, yakni suka ada yang jail. Biasanya, kalo kebetulan tahu ada teman yang ulang tahun pada hari tersebut, mereka biasanya bikin kejutan. Apalagi kejutannya kalo bukan ngejailin yang berultah. Misalnya dengan melemparkan telor ke kepalanya, pake telor busuk lagi. Udah gitu, masih ditambah dengan taburan tepung terigu. Jadinya? Kayak mau manggung di Ketoprak Humor-nya Mas Timbul. (udah gak ada yaa acaranya...)
Hmm.. begitulah gaya sebagian teman remaja. Mereka menjadikan hari kelahirannya diperingati dengan amat istimewa. Meski pada praktiknya lebih ke arah hura-hura belaka. Oke deh, terlepas dari itu semua, kamu nyadar nggak sih dengan apa yang telah kamu lakukan dengan menjadikan budaya tersebut sebagai tradisi? Yup, baru kepikiran deh. Nah, pertanyaannya begini, "dari mana asal mulanya budaya ulang tahun itu?" Kamu perlu tahu sobat.
Impor dari Eropa
Dalam catatan di Tabloid NOVA, 679/XIV, 4 Maret 2001, ternyata tradisi perayaan ulang tahun sudah ada di Eropa sejak berabad-abad silam. Orang-orang pada zaman itu percaya, jika seseorang berulang tahun, setan-setan berduyun-duyun mendatanginya. Nah, untuk melindunginya dari gangguan para makhluk jahat tersebut, keluarga dan kerabat pun diundang untuk menemani, sekaligus membacakan doa dan puji-pujian bagi yang berulang tahun. Pemberian kado atau bingkisan juga dipercaya akan menciptakan suasana gembira yang akan membuat para setan berpikir ulang ketika hendak mendatangi orang yang berulang tahun. Hmm.. ini memang warisan zaman kegelapan Eropa.
Sobat muda muslim, berdasarkan catatan tersebut, awalnya perayaan ulang tahun hanya diperuntukkan bagi para raja. Mungkin, karena itulah sampai sekarang di negara-negara Barat masih ada tradisi mengenakan mahkota dari kertas pada orang yang berulang tahun. Namun seiring dengan perubahan zaman, pesta ulang tahun juga dirayakan bagi orang biasa. Bahkan kini siapa saja bisa merayakan ulang tahun. Utamanya bagi yang punya duit.
Kalo begitu, pesta ulang tahun itu bukan berasal dari ajaran Islam? Tepat sekali. Sebab, dalam Islam, tak pernah diajarkan untuk itu. Kalo pun kemudian ada teman remaja yang berargumen bahwa dengan diperingatinya Maulid Nabi, hal itu menjadi dalil kalo ulang tahun boleh juga dalam pandangan Islam. Wah, kamu jangan gegabah dulu dong. Hati-hati lho, jangan sampe apa yang kita lakukan justru dimurkai oleh Allah Swt. Naudzubillahi min dzalik.
Begini, mungkin sekilas ajah kita coba ngejelasin kepada teman remaja yang berdalil demikian karena ini kan juga udah deket dengan hari Maulid Nabi. Kamu tahu nggak sejarahnya perayaan Maulid Nabi? Well, yang pasti Rasulullah SAW. sendiri tak pernah mengajarkan kepada kita melalui hadisnya. Nggak, nggak pernah. Dan jangan salah, Maulid Nabi, itu bukan untuk diperingati, tapi tadzkirah, alias peringatan. Maksudnya? Kalo kamu baca buku tarikh Islam, di situ ada catatan bahwa Sultan Sholahuddin al-Ayubi amat prihatin dengan kondisi umat Islam pada saat itu. Di mana bumi Palestina dirampas oleh Pasukan Salib Eropa. Sultan Sholahuddin menyadari bahwa umat ini lemah dan tidak berani melawan kekuatan Pasukan Salib Eropa yang berhasil menguasai Palestina, lebih karena mereka udah kena penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati). Mereka bisa begitu karena mengabaikan salah satu ajaran Islam, yakni jihad. Bahkan ada diantara mereka yang nggak ngeh dengan perjuangan Rasulullah SAW. dan para sahabatnya.
Nah, untuk menyadarkan kaum muslimin tentang pentingnya perjuangan, Sultan Shalahuddin menggagas ide tersebut, yakni tadzkirah terhadap Nabi, yang kemudian disebut --entah siapa yang memulainya-- sebagai Maulid Nabi. Tujuan intinya mengenalkan kembali perjuangan Rasulullah SAW dalam mengembangkan Islam ke seluruh dunia. Singkat cerita, kaum muslimin saat itu sadar dengan kelemahannya dan mencoba bangkit. Karuan aja, berkobarlah semangat jihad dalam jiwa kaum muslimin, dan bumi Palestina pun kembali ke pangkuan Islam, tentu setelah mereka mempecundangi Pasukan Salib Eropa. Begitulah sobat asal mula ceritanya. Jadi Maulid nabi bukan dalil dbolehkannya pesta ultah. Keliru banget itu.
Yup, kita kembali ke soal pesta ultah ini. Jadi tahu dong sekarang bahwa pesta ultah itu bukan warisan Islam. Tapi warisan asing, alias ajaran di luar Islam. Lalu gimana kalo kita melakukannya? Berdosakah?
Hati-hati! Be Carefully!
Nah, karena tradisi itu adalah tradisi orang-orang Eropa, yang saat itu berkembang ajaran Kristen, maka pesta ultah tentu saja merupakan tradisi kaum non-muslim. Kalo kita melakukannya? Dosa dong.
Rasulullah SAW. bersabda:"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dalam golongan mereka" [HR. Abu Dawud]
Dalam riwayat lain Rasulullah SAW. bersabda:"Kamu telah mengikuti sunnah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk ke dalam lubang biawak, kamu tetap mengikuti mereka.” Kami bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah yang engkau maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani?” Baginda bersabda: “Kalau bukan mereka, siapa lagi?" (HR. Bukhari Muslim).
Waduh, berarti selama ini kita… Tepat, kita melakukan tradisi yang bukan berasal dari Islam. Dan tentu saja haram. Berdosa. Aduh, jangan sampe deh dilakukan lagi. Sadar dong sadar. Bukan kita sok suci nasihatin kamu, tapi ini demi kebaikan kita semua, kaum muslimin di dunia ini.
Oya, mungkin ada pertanyaan begini, "Bolehkah merayakan ulang tahun dalam arti berdoa atau mendoakan agar yang berulang tahun selamat, sehat, takwa, panjang umur, dan seterusnya. Semua itu dilakukan dengan cara dan isi doa yang syar'i, tanpa upacara tiup lilin dan sebagainya seperti cara Barat, lalu dilanjutkan acara makan-makan. Bolehkah?"
Begini sobat, berdoa dan makan-makan adalah halal. Tetapi bila dilakukan pada hari seseorang berulang tahun, maka akan terkena hukum haram ber-tasayabbuh bil kuffar. Jadi di sini akan bertemu hukum haram dan halal. Dalam kondisi seperti ini wajib diutamakan yang haram daripada yang halal sebab kaidah syara' menyebutkan:
"Idza ijtama'a al halaalu wal haraamu, ghalaba al haramu al halaala".
Artinya : "Jika bertemu halal dan haram (pada satu keadaan) maka yang haram mengalahkan yang halal.” (Kitab as-Sulam, Abdul Hamid Hakim)
Dengan demikian, jika merayakan ultah diartikan sebagai "berdoa dan makan-makan", dan dilaksanakan pada hari ultah, hukumnya haram, sesuai kaidah syar'i di atas. Akan tetapi jika dilaksanakan bukan pada hari ultah, maka hukumnya--wallahu a'lam bi ash shawab-- menurut pemahaman kami adalah mubah secara syar'i. Sebab hal itu tidak termasuk tasyabbuh bil kuffar karena yang dilakukan pada faktanya adalah "berdoa plus makan-makan", yang mana keduanya adalah boleh secara syar'i. Lagi pula hal itu dilakukan tidak pada hari ultah sehingga di sini tidak terjadi pertemuan halal dan haram sebagaimana kalau acara tersebut dilaksanakan pada hari ultah. Wallahu a'lam.
Oke deh, kalo kamu udah ngeh soal yang satu ini, maka kamu kudu menghentikan kebiasaan dan mengubah pandangan kamu tentang perayaan ulang tahun. Sebab, udah jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Padahal, kita kudu berpegang hanya kepada Islam. Bukan kepada ajaran yang lain. Allah SWT. Berfirman :
"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (QS. Ali Imran [3]: 85)
Terus yang terpenting, kamu juga jangan asal gabres aja, alias main seruduk. Mentang-mentang sesuai hawa nafsu kamu, sesuai selera nafsu kamu, main ikuti aja tradisi itu. Apalagi dengan anggapan biar disebut gaul dan modern. Nggak boleh sayang. Allah Swt. berfirman:
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya." (QS. al-Isrâ' [17] : 36).
Rasullah SAW. juga bersabda: “Belum sempurna keimanan salah seorang di antara kalian, sebelum hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (al-Quran).” (Hadis ke-41 dalam Hadits al-Arba'in karya Imam Nawawi)
Sobat muda muslim, sekarang tentu kamu jadi paham tentang masalah ultah ini. Udah jelas kan persoalannya? Yupz, boleh dibilang, udah kentara perbedaan antara yang hitam dan yang putih. Nggak abu-abu lagi. Semoga saja kamu bener-bener paham en bisa ngejalaninnya.
Selain itu, apa cukup pantas kita menari di atas penderitaan orang lain. Masih banyak lho, saudara kita yang didera kemiskinan, jangan sampe kita menghamburkan duit. Untuk yang haram lagi. Wahh, celaka dua belas ini mah!
Sobat muda muslim, ternyata kita selama ini terbiasa melakukan aktivitas yang justru bertentangan dengan Islam. Gaswat banget nihh!

Mari jadikan hidup ini lebih hidup. So, hanya dengan mengenal, mencintai, dan mengamalkan Islam dalam kehidupan, kita bisa menikmati hidup ini dengan benar dan baik. Insya Allah. Mulai sekarang, lho. Jangan ditunda-tunda lagi. Jadi, so, ngaji yuk?!!


Next episode...... Next episode......

100 Steps Menuju Kesempurnaan Iman

>> 

Ini adalah langkah - langkah untuk menuju kesempurnaan yang mungkin sebagian besar dari kita semua menginginkannya dan mendambakannya. Apa yang tertulis ini semoga dapat menjadikan kita semua untuk menjadi sempurna. Kalau seandainya saja kita tidak menjadi sempurna, maka paling tidak, kita sudah pernah mencoba untuk menjadi lebih baik lagi daripada yang sekarang ini. Karena apa yang kita harapkan, apa yang kita dambakan belum tentu menjadi apa yang kita inginkan. Lebih baik gagal karena sudah mencoba daripada tidak pernah mencoba sama sekali.

01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasud dan iri atas kesuksesan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksesan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambisius akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri;
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari ! dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan solat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan solat fardhu di awal waktu, berjamaah dan di masjid;
25. Biasakan solat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah kerana Allah dan berpisahlah kerana Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi fikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila kerana sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
42. Berlakulah adil dalam segala urusan;
43. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala;
45. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
46. Perbanyak silaturahim;
47. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
48. Bicaralah secukupnya;
49. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
50. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
51. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
52. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit batin;
53. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
54. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
55. Hormatilah kepada guru dan ulama;
56. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
57. Cintai keluarga Nabi saw;
58. Jangan terlalu banyak hutang;
59. Jangan terlampau mudah berjanji;
60. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
61. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti bersembang pada perkara yang tidak berguna;
62. Bergaullah dengan orang-orang soleh;
63. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
64. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
65. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
66. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
67. Jangan membenci seseorang kerana fahaman dan pendirian;
68. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
69. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan;
70. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapat kesulitan;
71. Jangan melukai hati orang lain;
72. Jangan membiasakan berkata dusta;
73. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
74. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
75. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
76. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita;
77. Jangan membuka aib orang lain;
78. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
79. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
80. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
81. Jangan merendah diri kerana miskin dan jangan sombong kerana kaya;
82. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara;
83. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
84. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
85. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
86. Hargai prestasi dan pemberian orang;
87. Jangan habiskan waktu untuk sekadar hiburan dan kesenangan;
88. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan;
89. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
90. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fizik atau mental kita menjadi terganggu;
91. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
92. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
93. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu,dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
94. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita,sebelum dipastikan kebenarannya;
95. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
96. Sambutlah uluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
97. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang di luar kemampuan diri;
98. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan.Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
99. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan kerusakan;
100. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang..


Next episode...... Next episode......

12 Barisan di Akhirat

Ada beberapa hal yang membuat kita ceroboh sehingga kita melakukan perbuatan dosa. Dan bagaimana kita melakukan hal yang seharusnya tidak kita lakukan jika kita tahu dan menyadarinya. Inilah yang terjadi ketika kita telah berbuat dosa dan kenyataannya adalah kita yang bakal merugi dan akan sengsara.

Suatu ketika, Muadz bin Jabal ra menghadap Rasulullah SAW dan bertanya: "Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT:

"Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris." (QS An-Naba':18)"

Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaiannya dengan air mata. Lalu menjawab: "Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris."

Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut.....

Inilah 12 barisan yang dimaksud:





Barisan Pertama Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Subhanallah... Semoga kita terhindar dari hal tersebut dan kita dapat berjalan dengan sempurna ketika kita digiring dari kubur kita. Karena sesungguhnya yang berbuat dosa pasti akan mendapatkan balasan atas perbuatannya itu.

Barisan Kedua Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Babi hutan adalah contoh yang sangat nyata dan sangat keji dari Allah Yang Maha Pengasih Dan Penyayang. Ketika kita telah melanggar aturan-aturan-Nya, maka kita akan dilebih burukkan dari binatang yang hina sekalipun. Bila kita tidak berbuat yang keterlaluan maka kita tidak akan menjadi seperti itu, karena sesungguhnya Allah adalah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

Barisan Ketiga Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. "Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Sungguh amat hina orang yang tidak mau membayar zakat dari yang mereka hasilkan untuk saudara mereka yang lebih membutuhkan. Jangankan bersedekah, membayar zakata saja mereka enggan apalagi yang lebih, yaitu bersedekah. Sebagian dari kita memang tidak mampu, akan tetapi sebagian dari kita adalah mampu dan bahkan lebih dari mampu. Sumber : www.alsofwah.or.id

Barisan Keempat Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. "Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Tidakkah cukup, apa yang diberkahkan pada kita oleh Allah SWT, sehingga sebagian dari kita bertindak dusta dalam urusan jual beli?? Sebagian dari kita tidak mensyukuri nikmat, anugrah, dan berkah yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita semua sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing tanpa terkecuali. Sungguh tega orang yang berdusata dalam urusan jual beli, karena sesungguhnya Allah adalah Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana.

Barisan Kelima Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. "Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Perbuatan durhaka sudah sangat dibenci oleh Allah SWT. Akan tetapi mengapa kita sebagai makhluk ciptaannya melakukan apa yang telah dibenci Tuan kita, yang telah menciptakan kita, yang telah memberi kita segala yang kita inginkan tanpa terkecuali. Sungguh pantas Allah sangat murka dengan orang-orang yang melakukan hal-hal yang dibenci-Nya.

Barisan Keenam Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. "Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Ketujuh Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. "Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Dari dua buah barisan yang tertera di atas, apakah itu tidak cukup untuk membuat taut melkukan hal tersebut?? Kalau belum, coba renungkan apa yang saya tuliskan ini. Di dalam sebuah peradilan semua saksi sudah disumpah untuk mengatakan kebenaran yang sebenar-benarnya kepada semua yang ada di ruang tersebut. Akan tetapi mengapa kita telah melanggar janji/sumpah tersebut sehingga kita berkata dusta kepada semua yang hadir disana. Apakah gunanya untuk membela tersangka yang sedang difitnah? Ataukah takut jika bersaksi yang sesuai dengan yang sebenarnya, maka kita diancam untuk dibunuh? Ingatkah kita pada waktu itu, bahwa sesungguhnya Allah adalah Yang Maha Benar, Yang Maha Mengetahui, Dan Yang Maha Berkuasa. Sungguh sangat tidak bijakasana apabila kita tetap melakukan hal itu.

Barisan Kedelapan Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. "Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Pemerintah aja udah ngelarang kita untuk berbuat zina. Tapi kenapa sebagian dari kita tetap melakukannya?? Bahkan dengan bangga mereka membuat dan memperlihatkan video perzinaan mereka. Tidakkah mereka malu dengan apa yang mereka lakukan itu? Sungguh mereka tidak lebih baik dari hewan peliharaan, bahkan mereka lebih dari binatang yang hina sekalipun.

Barisan Kesembilan Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. "Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Sudah jelas anak yatim, tapi masih aja digunakan untuk mencari keuntungan. dan juga sudah disebutkan dalma UUD Dasar 1945 bahwa “Anak yatim dan anak terlantar dipelihara oleh negara.” bukan digunakan untuk kepentingan pribadi aja, terutama untuk mencari keuntungan. Contohnya untuk meminta-minta di jalan-jalan. Hal itu sangat tidak dianjurkan, bahkan sangat dibenci oleh Islam. Karena tidak ada untungnya mela9nkan Cuma hanya rugi untuk semua pihak yang ikut serta pada akhirnya.

Barisan Kesepuluh Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. "Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Ucapan yang bisa terucap hanya astaghfirullahal’adzim... untuk perbuatan yang satu ini. Tidak lain dan tidak bukan adalah imbalannya hanya neraka.

Barisan Kesebelas Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. "Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Tidak hanya Islam yang melarang untuk minum-minuman keraas yang biasanya disebut arak, tapi juga pemerintah melarang perbuatan yang merugikan itu dikarenakan sangat merugikan bagi semuanya. Bukan hanya bagi yang melakukannya akan tetapi dampak kerugiannya juga berakibat pada lingkungan sekitannya. Buat apa sih kita minum minuman yang tidak menyehatkan bagi kita dan semuanya? Buat apa sih kita merusak diri kita dengan minum minuman yang hanya merusak kita? Minuman keras yang hanya merusak tubuh kita. Airnya yang sangat keras dapat merusak pencernaan kita, terutama pada lambung kita. Semua organ akan menjadi rusak karenanya. Akibatnya pada mulut, akan terasa panas dan melelehkan lidah kita sehingga lama-kelamaan kita tidak peka terhadap rasa. Pada kerongkongan kita juga akan meleleh dan akhirnya kita sulit untuk menelan makanan dikarenakan kerongkongan kita sudah membengkak. Pada lambung kita, akan membuat lubang penghasil enzim tertutup dan membuat kita kesakitan. Sehingga pada akhirnya lambung kita akan tidak bisa mencerna makanan lagi. Pada hati yang sangat parah akibatnya. Pada akhirnya hati tidak bisa untuk menawar racun dan semua racun yang berasal dari makanan yang masuk, langsung lewat begitu saja. Sehingga kita akan menderita berbagai penyakit. Begitu juga yang terjadi pada usus kita. Karena suhu dari minuman itu membuat semua organ kita meleleh dan akhirnya tidak bisa mencerna. Setelah membaca ini apakah masih ada kegunaan dari meminum minuman tersebut? Berapa besar keuntungan yang diperoleh dibandingkan dengan kerugiannya? Kita sebagai manusia pasti bisa menjawabnya.

Barisan Kedua Belas Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: "Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih..."

Shaf yang terakhir inilah yang dinanti-nanti oleh umat Nabiyullah Muhammad SAW. Ini yang paling diharapkan oleh semuanya. Inilah harapan kita, inilah jhaln yang harus kita tempuh, dan inilah akhirnya yang menyegarkan.

Semoga kita semua berada pada shaf yang Ke-12 yang terakhir ini dan yang mendapat rahmat dari Allah SWT. Amin..amin ya rabbal ‘alamin...


Next episode...... Next episode......

Related Websites

Currency Converter

Vistors

Locations of visitors to this page free counters

Blogger Blog Review at Blogged

Shout Box Comment

  © Roshid Theme by scenica.co.cc 2009

TOP  

skater